
Perjalanan yang di lakukan oleh Dira dan Raka terasa sangat singkat karena mereka terus membahas mengenai perlindungan untuk Yasmin dan cara untuk menghadapi Viki.
Sesampainya di rumah yang Angga tempati, Dira langsung turun dari mobil dan masuk kedalam untuk mencari Angga. Tapi yang menyambut dia lebih dahulu adalah kucing yang dulu sempat dia selamatkan dan dia menyuruh Angga merawatnya.
" Hei.. kau masih ada di sini. Kau tumbuh dengan sangat baik ya di rumah ini. Apa kau tau dimana papa saat ini berada? Apa papa sudah tidur? "
Kucing itu hanya mengeong dan berjalan menuju suatu ruangan.
" Loh.. Ra, kamu tau om Angga ada di dalam? "
" Jadi papa belum tidur? "
" Om Angga selalu tidur larut malam karena pekerjaannya yang banyak. "
" Aku menemui dia dulu. "
Dira mengetuk pintu dan terdengar suara yang menyuruh dirinya masuk dari dalam. Saat pintu terbuka, dia melihat Angga sedang berkerja di meja kerjanya dan banyak berkas di sana.
" Sudah malam pa, kenapa papa terus bergadang?"
__ADS_1
Angga seketika mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang berbicara tadi pada dirinya.
" Ra.. kamu.. "
" Aku merindukan papa. Tapi kenapa papa sangat sibuk dan tidak istirahat? "
Dira maju untuk masuk kedalam ruang kerja Angga dan di sambut oleh pelukan hanggat dari Angga. Angga sangat merindukan anaknya. Tapi dia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya hanya untuk datang ke rumah Dira yang di hutan.
" Papa juga merindukan kamu sayang. Kamu dengan siapa kemari? Kenapa datang malam malam begini? "
" Aku dengan kak Raka datang kemari. Tadi aku dari rumah Albert. "
" Kamu menyukai dia? Apa kalian sudah menjalin hubungan? Kapan dia akan menikahi kamu? "
Wajah Dira seketika memerah. Dia tidak menyangka kalau Angga akan menggoda dia seperti ini.
" Apaan sih papa. Sudah lah.. Ayo tidur. Papa harus banyak istirahat saat ini. "
Angga menggelengkan kepalanya melihat putri dia yang malu malu begitu. Tapi dia tetap tidak bisa mengikuti keinginan Dira untuk beristirahat sekarang karena dia masih harus menyelesaikan masalah yang ada di perusahaannya dulu.
__ADS_1
" Kamu istirahatlah duluan. Papa akan menyusul nanti. "
Dira bangun dan berjalan kemeja kerja Angga dan melihat pekerjaan apa yang Angga lakukan sampai dia tidak bisa tidur saat ini.
" Ini berkas perusahaan Baratwija? Kenapa bisa? "
" Seluruh pemilik saham di perusahaan itu memilih papa untuk memimpin kembali perusahaan tersebut. Karena Fredi dan anaknya tidak lagi memimpin disana. Mereka dinyatakan hilang tanpa jejak oleh semua orang. "
Dira memang membuat jejak Fredi dulu di hapuskan dan hilang begitu saja. Tapi tidak menyangka kalau papanya akan kembali lagi untuk memegang kendali dari perusahaan itu.
" Kamu membuat jejak mereka hilang dan semua kebingungan. Bahkan istri dari Fredi ikut bingung mencari keberadaan mereka. Dan saat ini dia berada di rumah sakit jiwa karena tekanan yang dia alami. Dia berpikir suami dan anaknya meninggalkan dirinya karena dia tidak bisa menjadu ibu dan istri yang baik untuk mereka berdua. "
" Ternyata ada yang tulus mencintai Fredi, tapi dia menyia nyiakannya begitu saja. "
Kata Dira sambil membolak balikkan berkas yang ada di meja Angga.
" Tapi ini kenapa banyak sekali kecurangan dalam laporan ini pa? Apa yang terjadi? "
" Itu yang sedang papa cari tau sekarang Ra. "
__ADS_1