Lahir Kembali Di Tubuh Baru

Lahir Kembali Di Tubuh Baru
Kau Penyebabnya


__ADS_3

Semua yang ada di ruangan itu langsung diam seketika setelah mendengar pertanyaan dari orang yang dari tadi di ributkan.


" Kenapa semua diam? "


Raka lebih dulu bereaksi. Tapi bukan pelukan yang di berikan oleh Raka tapi tatapan tajam yang di tunjukan Raka pada Dira.


" Dari mana kamu? "


" Aku ada di dalam rumah dari pagi. Kalian meributkan apa? kenapa semua ribut begini? "


Raka semakin menajamkan tatapannya pada Dira. Dia merasa Dira sudah membodohi mereka semua. Karena dari pagi semua tempat di rumah sudah di periksa oleh mereka dan tidak ada menemukan Dira disana.


" Jangan berbohong kamu. Kamu keluar untuk mencari tau mengenai orang yang mengintai tempat ini bukan..? "


" Ha?"


Dira langsung bingung dengan tuduhan itu. Dia kemarin sudah jelas bicara dengan Albert kalau dia akan menyerahkan semua masalah ini pada Albert. Bukankah kemarin Abert yang meminta seperti itu.

__ADS_1


"Kenapa ha? kamu tadi keluar bukan? "


" Kak.. dengar ya.. pertama. Aku sama sekali tidak ada keluar rumah. Kedua. Aku sudah bicara kemarin dengan Albert masalah pengintai itu. Dan dia sendiri yang meminta agar aku membiarkan dia yang mengatasi semuanya. Lantas untuk apa lagi aku keluar? Bukankah itu sama saja artinya aku mencari masalah lagi dengan Albert. "


Penjelasan Dira sangat lengkap dan menyakinkan semua orang. Dia menatap semua yang ada disana untuk menanyai apa lagi yang mereka ragukan saat ini.


" Jangan bilang kau juga ikut ragu akan apa yang kemari sudah kita sepakati Albert"


Pertanyaan Dira tepan mengena di hati Albert. Dia memang sempat kecewa dengan Dira tadi. Dia pikir Dira tidak percaya akan dirinya sampai saat ini.


" Aaahhh jadi anda juga meragukan perkataan saya tuan Braham.Heee sudahlah.. maaf membuat kalian semua kawatir. Tapi hari ini aku hanya membuat obat untuk menyembuhkan luka di yang aku alami. Permisi. "


" Aku salah untuk hal ini. Seharusnya aku lebih percaya perkataan Tolvar daripada Raka. Karena Tolvar yang sudah tinggal lama di rumah ini. "


Penyesalan Albert tidak akan merubah apapun kalau dia tidak meminta maaf pada Dira secepatnya. Bahkan saat tau dirinya salah, Raka lebih dulu mengejar Dira untuk meminta maaf padanya.


Raka hanya takut Dira terluka lagi. Maka dari Itu Raka sangat protektive pada Dira.

__ADS_1


" Ra... maaf.. aku salah. "


" Gak apa kak. Kakak hanya cemas saja. Lagi pula kakak tidak tau semua tempat di rumah ini. Jadi wajar untuk itu. "


" Bagaimana dengan luka kamu? "


" Sudah sembuh. "


Dira lalu memperlihatkan bahunya yang sudah tidak memiliki bekas luka lagi. Raka sampai tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Karena luka itu hilang dan tidak meninggalkan bekas sama sekli di bahu Dira.


" Bagaimana bisa? "


" Aku di ajari A ying dulu. "


Mereka berbincang berdua dan mengabaikan semua orang termasuk Yasmin yang terus mengintip Dira dari balik dinding. Dia takut mendekati Dira karena tadi Yasmin mendengar Dira tidak ingin di ganggu oleh Dia dan daddynya.


" Ini gara gara daddy. Aku sampai tidak bisa mendekati kakak Dira sekarang ini. "

__ADS_1


Di lain tempat, mata mata itu sedang melaporkan apa yang mereka lihat hari ini pada saudara tiri Tolvar. Semua keributan di huta itu di laporkan dan mereka semakin penasaran dengan hutan tersebut.


" Cari tau apa yang mereka cari sampai seperti itu. Aku yakin di sana ada tempat mereka berkumpul. Maka dari itu banyak orang yang berkeliaran di hutan. "


__ADS_2