
Dira yang sudah memberikan peringatan kepada Tolvar, akhirnya memutuskan sambungan telponnya. Dia ingin melihat email yang di kirimkan oleh Tolvar pada dirinya. Dia ingin melakukan penyelidikan langsung.
Tapi saat akan meninggalkan Villa lagu, Dira langsung di cegat oleh Alvin.
" Mau kemana? "
" Mau keluar mencari anggin segar. "
" Aku ikut. walaupun aku tidak bisa sepenuhnya menjaga kamu, setidaknya biarkan aku di sebelah kamu. "
Dira tau Alvin merasa tidak berguna saat di sebelah Dira saat ini. Tapi Dira tidak peduli. Dia harus membuat Alvin lebih kuat lagi. Dan Dia ingin nanti Alvin bisa punya sikap untuk menghadapi keluarganya.
" Ayo... "
Ijin yang di berikan oleh Dira, mengisyaratkan Alvin bisa menjaga dia nanti di luar sana. Dan hal itu membuat dia bahagia.
" Ra.. aku akan melihat ibu dulu. "
__ADS_1
" Ayo pamitan berdua. aku tidak mau nanti bibik mencari aku juga. "
Hal ini yang membuat Alvin semakin menyukai Dira. Itu karena dia sangat perhatian dan sayang kepada ibunya. Dira memang dikenal keras dan tegas oleh Alvin. Tapi dia tetap bisa menjadi anak manis saat bersama ibunya.
" Bi.. "
" Kalian.. mau kemana? mau kencan? "
Ibu Alvin selalu menduga kalau Dira dan Alvin itu mempunyai hubungan kusus. Tapi sebenarnya tidak sama sekali. Bahkan Alvin sudah menjelaskan itu berulang kali. Tapi tidak pernah di dengar oleh mamanya. Karena sampai sekarang Dira belum juga membantah hal itu dari nyonya Bulan. Dan nyonya Bulan, dia hanya mendengarkan apa yang Dira ucapkan.
" Kami mau keluar dulu bi.. mungkin kami tidak bisa pulang nanti malam. Ada hal yang harus kami cari di kota. Apa bibik ingin sesuatu? mau di bawakan apa besok pagi? "
" Kita akan kemana sekarang ini? ini sudah malam loh.. "
" Aku mau melihat situasi panti asuhan. Coba cari panti asuhan yang dekat daerah sini. Dan aku mau kesana untuk melihat situasi. Besok baru lanjutkan ke tempat lain kalau memang sudah terlalu malam"
Dira menunjukan sebuah alamat pada Alvin dan mereka akhirnya pergi ketempat itu. Saat sampai, anak anak panti itu sedang makan malam.
__ADS_1
" Selamat malam... "
" Selamat malam.. Dengan siapa ya? "
" Maaf bu... saya dari perjalanan jauh dan akan menuju ke kota. Tapi hari sudah malam. Apa bisa kami menginap di tempat ini malam ini? karena kami tidak melihat ada hotel di tempat lain di daerah ini bu.. Kami juga tidak mungkin menginap di kamar yang sama sedangkan kami bukan pasangan suami istri."
Ibu panti tersenyum mendengar apa yang Dira ucapkan. Dia baru melihat ada gadis yang masih menjaga nama baiknya seperti Dira ini. biasanya mereka akan dengan senang hati menyerahkan diri pada laki laki untuk kepuasan sesaat.
" Baik mari masuk kedalam.. anak anak sedang makan malam. Apa kalian sudah makan? mau makan bersama kami? "
Alvin sempat kaget dengan apa yang Dira ucapkan tadi. Ternyata Dira ingin menginap di panti ini malam ini. Padahal rencana mereka tidak begitu sebelumnya.
" Terimakasi bu... kami sudah makan tadi.. Silakan lanjutkan makan malamnya bu... maaf saya sudah mengganggu waktu makannya.. "
Keramahan dan kesopanan Dira membuat ibu panti itu menjadi senang dengan hadirnya Dira disana. Dan mereka di biarkan duduk di ruang tamu, sementara ibu panti melanjutkan menemani anak anak yang sedang makan.
" Vin, kamu coba nanti berbicara dengan ibu panti mengenai apa saja yang berhubungan dengan bantuan pariwisata atau apapun yang mengharuskan anak anak pergi dari panti dengan jumlah yang banyk. "
__ADS_1
Dira yang di awal di lihat Alvin ramah dan seperti gadis polos langsung berubah saat bicara dengan Alvin. Dia terlihat tegas di depan Alvin.