Lahir Kembali Di Tubuh Baru

Lahir Kembali Di Tubuh Baru
Markas Mafia Besar


__ADS_3

Dira menyusuri jalan yang akan membawa mereka mendekati bangunan besar itu. Perlahan mereka berjalan sambil menyelinap di balik pohon atau batu besar di dekat mereka.


Markas Nicolas berada di lahan yang sangat luas dan gersang. di dekat sana ada pohon pinus untuk menghalangi orang mengetahui kalau ada temapt rahasia di sekitar sana.


" Sepertinya dia mempunyai banyak pengawal Al. "


" Tidak sebanyak punya aku, kamu dan om Angga."


" Tapi kita tidak tau bagaimana kemampuan mereka dalam bertarung. "


Albert setuju akan hal itu. Saat mereka sudah bisa mendekat dengan bangunan itu, Dira mencari cara agar dia bisa masuk kedalam. Tapi dia perhatikan tempat tersebut tidak ada jalan masuk yang bisa dia gunakan saat ini.


Tapi begitu matanya menatap kebawah, di dinding bagian bawah bagunan itu ada lobang udara. Entah apa tujuan pembuatan lobang itu. Tapi Dira yakin itu jalan satu satunya yang bisa dia gunakan sekarang.

__ADS_1


" Al.. ini. "


" Biar aku masuk lebih dulu dan memastikan jalan kita. "


Albert mencoba membuka penghalang besi dari lobang itu dengan pelan. Dia tidak mau menimbulkan suara saat ini. Karena mereka hanya datang berdua saja sekarang. Akan sangat merepotkan bila dirinya sampai tertangkap oleh anak buah Nicolas nanti.


" Sepertinya keamanan tempat ini jauh lebih ketat dari istana dan markas Alberto beselumnya. Aku harus lebih waspada akan tempat ini. Aku yakin Nicolas bukan orang biasa hingga aku tidak bisa meretas data yang dia punya. Dia sangar pandai menyembunyikan dirinya dan ini menjadi kecemasan untuk aku. "


Baru masuk kedalam lubang itu, Dira dan Albert langsung mencium bau anyir dan lorong yang sekarang mereka sedang telusuri sangat licin dan berlendir.


" Ini bukan lubang udara. Ini seperti tempat pembuangan limbah. Astaga aku masuk ketempat menjijikan ini sekarang. "


Dira berkata begitu dalam hati. Albert pun sama saja. Walaupun dia berkata yang sama seoerti Dira, tapi ekspresi wajah dari Albert tidak ada berubah. Tetap serius dan seolah tidak terganggu.

__ADS_1


Lorong itu cukup jauh mereka lewati sampai mereka bertemu lagi lubang yang sama seperti di awal dan terhalang besi juga. Albert lagi lagi berusaha melepaskannya dari dalam. Tapi tidak semudah itu melepaskannya. Karena besi tersebut ternyata lebih besar dan berat dari yang di awal.


" Ra, kamu bawa sesuatu untuk memotong besi ini? "


Dira tidak bicara apapun pada Albert dan langsung menyerahkan pisau lipatnya dan disana ada gergaji kecil yang sangat tajam memang di kususkan untuk memotong besi. Albert mulai menggunakan pisau itu dan dia mulai memotong besinya.


Tapi mereka samar samar mendengar suara penjaga yang sedang mengobrol disana. Itu membuat gerakan Albert langsung terhenti untuk mendengarkan pembicaraan mereka.


" Aku tidak menyangka kalau bos kita akan bermain curang pada rekan bisnisnya sendiri. Aku rasa bos kita memang sengaja untuk membuat rekannya sibuk dan dia mempersiapkan rencana lain untuk menjebak Albert Braham dan pasngannya itu."


" Benar Bos pasti ingin wanita itu jadi miliknya. Maka dia membuat sangakar besar untuk menempatkan wanita itu nanti disana "


Albert mengepalkan tangannya mendengar hal tersebut.

__ADS_1


__ADS_2