
Dira kembali duduk karena perkataan Sovian ini. Dia memikirkan bagimana agar rencananya tidak berbalik menyerang dia nanti. Dira memang berniat mengungkapkan segalanya agar Sovian menjadi senjata untuk dia melawan Nocolas nanti, tapi saat melihat bagiaman kondisi mental Sovian, Dira menjadi sedikit kasihan dan ragu akan rencananya.
" Kau yakin ingin mendengar apa yang akan aku bilang? Apa kau siap menerima kenyataan nantinya? "
" Apa yang ingin kau bicarakan? "
" Sepupu mu itu, dia hanya memanfaatkan dirimu saja. Dia sengaja memberikan kau obat untuk melemahkan pikiranmu dan dia bisa dengan mudah mencuci semua pikiran mu nantinya. Kau akan selalu menganggap apa yang dia katakan adalah kebenaran tanpa mencari tau apa yang sebenarnya terjadi. "
Sovian mencoba mencerna apa yang Dira katakan. Dia masih memikirkan apa yang sebenarnya terjadi. Kecelakaan orang tuanya, kebenaran sepupunya, semua hal itu membuat dia bingung.
" Sebaiknya begini, kau perlu merenungkan segalanya dulu. pikirkan mengenai perkataan orang tua mu sebelum mereka meninggal. Kau pasti menemukan jawabannya nanti. Kau bisa menitip pesan pada penjaga bila memang ingin bertemu dengan aku. "
" Kenapa kau melakukan semua ini? "
__ADS_1
" Pertanyaan mu kembali ke awal lagi. Sudah aku lelah menjawab semua itu. Pikirkanlah dulu. "
Dira benar benar meninggalkan Sovian disana sendirian. Barulah Sovian mencoba mengingat kembali kenangan dia bersama orang tuanya. Dimana dia selalu di larang untuk dekat dengan sepupunya itu dan mengatakan kalau sepupunya orang yang tidak baik.
*Flash back on*
" Vian.. kamu anak baik dan sangat pintar, ingat pesan mama dan papa ya.. jangan pernah kamu mencoba mendekat pada Nicolas. Dia tidak baik untuk mu nak.. Dia hanya akan memberikan pengaruh buruk saja nanti. "
" Tapi kak Nico sangat baik ma.. "
Ucapan sang mama membuat Sovian diam. Dia paham akan apa yang di ucapkan oleh mamanya. Hanya saja bukti kalau sepupunya jahat belum dia temukan. Jadi Sovian tidak bisa menjauhi sepupunya begitu saja.
Sampai tanpa sengaja, dia lewat di dekat kamar sepupunya dan mendengar kalau sepupunya itu sedang berbicara dengan seseorang dan mengatakan perkataan yang janggal menutut Sovian.
__ADS_1
" Lakukan semua secepatnya. Mereka ingin menghancurkan rencana aku dengan menjauhkan bocah itu dari aku. Aku tidak mau tau mereka harus lenyap bila terus menghasut bocar kecil itu untuk menjauhi ku. "
"......... "
" Bagus selesaikan semua secepatnya. Buat seperti kecelakaan biasa. "
Sovian yang mendengar sepintas hal itu, membuat dia berpikir kalau kakak sepupunya memang memiliki hal yang tidak baik.
" Benar kata mama. Aku harus menjauh dari Kakak Nicolas. "
Sovian akhirnya pergi kekamarnya dan mulai tertidur. Dalam mimpinya, dia bertemu dengan mama dan papanya. Mereka mengucapkan salam perpisahkan dan meminta dia menjaga diri baik baik. Sovian saat itu hanya mengiyakan tanpa tau apa yang di maksud.
Namun saat bangun di pagi hari, rumah sudah banyak ada orang yang sedang melayat yang datang. Mereka semua mengucapkan bela sungkawa atas kepergian dari kedua orang tuanya saat itu.
__ADS_1
Sovian yang masih linglung di hampiri oleh Nicolas dan dia mengatakan kalau orang tuanya meninggal. Sovian sontak sangat sedih akan berita itu. Dia yang sebelumnya sempat memimpikan orang tuanya merasa kalau mimpi itu adalah ucapaan perpisahan mereka.
*Flash back off*