
Semua sibuk dengan perebutan kue yang di buat oleh Dira sampai mereka tidak menyadari kalau Yasmin sudah mau menangis karena kue kesukaannya habis di bagi oleh yang lainnya.
" Yas... "
" Hhhhuuuuaaaaaa... aaaa... "
Baru saja Dira memanggil anak itu, Yasmin sudah menangis dengan keras karena perbuatan orang dewasa di meja makan. Suma kue di di habiskan oleh mereka tanpa menyisakan untuk Yasmin lagi. Tangisan kencang dari Yasmin akhirnya baru menyadarkan mereka kalau anak tersebut dari tadi tidak kebagian kue satupun.
" Yas... sudah sudah.. sini.. ayo kita buat yang baru. "
Nyonya Bulan berniat membujuk Yasmin tapi tetap saja tidak mempan. Hal ini sangat jelas membuat Dira pusing kepala. Dia tidak menyangka kalau para pria dewasa di tempat itu akan bertingkah kekanak kanakan saat mengambil bagian kue.
Albert, Angga, Raka, Vince. Mereka berempat kompak menahan napas saat melihat Dira menatap mereka tajam. Albert bahkan lupa pada putrinya saat melihat semua kue yang Dira buat. Dia asyik makan sendiri tanpa melihat Yasmin sudah dapat bagian apa belum.
"Yas.. sudah lah.. Ayo kita buat lagi kue untuk kamu. Nanti kamu bisa makan semua sendiri bagaimana? "
Dira menggendong Yasmin yang masih saja menangia karena ulah mereka semua. Yasmin yang mendengar apa yang di katakan oleh Dira langsung menghentikan tangisannya dan tersenyum memeluk Dira.
" Kalian semua, tunggu balasan dari aku. "
Dira mengatakan hal itu dan menunggalkan mereka semua di meja makan untuk pergi ke dapur bersama Yasmin.
" Kalian sunguh... "
Nyonya Bulan sampai tidak bisa berkata kata saat melihat semua yang barusan terjadi. Dia tidak menyangka kalau semua pria di rumah itu sangat kekanak kanakan bila sudah berebut makanan.
"Seharusnya kalian bisa mengalah pada anak kecil. Kenapa kalian malah berebut begitu. Sekarang lihat Yasmin menangis begitu dan Dira harus capek lagi membuat kye untuk dia. Kalian tau bukan kalau Dira tadi membuat kue itu sudah sangat banyak? Sekarang dia harus buat lagi. Kalin ini sungguh... "
Mendengar ceramah dari nyonya Bulan, mereka semua akirnya diam di meja makan karena merasa bersalah.
" Aku merasa jadi opa yang buruk untuk Yas. Aku tadi berpikir kalau Albert sudah memberikan bagian Yasmin tapi ternyata belum. "
Albert sadar dia paling bersalah saat ini. Karena dia sudah di peringatkan oleh Dira kalau kue itu Yasmin yang meminta, tapi dia malah tetap mengambil tanpa ijin Yasmin.
__ADS_1
" Aku akan dapat masalah dari dua perempuan itu nanti. "
Gumaman Albert di dengar Raka dan Alvin. Jadi mereka kompak menepuk bahu Albert untuk menguatkannya. Mereka juga merasa bersalah, tapi tidak sepenuhnya salah juga. Karena mereka jarang memakan masakan Dira jadi mereka sangat bersemangat.
"Yas.. kamu mau kue apa saja? kakak akan buat untuk kamu. "
" Aku mau cookies, puding, hem.. apa lagi ya. "
Dira sudah menyiapkan banyak bahan untuk membuat apa yang Yasmin mau. Karena setelah ini dia harus membujuk Yasmin agar mengijinkan dia pergi ke rumahnya di hutan lagi.
" Kamu mau apa lagi? apple tart? Cheese cake? apa? "
" Semua.. "
Yasmin sangat bersemangat saat Dira mengatakan semua makanan yang dia suka. Dia bahkan tidak terlihat sedih lagi karena kehilangan kue seperti sebelumnya.
" Setelah buat kue ini, aku tetap mau ikut bersama kakak ke rumah hutan ya? "
Dira lupa kalau Yasmin bisa membaca pikran. Jadi tadi dia merencanakan semua berharap Yasmin tidak tau, tapi ternyata dia sudah mengetahuinya.
