
Saat bangun, Dira melihat hari sudah mulai malam. Dan dia baru kali ini merasa bisa tidur dengan nyenyak tanpa adanya mimpi mimpi pengganggu yang mengganggu tidurnya.
" Ternyata sudah malam. Aku harap kak Raka sudah datang. Dan Alvin bisa merawat ibunya dengan baik. "
Dira beranjak dari tempat tidur untuk pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sedangkn di luar, Raka, Alvin dan Angga sedang duduk bersama untuk membahas mengenai pekerjaan.
Angga sudah tau kalau AD. ink adalah perusahaan yang Dira bangun dan di pimpin oleh Raka saat ini. Dia bangga dengan anaknya itu. Tapi sayang dia mendengar kalau banyak yang menginginkan menguasai perusahaan tersebut.
" Ka... om rasa lebih baik kita kerja sama saja sekarang. Om tidak mau nanti masalah perusahaan Dira ini menjadi semakin besar."
" Om untuk masalah ini, aku tidak berani untuk mengambil keputusan. Walaupun Dira kadang bersikap manja kepada aku,dia tetaplah Dira yang tidak bisa di atur. "
" Kamu masih tidak mau bicara dengan Dira? "
Raka tau, dengan mendiami Dira, itu tidak akan menyelesaikan masalah. Karena Dira sudah sangat keras kepala. Sehingga bagaimanapun cara Raka memberitahunya akan sangat sulit.
Apalagi selama ini Raka juga merindukan Dira yang bermanja dengan Dirinya. Dia ingin berbaikan dengan Dira. Tetapi Raka terlalu gengsi untuk itu.
__ADS_1
" Belum om.. Aku masih mendiami dia "
" Jangan terlalu lama Ka... takutnya kamu akan canggung nanti. "
Alvin langsung ikut dalam obrolan itu. Dan kebetulan saat itu Dira sudah mendengar semuanya. Karena dia saat itu sudah keluar dari kamar dan menuju tempat mereka berkumpul.
" Kenapa masih mau mendiami aku kak? "
Dengan wajah galak Dira bicara dengan Raka. Dia juga ingin kembali bicara dengan Raka. Tetapi karena Raka selalu menghindarinya, Jadi Dira memilih diam saja.
Raka yang melihat Dira datang langsung diam dan melihat kearah yang lain. Dia tidak mau melihat Dira. Karena masih tidak mau mengakui kalau dia ingin berdamai.
Dira lalu mengambil kunci mobil yang ada di meja. Dan hal itu langsung mendapatkan respons dari ketiga pria di sana.
" Mau kemana? "
Mereka secara bersamaan langsung bertanya kepada Dira. Dan yang di tanya hanya menatap Raka dengan diam.
__ADS_1
Raka lalu menghembuskan napasnya dan mendekati Dira lalu memeluknya.
" Maaf... maaf ya.. Kakak hanya tidak mau kamu kenapa kenapa nantinya. Kamu tau kan kalau apa yang kamu lakukan waktu ini itu sangat berbahaya. "
" Aku tau.. aku tau.. maaf.. bisa tidak jangan diamin aku lagi? aku kesel dengan kakak.. "
Perdamaian antara Dira dengan Raka di saksikan langsung oleh Angga dan Alvin. Walaupun Dira dan Raka mengatakan kalau mereka itu hanya kakak dan adik saja, tetap saja Alvin cemburu dengan hal itu.
Dia merasa melihat adegan sepasang kekasih yang sedang berdamai setelah bertengkar.
" Kalian akan terus berpelukan begitu? "
Alvin yang sudah merasa jengah melihat apa yang mereka berdua lakukan langsung menegur mereka. Dia panas melihat adegan mesra itu.
" Kenapa? emang salah aku peluk kakak aku sendiri? kamu tidak suka? apa kamu suka kakak aku? aku tidak akan mengijinkannya. kakak aku masih normal. "
Dira sengaja mengejek Alvin untuk mencairkan suasana. Dan itu berhasil. Dira langsung bergabung dengan mereka dan bercerita hal yang ringan.
__ADS_1
" Ra... aku mendapat tawaran kerjasama dari perusahaan Adiputra. Menurut kamu bagaimana?"
Pertanyaan serius dari Raka langsung merubah mood Dira. Dia langsung diam.