Lahir Kembali Di Tubuh Baru

Lahir Kembali Di Tubuh Baru
Mengganggu Emosi


__ADS_3

Dira yang sudah berada di dapur membatasi diri agar pikirannya tidak mudah di baca oleh Yasmin. Dira memang terlihat sangat tenang di luar. Tapi di dalam, hati Dira sedang sangat marah. Dia kesal karena perkataan Yasmin barusan.


Dan Dira melampiaskan semua itu pada bahan masakan yang akan dia olah. Ayam yang masih mentah di cincang kasar oleh Dira karena dia sangat kesal dengan Albert yang membiarkan dirinya di peluk sembarangan oleh wanita lain.


" Dia menyuruh aku menjada diri, berpakaian sopan dan tidak dekat dengan pria lain. Sedangkan dirinya, dia bebas di peluk oleh wanita wanita itu. Dasar pria idung belang. Kalau memang suka dengan wanita yang centil, kenapa malah mengajak aku untuk menikah. Tidak punya pendirian. Kurang ajar "


Dira benar benar mengelola semua masakan itu dengan rasa kesal di hatinya. Dia bahkan terus mengomel mengenai tingkah Albert di pikirannya. Tapi di sisi luar, tidak ada perubahan yang terlihat. Dira tetap tenang dan memasak dengan cekatan.


"Kakak.. kita akan makan apa nanti? "


Dira masih diam karena dia bergelut dengan pikirannya saat ini. Dia bahkan tidak memperhatikan kalau Yasmin sudah berada di dekat dirinya.


" Kak.. "


" Haa?"

__ADS_1


" Kakak melamun? "


" Apa yang kamu mau tanyakan? "


" Kakak kenapa? Aku bertanya kita akan makan apa nanti? "


" Kita makan ayam cincang bumbu kemangi dan sayur buncis muda. Sudah sana kamu tunggu di meja makan. Kita akan segera makan nanti. "


Yasmin memperhatikan semua tingkah laku Dira dan terlihat tidak biasa. Tapi anehnya Dira bisa memasak dengan baik. Yasmin akhirnya ke meja makan dan bergabung dengan Albert.


Albert memperhatikan Dira dari meja makan itu dan memikirkan mengenai apa yang tadi terjadi. Dira sama sekali tidak terpengaruh dengan perkataan Yasmin.


" Apa lagi? Jangan membuat masalah Yas. Kamu tidak puas sudah mengatakan hal itu pada Dira tadi? Kamu lihat dia bahkan tidak bereaksi apapun saat kamu katakan hal itu. "


" Daddy salah. Kakak terlihat terganggu dengan apa yang terjadi tadi. Aku sendiri tadi bertanya pada kakak. Tapi dia tidak konsen mendengarkan apa yang aku bicarakan padanya."

__ADS_1


Albert mengulas senyum tipisnya. Dia suka bila Dira memang bisa terganggu dengan perkataan Yasmin. Tapi Albert juga masih ragu akan hal itu. Dia takut kalau dugaan Yasmin itu salah. Dan yang sebenarnya Dira hanya memikirkan tentang penyerangan yang akan datang.


Selesai memasak, Dira membawa semuanya ke meja makan dan menyajikannya. Dira sengaja mengambil posisi agak menjauh dari Albert karena dirinya masih kesal kepada Albert.


" Silakan di makan. "


" Ra... kenapa kamu duduk jauh sekali? sini lebih dekat. "


" Aku sudah nyaman di tempat ini. Lagi pula ini hanya masalah duduk saja. Jangan di ambil pusing. Lanjut makan saja. "


Dira benar benar tidak mau berintetaksi lebih jauh dengan Albert. Dia ingin membalas Albert dengan cara melakukan semua yang Albert larang.


Pikiran Dira sudah tidak bisa berkonsentrasi lagi dengan apa yang dia hadapi sekarang. Dan acara makan yang seharusnya hangat menjadi sepi sunyi karena Dira sama sekali tidak mau di ganggu.


Yasmin hanya bisa mengulum senyumnya saat tau Dira mulai menyukai Albert. Dia tidak sabar ingin Dira menjadi ibunya nanti. Dan dia bisa memikiki keluarga lengkap.

__ADS_1


" Aku harap kakak Dira cepat sadar kalau sudah menyukai daddy "


Dira yang mendengar apa yang di pikirkan Yasmin menjadi tersedak. Dia tidak menyangka kalau Yasmin sangat peka akan keadaan di sekitarnya.


__ADS_2