
Dira yang saat ini sudah di ruang pembuatan obat tidak bisa konsentrasi karena mendengar pikiran dari Yasmin. Dira sampai menghentikan kegiatanya meracik obat saat pikiran dari Yasmin terus terngiang di kepala Dira.
" Kamu kenapa Ra? sakit? "
" Diam lah. Jangan ganggu aku. "
" Kamu kenapa? Hei.. sini istirahat dulu. "
Albert menuntun Dira dan membawanya ke tempat duduk untuk istirahat. Tapi tidak ada yang aneh di lihat oleh Albert dari Dira dia hanya melihat Dira seperti sedang kebingungan saja.
" Kamu kenapa hemm? "
Dengan lembut Albert menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Dira. Dia ingin tau apa yang mengganggu Dira sampai seperti ini.
__ADS_1
" Aku tidak apa apa Albert. Hanya sedikit terganggu dengan beberapa hal. Kau tidak usah berada di sini. Aku ingin sendiri sekarang. "
" Ada apa kamu sampai ingin menyuruh aku pergi? Apa ada hal yang tidak boleh aku ketahui? "
Dira melihat wajah Albert dengan seksama. Dan perasaan tidak nyaman itu kembali muncul begitu saja di benaknya. Membayangkan Albert di peluk dan di cium oleh wanita lain membuat Dira kesal dan marah.
" Jangan mendekati aku lagi. Aku mohon. "
Albert menjadi bingung dengan arah bicara Dira seperti ini. Dia merasa Dira berbeda dari biasanya. Dira yang dia kenal tidak akan berbicara dengan berbelit belit begini.
" Albert, semenjak kau dan aku dekat, kita sering berinteraksi bersama bahkan kau mengatakan akan menjaga aku dan melindungi aku, sejak saat itu ada perasaan aneh yang aku rasakan. Rasa tidak nyaman dan rasa yang kadang mempengaruhi emosi aku. Aku tidak suka hal yang seperti ini. Aku merasa bukan diri aku yang sebelumnya lagi. Jadi bisakah kamu menjauh saja dari aku saat ini? "
Albert tidak bisa menyembunyikan raut wajah bahagianya. Dia sangat bahagia saat mendengar Dira mengatakan hal itu. Dan itu artinya hati Dira sudah terbuka untuk dirinya saat ini.
__ADS_1
" Kamu menyuruh aku untuk mundur saat ini? Aku tidak akan mau. Asal kamu tau, aku berusaha untuk membuka hati kamu perlahan lahan. Dan saat terbuka untuk apa aku pergi meninggalkan kamu? Itu tidak akan terjadi. "
Dira kesal dan memukul Albert. Dia tidak menyangka kalau Albert tidak akan mengerti dirinya saat ini. Dira hanya tidak mau lagi mendengar Albert dekat dengan orang lain dan nantinya akan mempengaruhi dirinya lagi dengan emosi yang tidak setabil.
" Kau kenapa kau egois dan tidak mau mengerti ha? Bila kau tetap di dekat aku dan kau nanti dengan bebas memeluk wanita lain serta menciumnya, aku akan terpengaruh. Lebih baik kau pergi menjauh dari aku saat ini. "
Albert paham kalau Dira sama sekali tidak pernah mengenal yang namanya hubungan romantis selama ini. Jadi wajar rasa cemburu itu dia salah artikan. Jadi Albert akan menjelaskan segalanya pada Dira saat ini.
Albert tidak mau kesalah pahaman ini berlanjut nanti dan membuat Dira tidak percaya pada dirinya.
" Dengar Ra.. aku tidak pernah memeluk wanita lain kecuali Yasmin dan mendiang istri aku setelah aku dewasa. Itu karena orang tua aku sudah lama tiada sejak aku masih remaja. Untuk masalah perkataan Yasmin yang bilang aku di peluk Mona itu, semua itu karena dia mencari kesempatan itu juga hanya sekali. Tidak pernah lagi. Untuk ciuman, itu di lakukan saat aku lengah dan itu di bagian pipi. Jadi sayang.. kamu masih cemburu dengan hal itu? "
*Blush*
__ADS_1
Pipi Dira langsung memerah saat mendengar Albert memanggil dirinya sayang.