
Dira dan Albert walaupun sudah menjalin hubungan, kejasama mereka tidak berubah. Tidak ada yang mendominasi dan berusaha mengatur pasangan mereka disaat sedang melakukan misi. Lebih tepatnya mereka seperti rekan kerja dalam menjalankan misinya.
Dira dan anak buahnya yang lain sudah memantau keadaan sekitar dan memastikan pergerakan musuh mereka. Semua persiapan sudah di lakuka dengan matang dan sekarang mereka sedang menunggu saja.
" Ra.. untuk Asa dan Chupa kamu sungguh akan membiarkan mereka ada di tempat ini? Apa kamu tidak taruh saja mereka di dekat rumah nanti? "
Saat ini Albert dan Dira sedang mengecek jebakan yang sudah selesai di buat oleh anak buah Albert. Mereka berjalan bersama dan memeriksa setiap jebakan yang sudah selesai.
" Aku membiarkan mereka di tempat ini agar melindungi rumah dari serangan. Karena ini tempat yang akan di lalui terakhir yang akan di lalui bila mau masuk kedalam rumah. "
" Bila begitu, kenapa kamu meminta semua jebakan ini di buat di tempat ini? Kita akan berada dimana? "
__ADS_1
" Kita akan menemui orang yang mengirim mereka kesini. Aku sudah malas untuk bermain terlalu lama dengan mereka. Sudah cukup juga untuk Tolvar dan yang lainnya berlatih selama ini. Jadi biarkan mereka menghadapi orang yang di kirim kemari dan kita akan pergi menyelinap ke dalam kerajaan itu. Aku penasaran bagaimana mewahnya tempat itu. "
Albert menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Dira. Dia seolah tidak pernah melihat tempat mewah bila berkata seperti itu. Padahal rumah Dira di hutan ini sangat mewah dan sangat besar. Tapi masih saja dia berkata seolah dia orang yang miskin.
" Hei.. aku tau apa yang kamu pikirkan. Aku hanya penasaran. Bukan merasa miskin. Siapa tau dengan aku melihat desain kerajaan itu aku bisa punya ide meminta rumah pada kamu nanti. "
" Aku akan memberikan apa yang kamu mau. Rumah yang seperti apapun akan aku buatkan untuk kamu. Dan kita penuhi setiap kamarnya nanti dengan anak anak kita. Bagaimana? "
" Aku bukn kucing. Kalau begitu aku hanya akan tinggal di apartemen kecil saja dengan 2 kamar. 1 kamar untuk Yasmin dan aku sedangkan yang 1 lagi untuk kamu. "
Perdebatan seperti itu membuat mereka bertambah dekat dan semakin memahami satu sama yang lainnya. Dira bisa terbuka kepada Albert dan begitu juga sebaliknya. Hanya saja sikap posesif dari Albert yang kadang membuat Dira kesal dan marah padanya.
__ADS_1
" Tolvar. dengarkan aku baik baik. Malam ini aku dan Albert akan pergi kesuatu tempat. Kau harus memastikan tidak ada yang mengganggu Yasmin saat dia tertidur nanti. Aku tidak mau dia mengikuti kami. "
" Baik nona. "
Tolvar belum tau kalau akan ada penyerangan malam nanti oleh orang itu. Dan Dira sengaja melakukannya agar Tolvar tidak panik dan membuat Yasmin semakin berkeinginan untuk keluar rumah nanti.
" Aku akan bicara dengan Yas dulu. Apa kamu mau ikut? "
" Tentu.. aku akan bersama kamu kemanapun kamu pergi. "
Dira memutar bole matanya malas. Dia tidak ingin meladeni lagi perkataan Albert yang seperti itu. Saat ini dia harus memngingatkan Yasmin akan janji yang pernah dia katakan pada Dira. Jadi nanti saat dia dan Albert pergi, Dira bisa merasa tenang.
__ADS_1