Lahir Kembali Di Tubuh Baru

Lahir Kembali Di Tubuh Baru
Perebutan Kue


__ADS_3

Nyonya Bulan dan Dira memasak bersama dan mereka sangat kompak di dapur. Dira membuat berbagai jenis kue. Dari kue kering, kue basah dan juga puding. Semua hal itu adalah kesukaan dari Yasmin, Albert dan Raka. Dira belum tau kesukaan Alvin, Angga dan nyonya Bulan.


"Ra... kamu sepertinya sangat menyanyangi Yasmin ya.. "


Dira tersenyum mendengar hal itu. Dia memang sangat menyayangi Yasmin. Dia tidak tau kenapa hatinya selalu mengatakan harus mengutamakan Yasmin dulu.


" Aku memang sangat menyayangi dia Bi.. terlepas siapa ibunya, aku tetap sayang pada Yasmin. Aku juga bingung kenapa ini bisa terjadi. Tapi hadirnya Yasmin membuat aku sadar kalau hidup tidak selalu berurusan dengan pekerjaan saja. Tapi kasih sayang ada di dalam sana juga."


Jawaban Dira, membuat nyonya Bulan semakin kagum pada Dira dia tidak menyangka akan mendengar hal itu dari Dira langsung. Dia bangga bila Dira bisa menyayangi Yasmin seperti anak kandungnya sendiri begini.


" Kamu membuat makanan begitu banyak, mau sampai kapan akan ini di stock Ra? "


" Bibi percaya atau tidak, camilan ini akan ludes semua hari ini juga. Mereka sangat suka makanan yang aku buat. Aku yakin walaupun banyak jenis yang aku buat, ritual mereka untuk saling berebut akan terus di lakukan. Tidak ada yang mau mengalah antara Albert dan Yasmin. "


Dira berkata begitu sambil tersenyum membayangkan bertapa heboh dan kacaunya perbuatan Yasmin dan Albert saat berebut makanan buatan Dira.

__ADS_1


" Ini semua untuk mereka? Bukan untuk kami semua? "


" Aku buat banyak Bi. Aku harap semua kebagian. Nanti camilan akan aku keluarkan saat makan selesai. Aku tidak mau anak itu tidak makan nasi nanti. "


Nyonya Bulan sudah merasa kalau Dira memang sudah sangat siap untuk menjalin hubungan baru dengan Albert.


" Ra.. kapan kamu akan menikah dengan Albert? "


Setelah semua beres Bi.. Jadu tenang saja aku tidak akan menghalangi pernikahan kalian dekat dekat ini, "


" Apa lagi kali ini? "


Pertanyaan Dira pada mereka berdua yang baru sampai meja makan untuk bergabung dengan yang lainnya.


" Daddy itu.. dia bilang kakak tidur denga daddy tadi di kamar. Aku sudah menangis karena pikir semua benar. Tapi ternyata dia bohong. "

__ADS_1


Dira mengelengkan kepalanya karena selalu saja Albert dan Yasmin berdebat hal tidak penting.


" Sudah sekarang makan dulu ya, nanti aku akan kasi camilan yang enak. "


Dira sudah mengintrupsi dan semua akhirnya diam dan mulai makan makan siang mereka. Setelah semua selesai, satu persatu kue yang Dira buat dia keluarkan. Mata Yasmin tidak lepas dari setiap kue yang sudah di sajikan oleh Dira. Dia ingin makan semuanya dan tidak membaginya dengan siapapun.


Saat dia mengangkat sendok ingin mengambil kue, secepat kilat kue itu sudah habis di depannya. Yasmin sampai bengong dengan apa yang terjadi barusan. Semua orang menga. bersamaan kue yang ingin dia ambil.


Lantas dia menatap Dira dengan mata berkaca kaca karena kehabisan kue kesukaan dia. Sedangkan kue itu sudah di makan oleh mereka semua.


" Ra.. enak loh."


" Kakak.. "


Pujian untuk Dira, tidak dia dengar sama sekali. Dia hanya mendengar suara serak dari Yasmin yang siap untuk menangis saat ini.

__ADS_1


" Sudah.. drama akan segera di mulai lagi... "


__ADS_2