" Tentu. Aku akan ikut bersama kakak kemanapun itu. Jadi nanti semua kue kakak bingkus untuk kita bawa ya. "
Dira menghembuskan napas berat. Bila Yasmin ikut, itu berarti akan berbahaya untuk Yasmin banti disana. Dira harus menyiapkan penjagaan kusuh untuk dia nantinya.
" Kita akan pergi besok pagi Yas. Bukan malam ini. Hari ini kita istirahat saja. Kakak juga sangat lelah"
Yasmin menganggukan kepalanya dan menunggu Dira selesai membuat Kue untuk dirinya. Sedangkan Albert, dia mencoba meminta maaf pada Yasmin. Dia menyusul Yasmin dan Dira kedapur dan ingin membatu Dira untuk membuat kuenya.
" Yas.. daddy.. "
" No.. aku tidak mau mendengar permintaan maaf daddy lagi. Udh sering daddy gitu. Selalu mengambil makanan yang kak Dira buat untuk aku. Aku gak akan mau berbagi kakak Dira lagi dengan daddy. "
" Apa? "
__ADS_1
Albert kaget dengan apa yang di katakan anaknya. Dia tidak mau berbagi Dira. Memang Dira adalah milik anaknya. Yang bisa membuat Dira menjadi milik Yasmin kan seharusnya menjadi milik dia dulu. Bukan langsung menjadi milik Yasmin.
" Al.. jangan berdebat lagi. "
" Tapi... Yas.. "
Yasmin memeletkan lidahnya untuk mengejek Albert karena tingkah lakunya Albert. Dira sudah terbiasa dengan drama itu hanya bisa geleng geleng kepala saja. Dia sudah lelah melihat ayah dan anak selalu memperebutkan dirinya. Jadi Dira membiarkan saja apa yang di lakukan mereka asal tidak mengganggu apa yang dia lakukan.
" Ra.. ada yang bisa aku bantu? "
" Tidak Al.. pergilah. Aku harus membuat semua dengan cepat. Tolong pergi saja dari sini agar tidak mengganggu aku. "
Yasmin sangat suka saat Dira bersikap begitu pada daddynya. Itu karena dia merasa Dira lebih menyayangi dirinya daripada Albert.
" Kamu benar Yas. aku lebih sayang kamu daripada daddy kamu. Jadi tidak usah protes lagi dan jangan buat masalah. "
Dira menyelesaikan semua dengan cepat. Saat melihat kearah Yasmi berada, Dira di buat kaget dan hampir saja loyang panas miliknya jatuh mengenai kakinya.
" YASAMIN.... apa yang kau lakukan itu....?"
Teriakan melengking dari Dira membuat semua orang berkumpul dan melihat apa yang terjadi di dapur saat ini. Saat sampai, mereka sama sama kaget dengan apa yang mereka lihat saat ini.
Yasmin belepotan dengan coklat. Wajah dan bajunya sudah penuh dengan coklat. Entah bagaimana cara Yasmin memakan coklat itu sampai dia belepotan begini.
" Kakak.. "
" Sudah.. selesai drama hari ini. Yasmin akan di hukum oleh Dira dan semua berakhir. Tidak akan ada lagi drama putri raja yang harus kita ikuti semua permintaannya. Karena sang ratu sendiri yang akan menghukum putrinya itu. "
Perkataan Albert di setujui oleh yang lainnya. Bahkan nyonya Bulan juga ikut menyetujui hal itu. Dia tidak menyangka kalau drama yang terjadi kali ini akan di akhiri dengan sadis.
" Masuk kamar dan bersihkan badan kamu cepat."
Tidak bisa di bantah kalau sudah Dira mengatakan kaliat dengan nada tegasnya. Yasmin langsung menurut dan berjalan melewati semua orang dengan kepala menunduk karena mendapatkan hukuman dari Dira.
__ADS_1
" Al.. apa kamu tidak akan membujuk Yasmin? Dia pasti sangat sedih saat ini. "
" Tenang om.. ini hal Biasa. Yang bisa memarahi Yasmin dengan bebas hanya Dira. Sebentar lagi percayalah, mereka akan baikan lagi. "