
Di tempat yang sangat jauh. terlihat seorang laki laki paruh baya yang sedang duduk termenung di dalam kamarnya. Dia sedang memandangi foto keluarganya. kesedihan terlihat jelas di raut wajah tua itu.
" seandainya dulu aku lebih cepat menangani masalah itu, aku yakin saat ini aku masih bisa bersama kalian. Aku merasa tidak kuat lagi menghadapi ini. Sayang... kasi aku petunjuk untuk menemukan putri kita. aku tidak mau hidup seperti ini terus. Alasan aku bertaha sampai sekarang hanya karena putri kita. Aku ingin secepatnya bertemu dengan dia. jadi tolong bantu aku sayang. "
Setiap hari, dia melakukan hal yang sama. duduk sambil memandangi foto keluarga kecilnya. Foto yang pertama dan terakhir mereka bersama.
Angga pria paruh baya yang masih terlihat muda di usianya yang sudah memasuki kepala 4 lebih. Dia tidak bisa menahan semua kesedihannya karena kejadian naas srbelumnya yang menimpa dia dan keluarga kecilnya.
Saat ini prioritas Angga hanya putri semata wayang yang katanya masih hidup karena istrinya menyelamatkan anak mereka. Tapi sayang Ayu tidak selamat saat kejadian itu.
__ADS_1
Arshi, nama putri Angga saat itu. Bayi yang baru berusia satu minggu itu hilang di bawa istrinya. Enatah dimana Ayu menyembunyikan bayi mungil itu. Tapi dari informasi yang selama ini di dapatkan Angga, putrinya masih hidup.
Angga sudah mengurung diri dan menjalani pengasingan yang sangat lama. Dia seperti menutup diri dari dunia luar. Selain itu, dia juga tidak ingin memancing musuhnya datang lagi. Musuh yang sebelumnya adalah saudara angkatnya.
Bisnis Angga sendiri di jalankan oleh tangan kanannya. Jadi tidak ada yang tau kalau Angga yang mempunyai bisnis itu. Angga hanya berkerja dari rumah saja. Bisnisnya juga tidaklah kecil. bisnis dalam bidang teknologi IT.
" Maaf tuan, saya ingin melaporkan kalau Fredi sudah mengetahui putri anda masih hidup. Dan saat ini dia masih mencarinya. "
" Baik tuan. selain itu, ada juga yang ingin saya sampaikan mengenai pekerjaan saat ini. proyek baru yang sedang di tangani saat sedang mengalami masalah. Sepertinya proyek itu di sabotase oleh beberapa pihak. "
__ADS_1
" cepat selidiki. aku tidak mau masalah ini berlarut larut. Proyek ini harus berhasil karena dengan berjalannya proyek ini, kita tetap bisa mempertahankan pati asuhan disana. "
" baik tuan akan saya lakukan. ada beberapa berkas juga yang harus tuan tanda tangani. "
" letakan saja disana. "
Setelah kepergian asisten sekaligus tangan kanannya itu, Angga mulai berjalan menuju sebuah foto besar yang yang terpajang di ruangan itu. Foto pernikahannya dengan sang istri.
" Sayang... kapan dendam Fredi akan usai? aku sudah lelah menghadapi dia. selama ini mungkin aku tidak melawan dia karena masih memikirkan hutang budi aku kepada keluarga Baratwija. tapi apabila dia ingin menyentuh putri kita nanti, aku tidak akan tinggal diam. aku akan melawan dia dengan semua kempuan yang aku bisa."
__ADS_1
Angga sudah berulang kali menjelaskan maksud dia kepada Fredi, tapi dendam Fredi seperti sudah mengakar di hatinya. Jadi puncak amarah Fredi kepada Angga terjadi 18 tahun yang lalu. Semua berubah saat itu. Dan Angga mulai berani melawan dan meninggalkan keluarga tersebut.