Lahir Kembali Di Tubuh Baru

Lahir Kembali Di Tubuh Baru
Kemarahan Peter


__ADS_3

Dira yang asik bermain dengan Yasmin. Itu seolah tidak memikirkan apa yang akan terjadi nantinya kepada mereka. Dira terlihat sangat tenanga dan tanpa beban saat ini.


" Yas... stop dulu. aku ingin bicara penting. "


" haah.. haahh.. ada.. apa kak? "


" Kamu sudah menghubungi daddy kamu? "


" Belum. Mau aku hubungi kak? "


Yasmin masih saja berani menggoda Dira. Sedangkan napasnya sudah putus putus karena capek berlari dengan Dira.


Dira tidak menanggapi dia hanya menaikan alisnya. Dan menatap serius Yasmin.


" Aku berkata sangat serius kak.. aku belum menghubungi siapapun. Lagian aku suka ada di tempat ini dengan kakak. Jadi kenapa menghubungi daddy. Dia tidak bisa di ajak bermain begini. "

__ADS_1


" Dasar. sana mandi dulu sana. Ada yang mau aku bahas dengan mereka semua. Mandi setelah itu tidur sianglah. Kamu pasti capek belum dapat beristirahat dengan nyaman. "


Yasmin mengangguk dan Dira mengantarkannya ke kamar yang akan di tempati Yasmin nantinya. Sesampainya disana, Dira memberikan Yasmin baju yang sudah di siapkan oleh Angga untuk anak anak di tempat itu. Jadi setelah memastikan semua lengkap, Dira langsung pergi menemui Angga.


Di tempat Peter berada, dia saat ini sedang mengamuk karena semua tahanannya di selamatkan oleh orang yang tidak di kenal. Dia berpikir siapa yang berani melakukan hal itu.


" Bukankah kau mengatakan anak anak itu anak panti asuhan. Bagaimana bisa ada yang menyelamatkan mereka begitu. Apalagi mereka menggunakan senjata api untuk penyelamatannya. "


" Maaf tuan, dari apa yang kami selidiki, salah satu anak itu adalah anak dari pengusaha kaya di negara ini. Tuan Albert Braham. Saya rasa dia yang sudah menyelamatkan putrinya. Tapi saat saya pantau lagi, dia masih menganggap anaknya itu sudah meninggal karena kecelakaan. Dia belum curiga sama sekali. "


" Selidiki peluru itu. Aku rasa peluru itu di desain kusus. dan itu biaa kita jadikan petunjuk nantinya."


Jadi dia memerintahkan anak buahnya menyelidiki dengan pasti siapa pelakunya. Dia harus membalaskan semua kekalahannya pada orang itu.


" Tunggu saja nanti. Aku akan buat perhitungan dengan kalian. Seenaknya saja ikut campur dalam masalah ini. Kalian belum tau berhadapan dengan siapa. "

__ADS_1


Peter mengatakan hal itu sambil memikmati minuman alkohol yang dia sedang pegang.


Di tempat Dira, dia mulai mendekati Angga. Dan duduk di sebelahnya.


" Papa, apa papa sudah tidak sayang aku? "


Dira mengatakannya dengan muka yang di tekuk dan terlihat sedang merajuk. Hal itu membuat Angga gemas dan langsung memeluk sayang anaknya.


" Pa.. apa peluru yang papa gunakan itu di desain khusus? "


Pertanyaan Dira membuat elusan di punggungnya terhenti dan Raka yang akan minum tehnya juga berhenti. Mereka kompak menatap kaget ke arah Dira. Dengan pemikiran yang sama.


Alvin yang saat itu hampir memejamkan mata, langsung membuka matanya saat tau ada alarm bahaya dari Dira.


" Iya.. Ra.. kita sudah ketahuan berarti sekarang. Bagaimana ini? Kamu pergilah dengan yang lain dan biar papa yang menghadapi mereka. "

__ADS_1


Angga dengan paniknya memegang bahu Dira dan ingin Dira menjauh dari dirinya saat ini. Dia tidak mau Dira kenapa kenapa. Raka yang sudah tau kalau Dira akan menolak hal itu lalu bersiap akan membujuknya. Tapi yang terjadi malah Dira membuat Raka tidak bisa berpikir dengan jernih.


" Baiklah kalau itu keiinginan papa. Aku akan meninggalkan papa sendirian untuk menghadapi mereka. "


__ADS_2