
Tolver kasihan pada Yasmin yang terus menangis karena di abaikan oleh Dira. Jadi dia bersama yang lainnya berusaha untuk menenangkan Yasmin.
" Nona... dengar... coba dengar dulu.. jangan menangis dulu ya... "
Yasmin mulai memelankan tangisannya dan masih ada isakan kecil saja saat ini. Dia menatap Tolvar seolah berharap Tolvar bisa membujuk Dira untuk memafkannya.
" Nona... saat ini kaki anda harus segera di obati dulu. Setalah itu anda bisa nanti membujuk nona muda. Karena nona mudah tidak akan membantu anda saat ini. Dia sedang marah jadi dia tidak akan memperdulikan anda dulu. "
Yasmin menyesal telah mengabaikan peringatan Dira. Dia hanya tidak suka kasih sayang dan perhatian Dira di bagi pada orang lain. Yasmin mau Dira hanya bersamanya dan memperhatikan dirinya.
" Om... apa kakak akan memafkan aku? "
" Hemm saya tidak tau untuk itu nona. Karena selama ini tidak ada yang berani melawan apa yang nona muda katakan. Pringatan dari nona muda itu adalah harga mati di sini. Apalagi mengenai Chupa. Harimau milik dia itu. Tidak akan ada yang berani menyentuhnya kalau nona muda tidak memberikan ijin. "
" Sebegitu sayangnya kakak Dira pada binatang itu? "
__ADS_1
Ada kecemburuan di nada suara Yasmin saat ini. Dan itu di maklumi oleh Tolvar. Karena memang Dira memperlakukan Chupa sangat special.
" Nona... Chupa itu sama seperti nona saat ini. Dia pernah melanggar peringatan dari nona muda. Dan dia akhirnya mendapatkan hukuman berat dari nona muda. Nona Muda tidak pandang bulu saat menghukum orang. Termasuk binatang kesayangannya itu. Maka dari itu, Chupa tidak akan berani melawan perintah dari nona muda tadi. Chupa lebih baik terluka daripada mengabaikan perintah dari nona muda. "
Yasmin kaget mendengar kesetiaan dari harimau milik Dira itu. Pantas saja Dira sangat menyayangi Chupa.
" Jadi binatang itu pernah di hukum kakak? Hukuman seperti apa? "
"Kami tidak tau untuk itu. Yang kami tau hanya Chupa di hukum oleh nona muda. Maka dari itu setelah kejadian tersebut. Sampai sekarang Chupa tidak pernah melanggar perintah dari nona muda."
" Nona kakinya mau di obati sekarang? Tapi ini akan menyakitkan. Jadi tolong di tahan. "
Yasmin menganggukan kepalanya dan menahan sakit di kakinya saat di urut oleh Tolvar.
" Kreeeteekk"
__ADS_1
" Aaaakkkkhhhh"
Teriakan Yasmin sangat keras dan sampai terdengar di dalam ruangan pengobatan. Albert yang saat itu ingin di obati oleh Dira berusaha bangun dan ingin melihat keadaan putrinya. Tapi Dira menahan Albert.
" Putrimu tidak apa apa. Dia hanya di obati oleh orang di luar sana. Dia tadi berlarian dan terjatuh. Kakinya terkilir. Tidak perlu cemas. "
Nada suara Dira terdengar dingin untuk Albert. Jadi dia menatap mata Dira untuk mencari tau apa yang terjadi.
" Tidak usah menatap aku begitu. Aku hanya sedang kesal saja karena putri mu tidak mendengarkan peringatan aku. Kau harus tau Albert. Aku tidak suka saat pringatan aku di abaikan. Jadi nanti jangan kaget kalau aku menghukum putrimu setelah aku mengobati kamu. "
Albert tidak bisa melakukan apapun lagi. Dia tau Dira tidak akan marah tanpa alasan pada putrinya. Memang Yasmin harus di berikan didikan ektra dulu sebelum tingkah lakunya semena mena nanti.
" Aku serahkan didikan Yasmin pada kamu Dira. Kamu lebih paham akan dirinya dari pada aku. Dan kamu juga tau apa yang di butuhkan oleh Yasmin ketimbang aku. "
Dira hanya diam saja tidak menjawab apapun.
__ADS_1