
Semua pembicaraan Dira dan Raka bersama dengan ibu Alvin itu di dengar oleh semua yang ada di ruangan itu. Dan saat Raka berteriak kencang, disana lah Angga dan Alvin mulai panik.
Alvin langsung merampas hpnya dari sang ibu. Dia takut Dira terjadi apa apa. Angga pun merasa hal yang sama. Dia sangat takut kehilangan putri yang baru dia temukan.
"Ra... Ra... Dira... "
Karena kepanikan itu, membuat ibu Alvin juga mulai panik lagi. Dan dia semakin mengamuk. Tetapi Angga dan Alvin sudah tidak memperdulikan hal itu lagi. Mereka sedang mencemaskan Dira saat ini. Bahkan sambungan telpon juga terputus saat teriakan Raka tadi.
Semua pikiran buruk dari Angga mulai bermunculan. Dan dia akhirnya memilih akan mencari Dira dimanapun dia saat ini.
" Kau jaga ibumu. Biar saya yang mencari Dira. "
"Tapi om.. "
Angga tidak mendengarkan protes dari Alvin dan tetap berjalan untuk pergi dari villa. Tapi saat akan membuka pintu, pintu itu lebih dulu terbuka dari luar. Dan terlihatlah Dira yang muncul dengan Raka yang wajahnya pucat pasih.
" Dira.. "
Dira tidak menjawab. Dia langsung menghampiri Ibu Alvin. Dan langsung memeluknya dari depan.
__ADS_1
Angga yang sempat kaget dengan kedatangan mereka berdua langsung menatap Dira dan melihat apa yang Dira lakukan.
Pelukan yang Dira berikan tidak bisa menenangkan ibu dari Alvin. Dan dia masih saja mengamuk.
" Bik... Dira capek... cepek sekali.. "
Suara Dira yang lemah dan terdengar sangat letih itu mengalihkan perhatian ibu dari Alvin. Dia langsung menyadari kalau yang memeluknya dari tadi adalah Dira. Dan dia juga menyakiti Dira tadi.
" Dira... kamu terluka? "
" Tidak... cuma aku capek bi.... "
Alvin melihat Raka yang sudah menjatuhkan dirinya di sofa langsung menghampirinya untuk menanyakan apa yang terjadi barusan.
" Ka.. tadi itu.. "
" Jangan bicara aku masih pusing "
Raka sangat pusing saat ini. Karena tadi Dira membawa mobilnya dengan sangat ganas dan tidak memikirkan resiko apapun.
__ADS_1
* Flashback on*
Saat Dira sudah mengambil alih kemudi dan dia sudah memberitahu ibu Alvin kalau dia akan diam dulu. Disaat itu Dira memacu mobilnya lebih cepat lagi.
Para pengendara motor yang sebelumnya ugal ugalan itu sedang menghalangi jalan Dira. Tetapi Dira tidak ambil pusing dan tetap memacu mobilnya dengan kecepatan yang cepat. Sehingga mereka semua panik dan berusaha menepi.
" Kau ingin menghalangi jalan aku? aku rasa itu tidak akan bisa. Aku tidak suka untuk di hambat. "
Dira bergumam begitu dan langsung mengambil haluan mereka. Setelah bisa melewati mereka Dira langsung banting stir mobil dan membuat mobilnya memutar 360° sehingga para pengendara yang tidak siap itu terpaksa membanting stang motornya ke arah berbeda untuk menghindari kecelakaan.
Disaat itu Raka berteriak dan hp Dira jatuh hingga sambungan telponnya langsung terputus.
Raka merasa perutnya di aduk saat Dira melakukan hal itu dan di tambah Dira melajukan mobilnya kembali dengan cepat. Dira tidak peduli dengan mereka yang masih terjatuh saat ini.
" Aku tidak suka di usik. Tapi bila kamu cukup mempunyai kemampuan itu, aku dengan senang hati bermain dengan kamu. "
Dira tidak memperhatikan bagaimana kondisi Raka yang sudah sangat pucat dan menahan mual karena ulahnya. Dia tetap menngendarai mobilnya dengan cepat menuju Villa.
*Flashback off"
__ADS_1