
Dira memutuskan harus bicara jujur pada Yasmin saat ini. Karena hanya mereka berdua yang mempunyai mimpi mimpi buruk mengenai kejadian yang akan terjadi dengan Nicolas. Jadi lebih baik berkerjasama dengan anak kecil yang pemikirannya dewasa itu dulu.
" Yas, saat aku bicara, bisa kamu tidak menyelanya nanti? "
Yasmin menganggukan kepalanya. Albert paham akan apa yang Dira lakukan. Tapi dia tidak mau bila hal ini di ketahui oleh Yasmin.
" Ra.. "
" Diam Al.. Kamu tau aku mengambil keputusan ini bukan karena Yasmin marah pada kita. Tapi ini semua karena berhubungan dengan dirinya. Yasmin sangat pintar dan dewasa dalam pikirannya. Jadi dia akan bisa mengerti apa yang akan aku ceritakan pada dirinya saat ini."
Albert diam dan menunggu saja. Dia sebenarnya keberatan dengan keputusan Dira ini. Karena ini akan membahayakan Yasmin nanti. Tapi bila tidak di beritahukan, takutnya memang Yasmi dalam bahaya nantinya.
" Yas, dengar. Aku tadi habis dari markas orang yang ada dalam mimpi kamu. Aku kesana bersama Albert. Dan aku ingat akan sesuatu hal. Kamu sangat lemah bila di goda dengan makanan kesukaan kamu. Kamu akan langsung memakan itu tanpa mencari tau siapa pembuatnya. Aku minta mulai sekarang, baik makanan atau minuman yang akan kamu makan, kamu pastikan dulu itu. Tanya siapa yang buat dan bila aman, kamu boleh memakannya. Paham? "
" Kenapa kakak pergi kesana tanpa bilang sama aku? Kenapa harus berbohong mengenai hal itu? "
__ADS_1
Dira tidak berbohong pada Yasmin. Dia bahkan tidak tau kalau Albert menulis kertas itu untuk Yasmin sebelum mereka pergi.
" Kakak gak ada bohong. Kamu pasti tau siapa yang menulis hal itu. Kakak hanya tidak memberitahu kamu saja mengenai masalah kepergian kakak. Yas.. kamu belum jawab perkataan kakak tadi. "
" Ya kak.. "
Yasmin menganggukan kepalanya setelah itu menatap tajam Albert. Dia tidak suka di bohongi. Maka dari itu dia sangat marah.
" Tapi gimana cara aku tau itu boleh di makan atau tidak? "
" Kakak akan bicara dengan Syan nanti. Dia pasti bisa membantu mencari solusi untuk pengetesan makanan dengan cepat. "
Yasmin kembali menganggukan kepalanya. Tapi wajahnya masih di tekuk untuk menunjukan protes dirinya pada Dira.
" Kamu masih marah? "
__ADS_1
" Kakak pergi gak bilang. "
" Mau tak buatin kue kesukaan kamu nanti? Tapi kamu harus tidur dulu. Karena kamu dari jam 2 pagi katanya gak tidurkan? Ayo tidur. Kaka temenin. Kita tidur bareng. "
" Daddy ikut ya.. "
" No.. pergi sana. Daddy sudah bohong sama aku. Aku tidur sama kakak aja. Kakak gak boleh dekat daddy lagi. "
Dira akhirnya tersenyum lega karena tau Yasmin tidak marah lagi padanya. Dia memang harus bicara semuanya pada Yasmin sebelum terlambat.
" Al.. kamu istirahat saja di kamar kamu dulu. Kamu pasti capek juga kan? Aku akan tidur dengan Yasmin di sini. "
Albert tidak mau berdebat lagi dengan Yasmin. Dia tau kalau anaknya itu susah sangat mengantuk sekarang. Jadi Albert memilih pergi tidur di kamarnya saja saat ini.
" Yas, kenapa kamu bangun tengah malam? Apa yang kamu mimpikan? Ada yang mengganggu diri kamu lagi? "
__ADS_1
Tepat pertanyaan Dira itu memang kenyataan yang ingin di katakan oleh Yasmin pada dirinya saat dia bangun tengah malam tadi.