Lahir Kembali Di Tubuh Baru

Lahir Kembali Di Tubuh Baru
Serahkan PadaKu


__ADS_3

Dira menatap Albert seksama. Dia merasa reaksi yang di berikan oleh Albert terlalu berlebihan. Dia hanya meminta penjaga saja, tapi kenapa reaksi dari Albert sampai seperti ini.


" Kamu kenapa? "


" Hei.. kamu tadi meminta anak buah aku berjaga di sini. Kamu pikir aku tidak kawatir tentang hal itu? Kondisi kamu belum membaik saat ini. Tapi musuh sudah ada lagi. Dan kali ini dari siapa? Kenapa banyak sekali masalah yang menghampiri kamu? "


Dira kesal mendengar apa yang Albert katakan. Seolah Albert itu sedang mengeluh karena semenjak bersama Dira hidupnya banyak masalah.


" Tidak jadi. Tidak usah. Makasi. "


Albert akhirnya duduk karena dia tau saat ini Dira sedang dalam suasana hati yang tidak baik. Dira pasti salah paham akan reaksinya. Jadi Albert ingin menjelaskan semuanya sekarang juga.


" Ra.. Aku hanya takut kamu kenapa kenapa lagi. Kamu sadar tidak kalau saat ini kamu sedang terluka? Aku tidak akan membiarkan kamu terluka lagi. Aku tidak bisa melihat kamu seperti sebelumbya lagi. Sadar tidak kalau aku saat ini sangat kawatir pada kamu? "


Dira diam menatap Albert. Dia masih bingung dengan semua perubahan Albert padanya. Kadang sangat galak, kadang lembut, kadang manis dan kadang gila. Sebenarnya entah yang mana sifat Albert yang sebenarnya.


" Ra... kamu paham? Apa yang kamu lamunkan lagi? "

__ADS_1


" Aku hanya minta tolong berjaga saja. Bukan untuk melawan sekarang. Lagipula mereka baru mengintai di sekitar tempat ini saja. "


" Siapa mereka? "


Dira ragu mengatakannya pada Albert. Dia takut di marahi lagi karena ikut campur urusan orang lain lagi. Tapi dia sudah berjanji pada Tolvar kalau akan membalaskan rasa sakit yang dia rasakan.


" Oke lupakan pertanyaan aku tadi kalau kamu tidak mau menjawabnya. Tapi, bisakah aku meminta pada kamu untuk tidak terlibat untuk hal kni lagi? Biar akan aku yang melakukan segalanya sekarang. "


Dira masih menatap dalam mata Albert. Dia masih ragu untuk berbagi segalanya pada Albert. Tapi di antara yang lain. Hanya Albert yang bisa paham akan jalan pikiran dirinya. Bahkan papanya Angga belum tau banyak mengenai Dira.


" Apa aku bisa percaya pada kamu? "


Mereka sama sama diam dan menyelami mata masing masing. Albert menemukan ketenangan dia saat menatap dalam mata Dira. Dan Dira juga merasakan hal yang sama. Dia bahkan bisa merasakan kalau Albert memang bisa dia percaya sepenuhnya untuk masalah ini. Larut dalam pandangan mereka, hingga tanpa sadar Albert memajukan kepalanya mendekati Dira dan hampir mencium Dira saat ini.


Tapi ketukan pintu menyadarkan perbuatan mereka saat ini. Dalam keadaan canggung mereka sama sama menjauh dan menggaruk belakang kepala mereka masing masing.


Dira masih menetralkan detak jantungnya dan akhirnya memerintahkan orang yang mengetuk pintu untuk masuk.

__ADS_1


" Masuk.. "


Tidak ada yang membuka pintu setelah Dira berkata begitu. Dira dan Albert kembali saling menatap sampai Dira sadar akan suatu hal.


" Aahhh tolong buka pintunya. Itu pasti chupa saat ini tidak bisa masuk"


Albert langsung membuka pintu dan benar saja Chupa langsung masuk dan naik keatas tempat tidur Dira.


" Ra.."


" Biarkan. Dia tidak akan buat masalah"


Chupa bermanja pada Dira saat ini. Dan Dira mengelus sayang kepala Chupa.


" Dengan binatang itu dia sangat manis dan bis sangat sayang. Sedangkan dengan aku, kenapa dia tidak bisa peka sedikit saja? "


Albert cemburu dengan Chupa. Dia merasa Chupa sudah mengambil waktu dia untuk bersama Dira lebih lama. Dan semua hal itu di dengar oleh Dira. Dia mengabaikan semua pikiran Albert dan terus mengelus Chupa.

__ADS_1


" Ra... untuk yang tadi m, aku serius. Apa bisa kali ini semua di serahkan pada aku saja? "


__ADS_2