Lahir Kembali Di Tubuh Baru

Lahir Kembali Di Tubuh Baru
Obat Penenang


__ADS_3

Dira dan Raka saat ini sedang sarapan dan Raka tahu kalau Dira sudah sangat mengantuk tetapi di paksa oleh Raka agar sarapan terlebih dahulu.


Kadang sifat dan tingkah Dira seperti anak kecil yang manja kepada Raka. Tetapi bila dalam keadaan serius, Dira berubah menjadi pribadi yang berbeda. Bahkan Raka tidak berani melawan segala yang Dira printahkan.


Saat tenang begitu, tiba tiba telpon Raka berbunyi. Dan Dira menyuruh menganggkatnya.


" Hal.. "


Langsung terdengar suara triakan dari ibu Alvin saat panggilan itu di angkat Raka.Dan karena perkataan Raka yang teputus itu, membuat perhatian Dira teralihkan.


" Ada apa? "


Dira yang penasaran langsung bertanya kepada Raka. Dan langsung di nyalakan pengeras suaranya.


" Raka... apa kalian sudah pulang? ibu mengamuk saat ini. "


" Dekatkan telponnya pada ibu kamu"


Dira langsung mengambil alih telpon itu. Dan mulai memerintahkannya.


" Dira.. "


" Cepat. "

__ADS_1


Alvin langsung mendekatkan telponnya pada ibunya dan menyalakan pengeras suaranya.


" Bi... bibik... bibik dengar sura aku? Bik... aku Dira... bibik bisa dengar? "


Ibu Alvin masih teriak teriak dan Dira terus berusaha menenangkannya dengan terus berbicara dengan ibu Alvin. Sambil Dira memberikan kode kepada Raka agar bersiap berangkat menuju villa.


" Bi... bi... tenang.. bi.."


Akhirnya Ibu Alvin mendengar seuara Dira. Dan langsung mengambil hp milik Alvin dan berbicara dengan Dira.


" Lagi dimana? Tolong.. Dira.. tolong.. "


Rasa aman yang Dira berikan kepada ibu Alvin membuat dia merasa nyaman dan terlindungi. Jadi setiap dia mengrasa tidak nyaman dan panik. Hanya Dira yang bisa menenangkannya. Seolah Dira adalah obat penenang untuk ibu Alvin.


Raka secepat mungkin menjalankan mobilnya dan berharap mereka bisa cepat sampai di villa itu. Dira dengan tenang terus berbicara dengan ibu Alvin sambil terus menyuruh Raka mempercepat laju kendaraannya.


" Aku tidak menyangka akan seperti ini. Saat aku berharap Dira bisa beristirahat dengan tenaang hari ini. Tetapi keadaan selalu membuat dia capek begini. Lagian kenapa coba Dira harus membantu Alvin itu. Dia sangat merepotkan. "


Raka terus menggerutu selama perjalanan. Dan saat akan tiba, ada beberapa pemuda yang menyerempet mobil yang mereka kendarai.


" Brengsek.. "


Raka seketika mengumpat. Sedangkan Dira, dia menatap tajam para pengendara motor itu. Mereka berusaha mengabaikan mereka dan tetap melanjutkan perjalanan.

__ADS_1


Tetapi para pengendara motor itu malah ugal ugalan berkendara di depan mereka. Dira yang sudah sangat kesal dan merasa waktunya semakin lama menuju villa dia memibta Raka untuk berhenti.


" Kak berhenti.Biar aku yang membawa mobilnya."


" Jangan.. "


" Minggir! "


Raka tidak tau lagi harus bagaimana. Saat ini memang Dira sedang sangat khawatir dengan keadaan ibu Alvin dan masih terus berusaha menenangkannya. Tetapi mereka malah menghadapi hal seperti ini.


Dengan menghela napas, Raka langsung meminggirkan mobilnya dan pindah tempat dengan Dira.


" Pakai sabuk pengaman dengan benar kak "


Selesai Dira berkata begitu, dia langsung menginjak gas dan mobil yang di kendarai Dira langsung melaju dengan cepat.


" Bik... Saat ini Dira sedang dalam perjalanan. Apa bisa kita jangan bicara sebentar saja bik? ".


Masih sempat sempatnya Dira bicara begitu saat dia sedang mengendarai mobil dengan sangat cepat. Dan ibu Alvin menyetujui apa yang Dira bilang.


" RA.. AWAS..... "


*Brrraaakkk*

__ADS_1


__ADS_2