
Dira mendengar suara yang sangat familiar di telinganya. Suara tanpa rupa. Namun dia tau siapa pemilik suara tersebut. Seketika dia sadar kalau dirinya bukan lagi Fu ling tapi Dira. Dia sudah menjalani kehidupan baru dengan tubuh barunya. Jadibdia harus melanjutkan apa yang sudah dia mulai.
Mata Dira perlahan mulai kembali seperti semula dan kesadarannya mulai kembali normal lagi. Dia ingat kalau dirinya harus memastikan keadaan Albert dan Yasmin lagi sebelum terjadi penyerangan selanjutnya.
" Tolvar, tolong kau bereskan semua kekacauan di tempat ini. Aku akan ketempat lain dulu. Nanti tunggu perintag dari aku sebelum melakukan penyerangan berikutnya. Kau tenang saja mereka tidak akan bertindak dalam waktu dekat ini. Mereka pasti sedang mengumpulkan kekuatan lagi. "
Tolvat dan yang lain mengerti. Mereka akan melakukan apa yang Dira minta. Jadi semua perintah Dira mereka lakukan dengan cepat. Dira dia sudah pergi menuju tempat Yasmin dan Albert berada. Saat masuk kedalam tempat itu, Dira melihat Albert masih duduk di sofa menunggu dirinya datang.
" Al.. kamu.. "
" Ra.. kenpa tubuh kamu banyak darah begini? Bukankah tadi kamu mengatakan tidak akan ikut campur? Kenapa badan kamu ikut kena darah? "
Dira tidak menjawab dia langsung memeluk Albert. Dia hampir saja melupakan kalau ada Albert dan Yasmin yang menjadi tujuan barunya saat ini. Hampir saja dia melupakan segala hal yang berkaitan dengan mereka berdua.
__ADS_1
" Ra.. kenapa hem? "
Dira tidak menjawab dia tetap memeluk Albert dan menyamankan diri di pelukan laki laki itu. Walau badan Dira penuh dengan darah, Albert tidak jijik sama sekali. Bahkan dia menuntun Dira menuju toilet untuk membersihkan tubuhnya.
Albert menuntun Dira untuk berdiri di bawah shower dan menyalakan airnya. Yang mana hal itu membuat tubuh mereka berdua basah. Dira tetap memeluk Albert dan lupa kalau tangan Albert masih terluka dan sekarang basah kembali karena mereka berada di bawah guyuran air.
Begitu Dira sadar akan keadaan Albert, dia langsung menarik diri dan meendorobg Albert sedikit menjauh darinya.
" Ra.. kenapa? "
Albert yang paham kalau memang tidak baik untuk dirinya berada berdua dengan Dira di tempat seperti itu, jadi dia memilih untuk pergi menuruti apa yang Dira minta.
" Aku tunggu di luar Ra.. "
__ADS_1
Dira lanjut membersihkan diri sambil merenung tentang apa yang hampir saja dia lakukan tadi.
" Aku hampir saja meninggalkan mereka berdua. Padahal aku sudah berjanji akan menjaga Yasmin dan selalu melindunginya pada A ying. Sungguh tidak tau balas budi bila aku langsung pergi tadi. "
Dira selesai membersihkan diri lalu sekarang datang menghampiri Albert untuk mengobati lukanya.
" Al.. sini tangan kamu. Aku lupa tadi memberikan obat ini untuk kamu."
Dira memberikan obat yang akan langsung menyembuhkan luka Albert. Hanya saja kuka dalamnya belum bisa langsung sembuh.
" Ra.. kamu kenapa? Aku merasa kamu sangat berbeda tadi. "
" Aku tidak kenapa kenapa. Maaf aku membuat kamu kawatir. Aku janji akan lebih berhati hati kedepannya. "
__ADS_1
Albert tanpa berkata kata lagi langsung mengangkat Dira agar duduk di pangkuannya. Dia memeluk pinggang Dira dengan erat hingga Dira merasakan punggungnya menempek dengan dada bidang Albert.
" Al.. Bila aku pergi, apa yang akan kamu lakukan?"