
Angga yang sudah beberapa hari sangat sibuk dalam memeriksa berkas perusahaan Baratwija itu, belum juga menemukan dimana letak kesalahan dalam laporan yang ganjil tersebut.
Dia melihat banyak ada manipulasi data. Tapi dia masih mencari sumber dari kecurangan itu dimana dan kemana larinya uang tersebut.
Dira membuka berkas itu seperti hanya melihat lihat saja tapi bisa langsung paham kalau berkas itu ada manipulasi data dan ada rekening palsu yang tercantum di sana.
" Pa.. sepertinya ini yang papa cari. Ini, semua yang aku lingkari ini adalah rekening palsu. Coba papa masukan id karyawan di prushaan itu, aku yakin pemilik dari nomor ini akan muncul di data. "
Angga menatap tidak percaya pada Dira. Dirinya yang dari beberapa hari yang lalu memeriksa semua berkas dengan sangat teliti menurut dia, dia bisa terkecoh dengan data itu. Tapi Dira yang baru melihat saja bisa langsung tau masalahnya.
" Kamu sangat hebat Ra.. "
__ADS_1
" Hanya harus lebih teliti saja pa. Semua data ini sudah di palsukan. Aku rasa papa sekarang di suruh memimpin hanya untuk menjadi kedok saja. Karena sebentar lagi perusahaan ini akan hancur dan bangkrut. Jadi yang akan di salahkan adalah papa. "
" Papa juga berpikkr begitu. Tapi papa berusaha untuk membangkitkan kembali perusahaan itu Ra. Dan tidak akan membiarkannya hancur di tangan papa. "
Dira dia melihat papanya. Kenapa Angga sangat bersikeras ingin mempertahankan perusahaan yang jelas jelas tidak memiliki harapan untuk bertahan lagi.
" Apa alasan papa? "
" Nama baik papa sebagai pemimpin baru. "
Angga tidak menyangka putrinya akan mengatakan hal itu. Tapi setelah di pikir oleh Angga, apa yang di katakan Dira memang benar adanya. Dia tidak perlu melakukan sesuatu yang bukan tanggung jawab dia.
__ADS_1
Angga juga sudah lama meninggalkan perusahaan dan keluarga Baratwija. Jadi tidak masalah untuk dia mebiarkan perusahaan itu bangkrut dan di akuisi oleh Dira.
" Jadi kamu ingin membuat cabang perusahaan kamu lagi Ra? "
" Belum pa.. Aku hanya ingin membuat pabrik dan lahan perusahaan Baratwija akan menjadi tempat yang cocok untuk itu. Aku tidak mau meninggalkan jejak dari keluarga Baratwija lagi di tempat ini. "
Angga tersenyum pada putrinya. Dia sangat tau putrinya masih sangat marah mengenai masalah ibunya dulu yang di bunuh dan di lecehkan oleh Fredi saat sudah tidak bernyawa.
" Ini semua masalah sudah selesai. Jadi sekarang saatnya papa tidur. Aku tidak mau papa sakit nanti. "
Angga di tarik tangannya oleh Dira untuk keluar dari ruangan kerjanya. Dira menuntun Angga untuk menuju kamarnya sambil bertanya sesuatu yang membuat Angga tidak bisa menjawab apapun.
__ADS_1
" Pa bagaimana hubungan papa dengan bibi Bulan? Apa ada kemajuan? Kalau bibi Bulan mau menikah dengan papa, aku bersedia menerima dia sebagai ibu sambung aku. "
Angga tidak bisa mengatakan apapun setelah mendengar apa yang di katakan oleh Dira