Lahir Kembali Di Tubuh Baru

Lahir Kembali Di Tubuh Baru
Penyelamatan Alvin


__ADS_3

Dira sudah membawa mobil itu keluar dari rumahnya dan menyuruh Albert dan Tolvar mengimuti dirinya saat itu. Tapi Albert tidak mau membiarkan Dira mengemudi sendirian. Jadi dia memilih mengemudi mobil box bersama Dira dan membiarkan Tolvar sendiri mengendarai mobilnya.


Kondisi tangan Albert juga sudah sehat. Walaupun masih agak sakit sedikit tapi tidak masalah baginya.


" Kau yakin membawa mobil ini? "


" Tentu. Aku tidak selemah itu. Dan tidak akan membiarkan kamu membawa mobil ini sendiri. "


Dira labgsung diam tidak bersuara lagi. Dia sibuk dengan laptopnya dan mencari celah melalui cctv di daerah tempat Alvin di culik.


Saking sibuknya Dira, dia tidak melihat orang di sebelahnya saat ini sedang menahan cemburu karena Dira sangat memperdulikan Alvin.


" Kamu sangat peduli pada laki laki itu ya.. "


" Hemm.. "


" Kamu menyukai dia? "

__ADS_1


Pertanyaan Albert ini baru menyadarkan Dira kalau Albert sedang cemburu saat ini.


" Dengar, saat orang yang aku kenal siapapun dia sedang dalam masalah apalagi dia dalam kondisi mempertaruhkan nyawa, aku siap menolongnya denga bagaimana pun caranya. "


Albert diam saja dan menatap lurus kedepan. Saat ini dia sedang menahan rasa cemburunya pada Alvin karena Dira memperhatikan nya.


" Apa kau tidak mau ikut bermain bersama aku nanti? kita main berdua dulu sebelum nanti Chupa yang menjadi penutup permainan nanti. Aku masih ingin tau bagaimana cara kamu untuk bisa melindungi aku. "


Perkataan Dira membuat suasana hati Albert kembali semangat. Dia sampai tersenyum manis pada Dira saat ini.


Dira hanya menyunggingkan senyum tipis untuk menanggapi perkataan Albert. Karena dia tau kalau Albert memang sangat kuat dalam bertarung. Jadi perkataan Dira sebelumnya itu hanya untuk membuat suasana hati Albert lebih baik saja.


Mereka selama perjalanan tidak banyak bercerita karena Dira sibuk dengan laptopnya dan Albert fokus mengikuti GPS yang Dira sudah siapkan.


Sesampainya di temapat itu, Dira dan Albert langsung turun dan di susul oleh Tolvar. Mereka mengamati tempat itu dan tempat itu adalah pondok yang sangat kecil di kelingi oleh lahan gersang.


" Kita berpencar saja. Tujuan utama kita saat ini menjinakan semua bom sebelum mulai bermain. Aku harap kalian baik baik saja nanti. Jangan sampai melakukan hal yang membahayakan nyawa kalian nanti. "

__ADS_1


Peringatan Dira pada Albert dan Tolvar tidak di tanggapi oleh Albert. Dia tidak mau bila harus berjauhan dari Dira.


" Tolvar, kau sendiri saja bisa kan? Aku akan terus bersama Dira nanti. Aku tidak mau di kenapa kenapa. "


Tolvar hanya mengangguk dan mulai memisahkan diri dari Dira dan Albert. Dia tidak mau terlibat pertengkaran lagi dengan Dira karena melawan apa yang Dira katakan.


" Kenapa kamu mengatur semuanya seenak hati? "


Dira melakukan protes pada Albert karena dia tidak mau mengikuti apa yang Dira mau.


" Aku sudah katakan akan menjaga kamu nanti. Jadi kamu hanya perlu lihat saja bagaimana aksi aku nantinya. "


Dira menyunggingkan senyumanya saat mendengar perkataan Albert. Dia tidak menyangka kalau dirinya akan membiarkan orang lain mengatur semua kehidupan dirinya.


" Ayo cepat tuan sok pemberani.. Aku tidak sabar ingin melihat kemampuan dirimu itu. Kau selalu mengatakan akan melindungi aku bukan.. Sekarang buktikan semuanya. "


Dira dan Albert segera berjalan menuju gubuk itu dengan perlahan sambil berbincang ringan.

__ADS_1


__ADS_2