Lahir Kembali Di Tubuh Baru

Lahir Kembali Di Tubuh Baru
Pembantaian di rumah Angga


__ADS_3

Nicolas yang sudah terlanjur marah dengan Dira, dia meminta tolong pada Hansan untuk menyerang kediaman Angga. Dia mau menghabisi semua orang yang berhubungan dengan Dira.


" Aku mau kau membantai semua orang yang ada di rumah itu. Jangan ada yang lolos dalam penyerangan kali ini. Saat ini yang aku tau di rumah itu tidak ada penjagaan ketat dari wanita itu. "


" Bila ada anak buah Albert disana bagaimana tuan? "


" Bantai habis. Aku tidak peduli dengan yang lain. Asal bukan anak buah wanita itu saja. Karena anak buah wanita itu sama berbahayanya dengan dirinya. "


Benar saja malam harinya, kediaman Angga tiba tiba kedatangan tamu tak di undang yang langsung menyerang kediamannya. Untung saat itu Raka dan Alvin dan di dalam rumah itu juga jadi mereka bisa membantu dalam melawan mereka semua.


" Siapa mereka? Kenapa jumlahnya sangat banyak? Kenapa bisa mereka masuk dan kemana penjaga yang ada di rumah ini? "


Angga panik karena mekihat banyak orang yang sudah masuk ke rumahnya sedangkan dia tidak mempersiapkan apapun untuk menyerang mereka.


" Raka.. bawa Bulan pergi dari sini. Aku akan menahan mereka sebisa aku. "

__ADS_1


" Maaf om. Untuk nyonya Bulan bukan tugas saya. Yang menjadi tugas saya adalah melindungi om. "


Raka sama sekali tidak mau meninggalkan Angga sendirian. Karena Dira jauh jauh hari sudah berpesan begitu pada Raka. Dia hanya boleh meninggalkan Angga saat kematian menjempunya.


Nyonya Bulan saat ini sedang ketakutan dan menguring dirinya di dalam kamar. Bahkan trauma yang dia rasakan dulu kembali muncul karena dipicu oleh penyerangan ini.


" Alvin.. tolong.. Vin.. tolong.. "


Nyonya Bulan hanya bisa berkata begitu di dalam kamar dengan gumaman kecil. Dia mendengar banyak suara tembakan di luar sana dan dia tidak berani mengintip apa saja yang sudah terjadi disana.


Raka hanya bisa mengingatkan Alvin mengenai hal itu saja. Sedangkan dirinya masih sibuk melawan musuh yang terus menyerang mereka.


" Aku hanya bisa memastikan mereka tidak mendekati tempat mama berada. "


Alvin sibuk ikut menghadang mereka semua dengan kemampuan menembaknya. Sampai jam tangan Raka berkedip merah dan itu pertanda Dira menghubungi dirinya saat ini.

__ADS_1


" Aku tidak bisa melibatkan Dira dalam hal seperti ini lagi. Aku tidak mau Dira terluka bila datang kemari. "


Raka sudah bertekat untuk tidak memberitahu Dira keadaan di tempat itu. Akan tetapi, Dira tidak hanya menghubungi Raka saja. Seperti sudah mempunyai firasat Dira menghubungi nyonya Bulan juga saat itu.


" Ha.. ha.. halo Ra.. ha. ha. lo. "


Suara nyonya bula terbata bata sambil berbisik menjawab telpon dari Dira. Dira yang memang sudah curiga dengan apa yang terjadi langsung tanggap kalau ada hal yang tidak beres sudah terjadi di tempat itu.


" Bi.. apa yang terjadi? Bibi dimana? Bagaimana keadaan disana? "


" Tembakan.. Ra.. banyak.. Tolong. "


Hanya beberapa patah kata yang bisa keluar dari bibir nyonya Bulan saat ini. Itu karena dia sudah mulai panik lagi karena mendengar suara tembakan itu semakin mendekat pada dirinya.


Dira tidak mengatakan apapun lagi dia langsung menghubungi anak buah Albert yang ada di dekat temapt itu untuk membantu Angga dan yang lainya di rumah Angga.

__ADS_1


" Kalian cepat lindungi papa ku di rumahnya. Jangan sampai mereka ada yang terluka. Aku akan datang sebentar lagi. "


__ADS_2