
Albert sadar kalau Dira bisa mendengar apa yang dia pikirkan selama ini. Jadi Albert merasa bersalah karena hal itu.
" Ra... tolong jagan marah begini. Aku salah tadi. Aku tidak bermaksud berpikir buruk tentang kamu. Tolong jangan marah ya... "
" Tuan Braham. Saya tidak marah pada anda. Saya hanya harus menyadari posisi saya saja saat ini. Saya hampir melupakan kalau diri saya tidak boleh berperilaku seperti itu pada putri anda. Dan saya melewati batas itu. "
Albert merasa semakin tidak nyaman dengan pembicaraan ini. Dira yang berbicara formal padanya ini sangat mengganggu untuk dia. Albert sama sekali tidak berniat seperti itu pada Dira. Dia tadi hanya berpikir ngelantur saja. Dan tidak berniat menyinggung Dira.
Apa lagi Dira sudah memperingatkan dirinya kalau dia tidak boleh ikut campur dengan apa yang Dira lakukan pada Yasmin nantinya.
Dira ingin meninggalkan mereka di dalam kamarnya dan pergi untuk menenangkan diri dulu sebelum dia nanti mengobati Yasmin. Tapi Albert tidak mengijinkannya pergi. Albert menahan tangan Dira dan menghadang kepergiannya.
" Ra... tunggu sebentar tolong jangan pergi seperti ini. Aku tidak mau kalau masalah ini berlarut larut tetjadi di antara kita. Om.. bisakah aku meminta waktu untuk berbicara berdua saja dengan putri om ini? Aku janji tidak akan macam macam padanya. "
__ADS_1
Angga menyetujui hal ini. Karena memang Albert perlu menyelesaikan masalahnya dengan Dira. Tidak baik memang bila hubungan mereka merenggang tiba tiba.
" Ra... jangan tinggalkan kami Ra.. Kamu tau, Yasmin tidak bisa jauh dari diri kamu. Begitu juga aku. Kamu membuat kami nyaman dengan semua perlakukan kamu selama ini. Tolong jangan marah lagi. "
Dira masih merasa kesal dengan semuanya. Walaupun perkataan Albert sangat lembut padanya. Tapi Dira tetap saja masih kesal dan marah. Jadi Dira hanya diam saja untuk menanggapi perkataan Albert.
" Ra... "
" Saya mau keluar dulu. "
Dira menatap Albert tajam dia selalu susah mengendalikan diri saat berhadapan dengan ayah dan anak tersebut. Dia merasa kesal karena dirinya harus terus terbayangi perbuatan A ying yang selama ini membantu dirinya.
Hal itu selalu menjadi pemicu kedekatan mereka selama ini. Dira sama sekali tidak bisa berlaku cuek seperti biasanya kepada Albert dan Yasmin.
__ADS_1
" Aku akan ke kamar Yasmin dulu. Aku ingin melihat keadaan dia saat ini. "
" Kamu sudah memaafkan aku bukan? Tidak akan menghindar dari aku kan? "
Dira hanya mengangguk sebagai jawaban. Karena bila dia masih tetap dengan pendiriannya, sudah dapat di pastikan Albert tidak akan membiarkan Dira keluar dari kamar itu dengan cepat.
Karena merasa senang, Albert tiba tiba menarik Dira kepelukannya dan memeluk tubuh Dira dengan sangat erat.
" Makasi. Kamu segalanya untuk kami. Aku janji tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi. Makasi Ra... "
Albert belum sadar akan perbuatan dirinya saat ini. Dia masih memeluk Dira dengan sangat erat. Sedangkan Dira, dia diam membisu karena kaget dengan tindakan Albert padanya. Selama ini tidak ada yang pernah berani seperti itu pada dirinya. Jadi Dira merasa kaget sekali dengan tindakan tiba tiba Albert.
" KALIAN SEDANG APA? ALBERT BRAHAM. KAU APAKAN ADIK KU? "
__ADS_1
*deg*