
Viki sudah menjalankan rencana mereka dan memantau langsung jalannya penculikan Yasmin. Sedangkan Nicolas, dia mendapatkan laporan kalau Sovian sempat datang seminggu yang lalu ke markasnya dan tiba tiba menghilang begitu saja tanpa ada yang tau.
" Cepat cari kemana bocah itu pergi. Aku yakin dia ada di sekitar sini."
" Maaf tuan, tapi tuan Sovian tidak keluar lagi setelah masuk kedalam gudang penyimpanan senjata. "
Cek cctv di tempat ini. Aku ingin tau kemana bocah itu. Cepat cari. "
Nicolas panik karena mengetahui Sovian hilang. Dia takut ada orang yang memanfaatkan Sovian untuk membalaskan dendam pada dirinya nanti.
" Dimana kau bocah.. aku sudah lama membuat kau menjadi mainan ku, jangan buat aku terpaksa menghabisi mu nanti karena hal ini. "
Cctv sudah di cek oleh anak buah Nicolas. Mereka tidak menemukan hal yang mencurigakan saat ini. Hanya saja, saat Nicolas melihat rekaman cctv itu, dia yakin kalau ada orang yang sempat menyelinap masuk kedalam markasnya tanpa dia tau.
" Putar ulang dan perjelas gambar ini. Aku ingin lihat apa yang ada di sekitar tempat itu. "
__ADS_1
Nicolas memperbesar rekaman dimana itu menunjukan ada bayangan hitam yang berada di dekatnya saat dirinya menerima telpon.
" Siapa itu? Perawakannya sangat asing untuk aku. Kenapa dia sangat pandai menghindari cctv tempat ini? Lantas bagaimana cara dia menghindari jebakan yang ada di sini? "
Belum selesai dengan pikirannya, Nicolas di kagetkan lagi oleh anak buahnya yang melaporkan sesuatu yang penting.
" Maaf tuan, di gudang senjata, terdapat lubang pembuangan yang telah di rusak. Saya pikir dari tempat itu penyusup tersebut masuk dan keluar tempat ini. "
Kemarahan Nicolas terlihat sangat jelas di wajahnya. Itu berarti dugaan dia benar. Penyusup itu membawa Sovian pergi dan akan di jadikan alat untuk menghancurkannya.
Nicolas merubah semua rencana dia. Dirinya harus bersiap untuk menghadapi musuh yang dia tidak ketahui. Karena terlalu banyak musuh, Nicolas sampai tidak bisa mengira siapa yang akan menyerang dirinya.
Hanya saja dia tidak akan percaya kalau orang yang akan melakukan penyerangan itu adalah wanita yang dia incar selama ini.
Dira yang sudah mengobati Albert, merasa sedikit lega karena berhasil melancarkan peredaran darah Albert lagi.
__ADS_1
" Al.. nanti tolong istirahat saja dulu. Biar aku urus yang lain sebelum kamu sembuh. Aku harus ke rumah hutan nanti. "
" Aku ikut. "
" Al tolong mengertilah.. "
" Ra.. bila kamu ingin rencana berhasil, kamu serahkan saja robot yang kamu buat pada Nicolas. Dengan begitu kita bisa menyerang mereka langsung nanti. "
" Itu artinya membiarkan mereka bersiap menyambut kedatangan kita? "
Albert diam mendengar apa yang Dira katakan. Memang itu akan menjadi resikonya bila mereka membiarkan robot Yasmin di bawa ke markas Nicolas. Namun bila mereka menahan pergerakan mereka terus, itu sama saja artinya mereka menunda pertempuran.
" Al percayalah, kali ini yang akan datang bukan Nicolas. Aku juga tidak akan ikut campur dalam pertarungan nanti. Karena yang akan menghadapi yang datang hanya Tolvar dan yang lainnya. Aku mau kamu diam dan istirahat bersama Yasmin dulu. Nanti bila sudah mendingan, kita bisa melakukan semua bersama lagi. "
Albert terpaksa mengiyakan apa yang Dira minta. Itu karena dia sadar kalau semua rencana Dira biasanya tidak pernah meleset dari sasaran.
__ADS_1