Lahir Kembali Di Tubuh Baru

Lahir Kembali Di Tubuh Baru
Jangan Menyerah


__ADS_3

Yasmin mengikuti Dira yang sudah berjalan lebih dulu keluar dari kamarnya. Dia terus mengikuti Dira dengan senyuman yang mengembang di wajahnya. Bahakan dia tidak terlihat takut akan hukuman yang akan di berikan oleh Dira.


Albert yang melihat mereka berdua datang dengan raut wajah yang berbeda menjadi heran. Dira terlihat biasa saja dan wajahnya terlihat datar tanpa ada ekpresi apapun. Sedangkan Yasmin dia tersenyum lebar seolah mendapatkan hadiah besar sebelumnya. Tapi yang Albert ketahui, Dira mencari Yasmin untuk menghukumnya. Jadi dia merasa ada yang aneh melihat ekspresi wajah Yasmin.


" Ra... kamu mau kemana? "


" Belakang. "


Dira menjawab pertanyaan Albert dengan acuh tak acuh. Dan saat dia ingin bertanya pada putrinya, Albert melihat Yasmin memalingkan wajahnya seolah tidak mau melihat ke arah dirinya.


" Ada apa dengan kedua wanita itu? kenapa mereka kompak sekali mendiami aku dan tak peduli pada aku? "


Gumaman Albert di dengar Angga dan itu membuat Angga tertawa karena perkataan Albert. Angga tidak menyangka pengusaha sukses seperti Albert bisa di buat kebingungan dengan tingkah putrinya yang cuek.

__ADS_1


" Kau harus lebih berusaha lagi untuk mendekati Dira bila kau sudah menyukainya. Om tidak akan melarang siapapun mendekati anak om. Hanya om ingin memastikan saja orang itu nanti bisa menjaga dan melindungi dia dengan baik. "


" Om saya.. "


" Bila kamu tidak menyukai Dira, saya tidak masalah. Lagipula banyak yang sudah menaruh hati pada anak saya. Saya sama sekali tidak ingin menyodorkan anak saya pada siapapun. Jangan berpikir yang tidak tidak. "


" Bukan begitu om mksud saya. Saya hanya merasa saya banyak kurang saat bersama Dira. Saya duda. Dan saya takut saya tidak pantas dengan dia nanti. "


Albert memang memiliki kecemasan itu. Tapi selama ini tidak pernah dia perlihatkan. Hanya di depan Angga dia mengatakan semua hal itu dengan gamblang. Angga menganggukan kepalanya dan tidak berkomentar lagi. Dia lebih tertarik untuk melihat hukuman apa yang akan Dira berikan pada Yasmin.


Dira menyuruh Yasmin untuk menghindari setiap lemparan bola sambil berjalan melewati tali tambang yang pangjang.


Tidak main main di bawah tempat itu di isi oleh belut yang banyak. Karena Yasmin tidak berani dengan binatang itu, makanya Dira sengaja melakukannya. Dira mau melatih fisik Yasmin sekaligus menghukumnya. Lagipula Dira tidak berniat membiarkan Yasmin sampai terjatuh nanti.

__ADS_1


Dira hanya mau Yasmin berusaha saja untuk melewati setiap tantangan yang Dira berikan.


" Kau masih ragu? Coba kau lihat Chupa, dia bisa melakukan semua dengan mudah. Dan kau tidak bisa? sungguh di sayangkan. "


Cibiran Dira langsung memantik emosi Yasmin. Dia bertekad mengalahkan Chupa dalam mendapatkan perhatian Dira. Sedangkan Chupa dia sudah berjalan melewati tambang itu dengan pelan. Karena Dira tadi memberikan dia tanda harus melakukan hal itu.


" Baiklah.. aku tidak akan menyerah. Aku akan melakukannya dan mengalahkan binatang itu"


Dira tidak menjawab lagi. Dia hanya duduk memperhatikan apa yang Yasmin lakukan. Di sebelah Dira ada Raka yang juga melihat hal itu. Tapi dia tidak berkomentar sama sekali.


" Nanti saat dia sudah seperempat jalan, kencangkan sedikit laju bolanya. terus tambah setiap dia bisa melewati tantangan itu. Aku mau melatih fisik Yasmin saat ini.


Raka mendengar apa yang Dira perintahkan pada Tolvar. Dan merasa Dira gila karena melatih Yasmin dengan cara ini.

__ADS_1


" Aku tidak gila kak.. yang gila adalah ibunya. Dulu A ying lebih kejam melatih aku. Di bawah sana bukan belut yang ditaruh A ying. Tapi duri tajam yang dia taruh disana. Dan dia membiarkan aku jatuh bila aku gagal. Jadi aku tidak segila ibunya untuk hal ini.


__ADS_2