Lahir Kembali Di Tubuh Baru

Lahir Kembali Di Tubuh Baru
Selamatkan Keluarga Aku


__ADS_3

Dira dan Albert masih diam memandang orang yang ada di hadapan mereka. Mereka tidak bisa keluar sebelum membereskan orang tersebut. Tapi Dira tidak suka langsung melakukan hal itu yang akan menimbulkan kecurigaan untuk orang di markas Nicolas ini.


" Katakan siapa kau? "


" Aku sudah bilang aku penjaga disini. Jadi bila kalian ingin aman keluar dari tempat ini, bantu aku menyelamatkan keluarga aku dulu. "


Saat Albert ingin bicara, Dira menghentikannya. Dia ingin tau sampai mana orang di hadapan dirinya akan berani bertingkah seperti itu.


" Kami tidak bisa melakukannya sekarang. Ayo ikut kami dan akan kita buat rencana bersama untuk menyerang Nicolas. "


Bujukan Dira itu, ternyata dia setujui orang tersebut. Dia sebenarnya adalah sepupu dari Nicolas dan dia sedang berkunjung ke tempat Nicolas ini. Karena mempunyai pengelihatan yang tajam, dia tidak sengaja melihat ada bayangan seseorang yang lewat di sekitarnya tadi. Saat dia ingin menyelidiki hal itu, dia menemukan tempat masuknya penyusup tersebut.


Akhirnya dia memutuskan untuk duduk diam dan menunggu mereka datang. Setelah itu ingin menjebak mereka dan akan mendapatkan pujian dari kakak sepupunya.

__ADS_1


Sayang saja, cara berpikir pria itu tidaklah sepintar orang lain. Kemampuan untuk melihat tidak sebanding dengan kemampuan untuk berpikir. Jadi dengan mudah Dira membalikkan keadaan.


Mereka berjalan melewati tempat sebelumnya lagi. Dan itu akan di jadikan pengingat oleh Sovian agar nanti bisa mengatur anak buah kakaknya untuk berjaga di tempat yang dia dan Dira lewati.


" Dengan begini akan menjadi mudah nanti menjebak mereka berdua. Aku akan pastikan mereka mendapatkan hukuman yang berat dari kakak nanti. "


Dira mendengar isi pikiran dari Sovian itu menyeringai. Tepat di hutan pinus, Dira sengaja memperlambat langkahnya dan mengambil beberapa jarum yang ia bawa. Sovian yang tidak tau kalau dirinya dalam bahaya, dia masih tenang mengikuti Dira dan Albert berjalan.


" Al... kita bawa dia pergi ya.. Aku ingin tau bagaimana reaksi dari Nicolas nanti kalau tau sepupu kesayangannya ada di tangan kita. "


Dira tersenyum puas karena tawanan mereka berjalan sendiri bersama dengannya tanpa perlawanan.


" Kau ingin menjebak aku? Sayang sekali kau tidak begitu pintar untuk hal itu. Kau harusnya mencari tau dulu siapa kami. Setidaknya kau harusnya paham, kalau kami bisa masuk ke markas kakak mu itu dengan mudah, apa kami akan begitu cepat bisa di tipu oleh orang seperti mu? Kasihan.. "

__ADS_1


Cibiran Dira dalam hatinya untuk Sovian bila di dengar Albert pasti membuat dia tertawa keras. Tapi saat ini bukan waktu yang tepat mereka bersantai lagi. Mereka harus segera pulang sebelum tuan putri mereka mengamuk.


Sepanjang perjalanan tidak biasanya Albert terdiam dan tidak ada berbicara apapun padanya. Itu membuat Dira sedikit bingung dengan tingkah Albert saat ini.


" Al.. kamu kenapa? "


" Aku hanya berpikir mengenai 3 ruangan yang belum sempat kita lihat itu. Aku merasa ada sesuatu disana. Tapi kita belum sempat untuk melihatnya. "


" Nanti kita akan tau Al.. Karena rungan itu di berikan keamanan yang sangat ketat. Aku yakin disana ada hal berharga. Mungkin harta Nicolas disana. Aku tidak berani tadi membuka tempat itu. Karena waktu kita terbatas. "


" Aku paham. Aku juga akan mencoba memecahkan sistem keamanan tempat itu. Akan sangat berbahaya bila kita kesana lagi dengan jalan seperti sebelumnya. "


Dira menganggukan kepalanya saja sebagai jawaban.

__ADS_1


__ADS_2