
Tolvar sudah siap menyerang Chupa dengan berbagai macam gerakan beladiri yang di sudah latih. Dan semua yang pukulan dan tendangan yang Tolvar arahkan pada Chupa, semua dapat dengan mudah di hindari oleh Chupa. Dan dengan gesit beberapa kali chupa bisa melawan Tolvar.
" Sial... chupa benar benar di latih dengan baik oleh Dira. Aku sampai bingung untuk melawanya. Apa aku tidak akan memang melawan Chupa nanti? "
Tolvar masih berusaha untuk memberikan pukulan kepada Chupa saat itu. Sedangkan Dira, dia menyaksikan semua pertarungan itu dalam diam. Dia tidak akan ikut campur, bila tidak di perlukan.
Lagipula Dira memang berniat untuk melihat seberapa kekuatan Tolvar saat ini. Dan keributan itu, di dengar oleh penghuni rumah yang lainnya.
Mereka mulai keluar dan melihat Chupa menyerang Tolvar dengan ganas. Penampilan Tolvar juga sudah berantakan karena beberapa cakaran dari Chupa.
Jadi mereka yang merasa itu sudah tidak terkendali lagi, mulai ikut dalam pertarungan itu. Mereka tidak mau bila sampai Tolvar dalam bahaya. Yang mereka tau adalah Chupa bukan binatang yang mudah di atasi oleh mereka semua.
" Lanjutkan semuanya, dan kalahkan mereka saat ini juga Chupa. Bila kamu gagal, aku tidak akan membiarkan kamu ikut dengan aku ke tempat yang akan aku datangi."
__ADS_1
Dalam hati Dira mengatkan hal itu. Dan semua yang Dira katakan itu, bisa di dengar oleh Chupa. Karena mereka mengunakan pikirannya untuk berkomunikasi saat ini.
Chupa semakin ganas menyerang mereka. Dan semua anggota Tolvar, hampir tidak bisa menahan serangan ganas dari Chupa.
" Ada apa sebenarnya ini tuan? kenapa binatanh ini bisa mengamuk? Biasanya dia hanya memperhatikan kita saja. Ini seperti ada yang salah "
Anggota Tolvar mulai bertanya tanya karena tidak biasanya Chupa bertindak begitu. Ini pasti ada penyebabnya. Karena Dira sudah memerintahkan Chupa untuk tetap menjaga mereka.
" Tuan... chupa tidak akan mendengarkan apa yang kita katakan. Lebih baik kita mundur dulu saat ini. Dan biarkan dia tenang. "
Dengan menghela napas, mereka yang sudah sangat kelelahan mencoba untuk mundur perlahan. Tapi dari arah belakang, mereka mendapatkan beberapa serangan dadakan dari Dira.
Beberapa krikil di lemparkan Dira kepada mereka. Dan hal itu membuat mereka merasakan kesakitan seolah di tembak peluru. Menyadari ada yang menyerang dari arah lain. Semua mulai waspada. Mereka pikir ada penyusup yang masuk ke dalam rumah itu. Jadi mereka memaksa diri untuk bisa bertahan.
__ADS_1
" Chupa... cepat pergi. disini tidak aman untuk kamu. Kami bisa di bunuh oleh Dira bila kamu terluka. Cepatlah. "
Tolvar berusaha memperingatkan Chupa. Tapi Chupa tidak memperdulikannya karena tau siapa yang menyerang mereka.
Cukup lama mereka waspada dengan keadaan di sekitar rumah itu. Karena gelap, merek tidak dapat melihat siapa yang menyerang mereka.
Chupa mulai berjalan mendekat kearah kegelapan itu. Dengan tenang. Akhirnya mereka sadar kalau Dira sudah ada di rumah saat ini.
Karena hanya Dira yang bisa membuat Chupa tenang dan jinak.
" Jadi, dari tadi dia sudah ada di tempat ini? Sungguh tidak terduga. Dia membiarkan kami semua melakukan olah raga malam dengan sangat keras. Gadis yang tidak berperasaan."
Tolvar merasa dia selalu di permainkan oleh Dira. Karena Dira membiarkan Chupa sampai menyerang mereka dengan ganas dan Dira hanya memperhatikannya saja.
__ADS_1