Lahir Kembali Di Tubuh Baru

Lahir Kembali Di Tubuh Baru
Kelebihan Dira


__ADS_3

Dira sadar dia sudah kelepasan bicara tadi. Dan itu memancing Angga menjadi penasaran. Padahal sebelumnya dia sangat pandai menyembunyikan segalanya dari orang di sekitarnya. Tetapi saat bersama Angga dan elusan lembut di kepalanya, membuat Dira bis tenang dan menceritakan segalanya pada Angga.


"Dira.. apa kamu.. "


Melihat Dira menghindari kontak mata dengan dirinya, lalu Angga labgsung menarik tangan anaknya masuk kedalam kamar miliknya di villa.


Dira hanya mengikuti Angga dan sesampainya di dalam kamar itu, Angga langsung menatap Dira. Dia ingin memastikan sesuatu dulu kepada Dira.


" Ra... apa kamu bisa membaca pikiran orang lain dan melihat beberapa potongan kejadian yang akan terjadi di orang sekitar kamu? "


Sebenarnya Dira cukup kaget dengan hal ini. Tapi dia berusaha tenang dengan pertanyaan Angga. Dia ingin tau sebenarnya ibu kandung pemilik tubuh ini apa saja kelebihannya.


" Iya pa... aku bisa mendengar hal itu. Aku tidak tau kenapa aku bisa mendengar dan melihat hal itu. "

__ADS_1


Angga yang mendengar pengakuan putrinya merasa tercengang. Dia tidak menyangka kalau kelebihan yang di miliki istrinya di turunkan pada anaknya.


" Kamu mewarisi apa yang ibu mu punya sayang. Ibu mu juga dulu punya kelebihan itu. Tetapi dia tidak bisa membawanya. "


Angga takut Dira tidak bisa membawa kelebihan yang dia punya. Dan nanti malah menjadi masalah besar untuk dirinya.


" Papa tenang saja. Aku bisa mengatasi hal ini. Bahkan kak Raka saja belum tau aku memiliki kemampuan begini. "


Hal ini membuat Angga sedikit tenang. Dia tidak mau anaknya di manfaatkan orang lain nantinya.


" Tidak sama sekali pa.. aku malah merasa senang. Aku merasa lebih aman. Karena tau apa yang orang pikirkan tentang aku. Semua aku kelola dengan baik kok pa... papa tidak usah kawatir. "


" Syukurlah kalau begitu. "

__ADS_1


Akhirnya banyak yang mereka ceritakan berdua. Sampai Dira bisa tertidur di kamar itu. Dia terlihat sangat tenang dalam tidurnya. Dan itu membuat Angga mengingat kejadian dirinya denga Ayu sebelumnya.


" Sayang... anak kita mempunyai kelebihan seperti yang kamu punya. Aku mohon buat dia kuat dan bisa mengelola apa yang dia lihat dan dengar. "


Angga bicara begitu saat mengenang bagaimana dulu Ayu yang sangat tertekan dengan kemampuan apa yang dia miliki. Ayu seperti tidak bisa mengelola apa yang di dengar dari pikiran orang dan apa yang di dengar langsung oleh dia.


Hal itu membuat Ayu lebih memilih sendirian daripada bersama orang lain. Karena mendengar apa yang orang lain pikirkan itu sangat melelahkan untuk Ayu.


Kadang juga Ayu akan panik sendiri dengan gambaran yang dia lihat di mimpinya. Dia tidak jarang sampai sulit tidur kalau ada mimpi begitu.


Apalagi saat akan terjadi penyerangan dari Fredi. Ayu sudah berulang kali mengingatkan Angga. Dan dengan bodohnya Angga mengabaikannya. Sampai Ayu meregang nyawa akhirnya.


Angga tidak mau sampai hal itu terjadi pada Dira nanti. Tetapi saat melihat bagaimana Dira menanggapi obrolannya tadi, membuat Angga berpikir kondisi kejiwaan Dira lebih kuat sari istringa Ayu.

__ADS_1


" Papa harap kamu tidak seperti mama kamu nanti sayang. Papa ingin kamu menceritakan segalanya nanti pada papa. Dan papa janji tidak akan mengabaikan apa yang menjadi peringatan kamu nanti. Papa akan berusaha melindungi kamu semampu papa"


Angga salah terdahulu. Tetapi saat ini dia tidak mau kecolongan lagi. Hingga melakukan kesalahan yang sama kedua kalinya.


__ADS_2