
" Fredi... apa yang kamu lakukan? kamu seharusnya jangan mengambil proyek itu. Itu proyek tidak menjanjikan. kamu jangan bertindak sembrono begini."
Kata laki laki yang lebih dewasa dari Fredi. Dia adalah kakak angkat dari Fredi, Angga. Angga dia di angkat oleh keluarga Fredi sewaktu masih kecil. karena melihat dari kepintaran dan sopan santunnya. Orang tua Fredi adalah pengusaha besar di Cina. Mereka membangun bisnis di Cina karena peluang usaha mereka lebih besar di sana.
Keluarga Baratwija adalah keluarga yang sangat di segani.karena keluarga itu sangat baik dan sosial. Tetapi keturunan keluarga itu, Fredi Baratwija tidak bisa mengelola bisnis keluarganya. Hingga bisnis itu di jalankan dengan bantuan Angga Baratwija sekarang.
" Aku ingin tidak butuh saran dari kamu. Aku bisa menangani semua sendiri. Lagian aku yakin proyek ini akan sukses. "
" Tapi kamu tidak melihat kalau situasi sekarang itu tidak akan mendukung untuk proyek itu. "
" aku akan mempertanggung jawabkan semuanya sendiri. "
__ADS_1
Setelah mengatakan hal itu, Fredi langsung pergi dari ruangan Angga. Dia terlihat kesal dan marah. Dia tidak suka kakak angkatnya ikut campur dalam segala tindakannya.
Fredi berpikir kalau Angga ingin menguasai harta keluarga miliknya. Karena sedari kecil Fredi sudah di bandingkan dengan Angga oleh kakeknya. Hal itu juga yang membuat Fredi tidak menyukai Angga. Selain itu, nenek Fredi juga sering menghasut Fredi agar membenci Angga dengan alasan yang sama seperti yang Fredi pikirkan.
Yang mereka tidak ketahui, sedari dulu sebenarnya Angga lah yang di manfaatkan oleh keluarga Baratwija untuk memperluas bisnisnya.
Bahkan tidak segan segan mereka menyuruh Angga membantu pekerjaan kantor sedari Angga masih duduk di bangku SMP.
Keluarga Baratwija, tidaklah seperti yang terlihat di publik, mereka sangat pintar menyembunyikan segala hal dari masyarakat umum. Angga yang memang pintar dan bisa di bilang jenius dia sudah tau kalau sedang di manfaatkan. Tapi dia tidak bisa melakukan apapun karena dia merasa berhutang budi kepada keluarga Baratwija.
Angga merintis bisnisnya dari nol, modal yang dia pakai adalah hasil dari gaji yang dia dapat selama berkerja di Baratwija group. Selama Angga membantu di perusahaan itu, dia tidak pernah sekalipun menyalah gunakan kekuasaannya. Dia ingin membantu Fredi agar bisa memegang kendali di perusahaan itu. Tapi Fredi ternyata tidak bisa dan malah akan membuat perusahaan itu bangkrut.
__ADS_1
Saat sampai di kediaman Baratwija, Angga mendengar suara ribut di dalam ruang kerja Tuan Baratwija. Dan itu membuat Angga melihat kedalam ruangan. Di sana Angga melihat kalau Fredi di pukuli oleh tuan Baratwija dengan tongkat golf.
" Anak kurang ajar... kamu ingin melakukan apa lagi haaa??? kamu membuat perusahaan yang aku rintis hancur di tangan mu.. dasar bodoh... tidak bisa di handalkan...."
Tuan Baratwija terus memukul Fredi dan Angga yang melihatnya langsung menghentikannya. Dia tidak bisa melihat Fredi sudah tidak berdaya.
" Ayah... sudah... cukup... Fredi bisa mati kalau terus di pukul. Aku akan membantu membuat perusahaan kembali seperti sebelumnya lagi. "
Kata kata Angga yang terdengar menenangkan Tuan Baratwija itu di dengar seperti hinaan untuk Fredi. Dendam Fredi sangat besar untuk Angga. Dan hal itu di bawa sampai saat ini.
"haaaa haaaaa sial mimpi itu lai. "
__ADS_1
Dengan terengah engah Fredi bangun dari tidurnya dia bermimpi buruk lagi. Kenangan masalalunya terus menghantui dirinya sampai sekarang.
" Aku tidak akan membiarkan kamu hidup dengan tenang. Aku akan membalaskan segalanya. "