
Dira langsung sadar saat mendengar suara Yasmin. Dia langsung mendorong Albert agar menjauh dari dirinya dan dia berjalan membawa makanan yang dia siapkan untuk Yasmin.
Sedangkan Albert, dia menggerutu karena kegiatannya di ganggu oleh Yasmin.
" Anak itu.. sungguh.. Aahhh.. kenapa dia harus ikut sih.. "
Albert merasakan kepalanya berdenyut karena dia menahan keinginan dirinya saat ini. Dan Dira, setelah tiba di depan Yasmin, dia mengelus dadanya karena merasa di selamatkan di waktu yang tepat oleh Yasmin.
" Kak.. kenapa wajah kakak merah begitu? "
" A.. aa.. aahh.. tidak apa apa.. sudah sana makan. Kakak mau ganti baju dulu. "
Dira langsung pergi ke kamar yang dia tempati untuk mengganti pakaiannya. Untung saja dirinya mempunyai pakaian yang tertutup saat ini. Kalau tidak dia akan tambah bahaya nantinya. Karena Albert sudah tidak bisa di kendalikan lagi. Tindakan Albert sudah mulai berani pada dirinya sekarang. Jadi Dira harus lebih berhati hati sekarang pada Albert.
__ADS_1
" Dasar pria mesum. Bisa bisanya memlakukan hal itu pada aku tadi. Albert sudah mulai berbahaya sekarang. Dan reaksi tubuh aku kenapa bisa begitu? kenapa aku bisa lepas kendali juga? Aduuuhhh aku harus lebih hati hati sekarang pada Albert. Kalau tidak nanti bisa kebablasan bila di biarkan. "
Dira dengan cepat memakai pakaiannya dan dia kembali duduk di kasur untuk menenangkan diri. Dia belum berani bertemu dengan Albert. Ada rasa malu yang Dira rasakan. Selain itu, detak jantungnya juga tidak normal bila melihat Albert sekarang.
" Aduhh gimana nih, kalau aku tidak keluar dan makan sekarang, nanti aku bisa kelaparan tengah malam. Dan juga Yasmin nanti tidak bisa menemani aku saat bersama Albert. Tapi kalau keluar, aku harus bertemu dengan Albert dan akan terasa sangat canggung dan malu nantinya. Aku harus apa sekarang? "
Dira lama berpikir dan daripada dia menahan lapar terlalu lama, dia akan keluar untuk makan. Tapi akan menahan Yasmin di dekatnya agar dia tidak berdua saja dengan Albert nanti.
" Kak.. kenapa lama sekali? "
" Maaf.. kamu mau kemana? temani kakak makan dulu ya.. "
" Kakak sama daddy saja ya.. aku capek. ".
__ADS_1
Dira langsung menggeleng. Dia tidak berharap akan berdua saja dengan Albert untuk sekarang.
" Temani aku ya Yas.. aku tidak mau berduaan dengan daddy kamu. "
" Ada apa dengan kakak dan daddy? Kenapa kalian berdua terlihat berbeda sekarang? Tadi daddy terus menatap aku dengan tajam saat makan. Seolah aku membuat kesalahan pada daddy tadi. Tapi saat di tanya, jawabannya cuek dan bilng tidak ada apa apa. Terus sekarang kakak juga sangat aneh. Biasanya tidak masalah bersama daddy berdua saja. Kenapa sekarang meminta aku untuk menemani kakak? "
" Yas.. jangan banyak bertanya. Temani saja aku sekarang. "
Dira mendorong Yasmin untuk kembali lagi ke meja makan dan menemani dirinya makan malam. Dira tidak bisa menjawab semua pertanyaan Yasmin karena dia bingung untuk menjelaskannya. Dan di meja makan terlihat Albert yang sedang duduk disana sambil memakan roti untuk mengganjal perut.
" Akhirnya kamu datang juga Ra.. aku sudah sangat lapar.. Kamu belum memasak untuk makan malam kita.. "
Dira tersenyum canggung pada Albert. Dia masih belum bisa menghadapi Albert saat ini. Jadi dia masih terlihat kaku saat menanggapi apa yang Albert katakan.
__ADS_1