
Setelah berpamitan dengan semua penghuni panti, Dira dan Alvin memilih pergi kembali ke Villa. Mereka juga sudah menjanjikan akan ikut dalam kegiatan panti akhir pekan.
Semua berjalan sesuai dengan keinginan Dira. Sesampainya mereka di villa, Raka menyambut mereka dengan tatapan galaknya. Dan Angga juga melakukan hal yang sama. Mereka tidak menyangka kalau Alvin dan Dira akan memih untuk pergi menginap di panti asuhan berdua.
Pikiran Raka yang memang sangat posesif kepada Dira itu mengatakan kalau Alvi pasti sudah melakukan hal yang macam macam pada Dira. Jadi saat mereka datang, Raka langsung menatap tajam kearah mereka berdua.
Dira yang tidak mau ambil pusing apa yang di pikirkan kakaknya itu, dia langsung duduk di sofa di sebelah papanya. Dira mulai bersandar di bahu papanya.
Angga yang mendapat perlakuan manis dari Dira, emosinya bisa surut seketika. Sedangkan Raka menatap jengah tingkah laku Dira. Dia tau kalau Dira pasti sengaja melakukan itu untuk meredam emosi mereka berdua.
" Ra... "
" Apa sih kak? Aku capek tau.. Kalau mau marah, marahin Alvin sana. "
Dengan seenak hati Dira melempar semua masalahnya pada Alvin. Dan Alvin jelas tidak tau apa yang harus dia lakukan saat ini. Dira tidak ada mengatakan apapun pada dirinya tadi.
__ADS_1
" Vin... "
" Kenapa Ka? "
" Kalian kenapa bisa menginap di panti? Apa kamu mengambil kesempatan saat berada di panti dengan Dira? "
Selesai pertanyaan kedua Raka, sebuah bantal melayang dan mengenai kepala Raka. Dan pelakunya adalah Dira. Dira tidak terima dengan tuduhan Raka. Karena bagaimanapun, Dira bisa menjaga dirinya sendiri dari Alvin.
" Kakak kalau bertanya suka mengada ngada.. Kakak pikir aku akan mudah di perdaya oleh dirinya? aku tidak akan semudah itu untuk di taklukan kak. "
" Ka... bila kau curiga pada aku yang memperdaya Dira, kau harus lihat dulu bagaimana kemampuan adikmu itu dalam berakting. Pasti kau akan berpikir kalau dia memang mempunyai kepribadian ganda. "
Elusan sayang di kepala Dira langsung berhenti saat mendengar apa yang Alvin katakan itu. Dan Angga tiba tiba menegakan tubuh Dira.
" Apa maksud dari Alvin Ra? "
__ADS_1
" Aku tidak paham pa... Dia hanya membual itu. Jangan di percaya. Aku mendapatkan hasil dari menginap aku kemarin. "
Semua menjadi serius saat mendengar apa yang Dira ucapkan. Mereka tidak ada menyela setiap kata yang Dira bilang sampai Dira mengakhiri ceritanya.
Semua yang Dira tau, dia ceritakan oada Raka dan Angga. Dia mau semua ikut berkerjasama dalam hal ini. Karena nanti dalam rencana Dira, akan melibatkan banyak orang di dalamnya.
" Apa papa punya rencana untuk menggagalkan mereka? "
Dira ingin menghormati papanya dulu. Dia tidak mungkin selalu mendominasi dalam setiap rencana. Kecuali memang hal yang sangat penting dan bahaya.
" Papa pikir kita bisa menggantikan supir itu dengan orang kita. Dan membawa mereka dalam keadaan aman ke kebun binatang. "
" Kalau menurut aku kita tidak bisa secara terang terangan melakukan hal itu. Itu akan membuat mereka sadar kita sudah mengetahui pergerakan mereka. Jadi itu bisa membuat mereka lebih hati hati nantinya."
Raka menyela perkataan Angga karena dia sering kali melihat cara Dira dalam menghadapi masalah. Jadi dia sedikit tidaknya tau bagaimana cara Dira dalam menghadapi masalah.
__ADS_1