Lahir Kembali Di Tubuh Baru

Lahir Kembali Di Tubuh Baru
Hanya Kelelahan


__ADS_3

" Ra.... "


Dira mengerti papanya ingin mendekati dirinya. Jadi dia menepuk kepala Chupa agar dia menyingkir dulu dari tempat tidur dan membiarkan papanya mendekat. Tapi Chupa tidak memperdulikan Dira. Dia masih asik menggesekan kepalanya di tangan Dira.


" Pa... huuuuhhh tidak apa.. kemari saja. "


Dira berusaha kuat saat dia harus berbicara pada Angga. Angga terlihat ragu untuk mendekat. Tapi dia harus memberanikan diri karena anaknya sudah memanggil dirinya.


" Kamu tidak apa apa sayang? kenapa kamu bisa seperti ini? Bila Raka tadi tidak bersama papa, papa tidak akan tau kamu begini. "


" Hemmm aku hanya lelah. Kalian terlalu cemas. "


Semua merasa lega setelah Dira bisa berbicara normal lagi. Mereka tidak tau kalau Dira saat ini memaksakan diri lagi untuk berkomunikasi dengan mereka. Padahal dia harusnya beristirahat dulu. Tapi dia tidak bisa membiarkan keributan itu terus berlangsung.


" Ra.. ini, kenapa bisa ada binatang ini di sini? "

__ADS_1


" Kalian keluarlah dulu. Aku tidak apa apa. Aku hanya perlu istirahat saja. Biar papa saja yang ada di sini. "


Tolvar dan anak buahnya semua pergi kecuali Albert, Yasmin, dan Raka. Mereka masih tetap di kamar untuk memastikan keadaan Dira.


" Dia Chupa pa.. Dia binatang peliharaan aku. Aku tau dia dari orang yang membawa aku ke rumah ini. Orang yang menolong aku selama ini. Saat itu aku kenal Chupa. Dia tidak galak dia binatang yang manis. Papa tenang saja. Dia tidak akan melukai siapapun kecuali dia di lukai lebih dahulu."


Yasmin merasa tersindir oleh perkataan Dira. Dia sangat ingin berbicara dengan Dira dan meminta maaf padanya. Tapi Dira seolah olah tidak melihat dirinya berada di ruangan itu.


" Papa khawatir dengan keadaan kamu. Apa yang kamu lakukan sampai kamu bisa kelelahan begini? "


" Aku hanya kekurangan tidur pa.. Setelah menjalankan misi, aku tidak bisa beristirahat dengan baik. Dan kali ini batas tubuh aku trnyata. Jadi tadi aku lemas. "


Angga percaya saja dengan yang di katakan oleh Dira. Tapi Raka tidak. Dia tau kalau Dira menyembunyikan sesuatu dari dirinya.Karena dia juga melihat ada Yasmin dan Abert di tempat ini. Yang berarti Dira itu kelelahan karena mereka.


Yasmin mendengar semua pikiran Raka dan semakin merasa bersalah sudah membuat masalah sebelumnya. Jadi dia menangis lagi.

__ADS_1


" Hiiikk hiiikk hiikk.. "


" Hei... Yas... kamu kenapa menangis? "


Albert dan yang lain, yang belum tau apa yang telah di lakukan oleh Yasmin menjadi kaget saat mendengar Yasmin menangis. Setelah di bujuk beberapa saat Yasmin tidak juga berhenti menangis. Dan malah semakin keras suara tangisnya.


Albert menjadi ingat kalau Yasmin di katakan terkilir kakinya oleh Dira. Jadi dia berpikir Yasmin menangis karena sakit di kakinya. Dia tidak tau kalau Yasmin sedang takut Dira tidak peduli lagi padanya.


Dira berusaha mengabaikan Yasmin saat menangis seperti itu. Dia ingin membiarkan dulu sampai nanti amarah Dira bisa mereda. Tapi semakin lama Dira diam, Yasmin semakin keras menangisnya. Jadi Dira hanya bisa menghela napas pasrah saja karena hal ini.


" Yas... kau harus tau aku paling tidak suka di bantah. karna itu, nanti kau akan mendapatkan hukuman mu. Aku tidak peduli kamu akan di bela oleh siapapun nanti. Tapi yang aku tau kamu sudah melanggar peringatan aku. Dan sebelumnya aku sudah bilang kalau akan ada hukumannya. Jadi siapkan diri kamu"


Yasmin akhirnya diam dia lebih memilih di hukum daripada di abaikan oleh Dira. Tapi saat ini dia ingin memeluk Dira. Dia merasa cemburu karena melihat Chupa bisa bermanja pada Dira dari tadi.


" Aku mau peluk.. "

__ADS_1


Albert dan yang lainnya hanya bisa menganga tidak percaya kalau Yasmin akan mengatakan hal itu saat dia di marahi oleh Dira.


__ADS_2