
Yasmin menatap Albert dan Dira bergantian. Dia merasa ada yang berbeda dari sikap kedua orang dewasa di hadapannya saat ini. Tidak biasanya Dira akan bersikap canggung begitu pada Albert selama ini. Sedangkan Dira dia masih mencoba untuk bersikap biasa saja pada Albert agar Yasmin tidak semakin curiga. Tapi Yasmin sedah terlanjur curiga dengan sikap mereka berdua.
" Aku akan memasak dulu. Yas.. kamu mau bantu aku memasak? "
Sikap Dira yang seperti ini sangat lucu menurut Albert. Dia tau kalau Dira akan merasa canggung saat bersama dengan dirinya. Tapi Albert sengaja tidak memperdulikan hal itu. Karena melihat wajah merah dari Dira menurut dia sangat menyenangkan.
" Ahhh kalau tadi tidak di ganggu, aku yakin saat ini kamu sedang melakukan olahraga malam"
Pikiran Albert langsung membuat Dira melototkan matanya. Dia sadar kalau Yasmin juga mendengar apa yang di pikirkan Albert. Tapi untung saja anak itu tidak mengerti apa yang di maksud dengan olah raga malam untuk Albert itu.
" Olah raga apa yang ingin daddy lakukan dengan kak Dira? Kenapa kalian sampai sampai canggung begini? Bila ingin olah raga, sana saja pergi. Akh gak apa tidur sendiri. "
__ADS_1
Wajah Dira semakin memerah. Selain malu, dia juga merasa marah pada Albert. Dia tidak menyangka kalau Albert akan memikirkan hal itu di saat Yasmin masih ada bersama mereka.
Albert tau kalau dia sudah salah karen sudah kelepasan itu menjadi gelagapan sendiri. Dia takut Dira akan memarahinya karena dirinya yang sudah memikirkan hal itu dan membuat Yasmin mengetahui semua walau dalam arti yang berbeda.
" Kakak lapar Yas... ayo mulai masak. "
Yasmin dan Dira mulai memasak dengan cepat dan Dira tidak ingin berada lebih lama di sekitar Albert dulu saat ini. Dia takut Yasmin pikirannya ternodai oleh pikiran Albert yang kacau.
Mata Dira seolah mengatakan hal itu saat dirinya menatap Albert sambil memasak. Dan Albert dia paham akan peringatan Dira. Jadi dia hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal,
Selesai memasak, Dira dan Albert memulai makan malam di temani oleh Yasmin. Dan sebisa mungkin Albert mengalihakan pikirannya dari Dira saat Yasmin ada di dekat mereka.
__ADS_1
" Yas.. apa kamu sudah mengantuk? Kalau iya, tidur dah lebih dahulu. Biar Dira menyelesaikan makan malamnya dengan pelan. "
" Aku sudah selesai. Jadi kami bisa langsung ke kamar untuk beristirahat. Selamat malam Al."
Albert tidak bisa melarang Dira untuk pergi saat melihat Yasmin yang sudah di gendong oleh Dira untuk di ajak ke dalam kamar.
" Kali ini kau bisa lolos Ra.. tapi tidak saat kita nanti sudah menikah. Kau bahkan tidak akan aku biarkan untuk keluar kamar tanpa seijin dari aku. "
Albert masih berusaha menahan keinginan dirinya saat ini. Dan ini sangat menyiksa untuk Albert. Dia harus merasakan sakit kepala terus karena keinginan dia belum juga bisa dia salurkan.
Tapi dengan hal ini, Albert semakin cepat ingin menikahi Dira agar mereka bebas melakukan segalanya dan tidak ada pengganggu nantinya. Dan yang terpenting adalah Dira tidak bisa kabur lagi dari dirinya bila mereka sudah sah menjadi suami istri.
__ADS_1
" Tunggulah Ra.. aku akan secepatnya berbicara dengan papa kamu untuk membicarakan masalah pernikahan kita. "