
Dira memeluk Yasmin dengan erat dia merasakan suhu tubuh Yasmin menghangat lagi. Dan ini pasti karena Yasmin tidak mau makan dari pagi.
" Yas... badan kamu panas lagi. Tadi kakak mendapatkan laporan dari bibik di bawah katanya kamu tidak mau makan dari pagi. Apa itu benar? "
Yasmin yang di tanyai oleh Dira begitu langsung menangis kencang. Dia masih marah pada daddynya yang menghabiskan makanan miliknya. Dia tidk terima dengan perbuatan daddynya itu.
" Heii... sudah jangan menangis lagi. Kamu kenapa sih? Jangan jadi cengeng dong.. "
" Habis daddy jahat. Dia habiskan semua masakan kakak untuk aku itu. Dia bahkan bisa menghabiskan semua kue dan Ayam yang kakak buatkan untuk aku. Dia makan semua itu hanya dalam waktu semalam kak... seberapa besar itu perut daddy. Dia bisa menghabiskan semua makanan yang kakak buat. Dia biasanya selalu menjaga pola makannya. Tapi saat makanan yang kakak buat, dia malah bisa memakan semuanya. Aku satu saja tidak di sisakan. "
Mendengar keluhan anaknya soal dirinya, membuat Albert malu di depan Dira. Dia sendiri tidak menyangka kalau dia bisa menghabiskan begitu banyak makanan tadi malam.
" Anak itu membuat aku malu saja. Wanita ini pasti berpikir aku sangat rakus sekarang.. iiiisshh"
Isi pikiran Albert di ketahui oleh mereka berdua. Yasmin mengangkat kepalanya dan tersenyum kecil pada Dira. Sedangkan Dira, dia sudah tersenyum lebar saat mendengar pikiran Albert.
__ADS_1
Tapi mereka berdua sama sama kompak untuk pura pura tidak tau akan keberadaan Albert disana.
" Kamu mau kakak masakan apa kali ini? kakak akan masak untuk kamu biar kamu bisa makan malam dengan lahap lagi. "
" Sungguh? Kalau begitu, aku mau makanan seprti kemarin lagi. Bubur yang kakak buat sangat enak. terus aku juga mau kue yang banyak. Aku akan bawa semua makanan itu kedalam kamar nanti biar daddy tidak mencurinya lagi. "
Perkataan Yasmin begitu sengaja biar daddynya mendengar semuanya. Dan saat ini Albert benar benar malu.
" Sayang... daddy tidak serakus itu.. jangan menuduh daddy yang tidak tidak oke.. "
Albert lalu masuk kedalam kamar Yasmin dan ikut bergabung dalam pembicaraan mereka berdua. Dira mengetahui itu lalu menepuk pelan bahu Yasmin. Dira tidak nyaman berada di ruangan yang sama dengan Albert.
" Kakak... ayo keluar... kita masak sekarang.. aku sudah lapar. Aku tidak mau berada di kamar ini lebih lama. "
Albert tau putrinya masih kesal dengan dia. Jadi Albert hanya bisa menghela napasnya saja. Dia tidak bisa membunjuk putrinya dengan mudah bila sudah begini.
__ADS_1
" Dira... bisakah kita bicara nanti berdua? ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu. "
" Hemmm. "
Hanya itu jawban Dira pada Albert. Dia lalu melanjutkan perjalanannya dengan Yasmin menuju dapur untuk memasak. Dia ingin membuatkan Yasmin makanan yang banyak agar bisa di stok dulu saat Dira tidak bisa datang kerumah Yasmin lagi.
" Kakak.. apa dekat dekat ini kakak sibuk lagi? "
" Kenapa? kamu mau apa lagi? "
" Mau kakak masak untuk aku terus."
" Ini sedang aku buatkan stock makanan untuk kamu makan Yas... kamu bisa menghangatkan bya saja nanti. Bubur yang kamu minta sebebtar lagi juga jadi. Jadi yang lai kamu bisa makan bisok oke.. "
Yasmin sangat suka akan hal ini. Dira memang memikirkan banyak hal. Dan semua yang Dira lakukan sekarang membuat Yasmin merasa mendapatka kasih sayang dari ibu kandungnya.
__ADS_1
"Buburnya sudah jadi... kamu mau makan sendiri atau mau di suapi? "
Jelas saja Yasmin meminta di suapi oleh Dira. Dia tidak akan menyianyiakan kesempatan ini. Jadi sambil melihat stock yang dia buat, Dira menyuapi Yasmin dengan pelan.