
Dira yang sudah merasa lebih baik. Dan sudah selesai berbicara dengan Raka, dia akhirnya berjalan ke luar kamar untuk mencari dimana Yasmin berada dia tidak bisa mengabaikan keadaan Yasmin yang sedang terluka.
" Dimana bocah nakal itu? wajah saja datar dan lucu. Tapi kelakuan bagaikan setan kecil"
Dira mengatakan hal itu sambil dia tertawa geli. Dia merasa lucu saja bila mengingat bagaimana Yasmin yang sangat cemburu pada Chupa saat mendapat perhatian dari dirinya.
Dira sadar kalau Yasmin kekurangan kasih sayang. Tapi Dira juga tidak dapay mentolelir bila Yasmin melanggar apa yang Dira sudah larang. Itu bukan sesuatu yang baik untuk Yasmin kelak.
Dia tidak mau kalau nanti Yasmin menjadi anak yang arogan, sombong, angkuh dan mengandalkan segala cara untuk mendapat apa yang dia mau. Dira mau Yasmin menjadi anak yang baik nantinya.
" Pa... apa papa melihat Yasmin? "
Angga yang kebetulan sedang mengobrol dengan Albert langsung mengalihkan pandngannya pada Dira. Dia kaget ternyata putrinya sudah keluar dari kamarnya saat ini.
" Ra... bagaimana kondisi kamu sayang? kenapa kamu keluar dari kamar? "
" Aku sudah baik baik saja pa.. papa lihat Yasmin?"
__ADS_1
" Kenapa kamu mencari Yasmin?"
" Hanya ingin memberikan hukuman. Apa kamu akan menghentikan aku Albert? "
Dira menanyakan hal ini pada Albert karena Dira tau Albert tidak akan suka dengan perlakuan Dira pada Yasmin nanti. Dira hanya ingin memastikan kalau nanti tidak akan ada yang membantu Yasmin saat Dira menghukumnya.
" Aku serahkan Yasmin pada kamu Ra.. aku percaya kamu hanya ingin mendidik dia menjadi lebih baik lagi. Hanya saja, saat ini kakinya masih sakit. Jadi jangan terlalu keras padanya ya.. "
Dira hanya diam tidak menjawab Albert. Dan dia menatapan Angga untuk menunggu jawaban Angga.
Setelah mengucapkan terimakasi, Dira lalu berjalan menuju kamar yang di tempati Yasmin. Sedangkan Angga dia melihat Albert yang tidak melepaskan pandangannya dari Dira sejak tadi.
" Kamu menyukai dia? "
" Hemm. "
Tanpa sadar Albert menjawab apa yang Angga tanyakan padanya. Dan Angga hanya tersenyum tipis melihat Albert yang masih memandangi putrinya itu.
__ADS_1
Dira masuk kedalam kamar dan melihat kondisi Yasmin yang tertidur sangat lelap disana. Lalu dia memegang kaki Yasmin untuk melihat kondisinya saat ini. Dan Dira merasa masih ada urat yang salah di pegelangan kakinya saat ini.
" Kau terlalu aktif Yas.. sampai kamu harus terluka begini. Bila orang yang tidak mengenal kamu, mereka tidak akan percaya kalau kamu jatuh begini karena ulah kamu sendiri. Aku kadang heran dengan sikap kamu yang terlalu nakal saat bersama aku ini. Apa kamu hanya bertingkah begitu kepada aku saja? "
Dira mengurut kaki Yasmin dan mulai mencari letak urat yang salah di kakinya. Setelah itu Dira menekan dan memperbaiki semuanya. Untung apa yang Dira lakukan tidak membangunkan Yasmin. Karena Dira tidak mau Yasmin sampai tau kalau Dira perhatian lagi pada dirinya bahkan sebelum dia di hukum
" Yas... bangun. Yasmin Braham bangun. "
Yasmin mengeliat saat mendengar ada yang memanggil dirinya. Dia mulai melihat ternyata Dira yang sudah membangunkan dia. Tapi Dira tidak ada membangunkannya dengan cara biasanya. Hal itu membuat Yasmin merasa sedih.
" Bangun Yasmin Braham. Kau harus menjalankan hukuman mu saat ini juga. Tidak ada alasan kau sakit. Kau harus menerima hukuman mu sekarang juga. "
Yasmin dengan malas dan suasana hati yang buruk beranjak bangun dari tempat tidurnya. Dia sangat sedih karena Dira tidak memperlakukan dia seperti sebelumnya lagi.
Tapi saat kakinya menginjak lantai, dia sadar kalau kakinya sudah kembali sehat seperti sebelumnya lagi. Tidak ada rasa sakit lagi di kakinya.
Jadi dia langsung menatap Dira dengan senyum lebarnya. Dia tau kalau Dira sudah mengobati kakinya itu dan Yasmin merasa senang sekali untuk hal ini. Dia yang sebelumnya merasa di abaikan sekarang tau kalau Dira masih peduli padanya.
__ADS_1