
Fredi yang baru sampai di tempat penyekapan Dira langsung menanyakan dimana anak dari Angga.
" Dimana gadis itu? "
Bryan yang mendengar pertanyaan papanya, segera menunjukan Dira. Dan seketika wajah Fredi langsung menegang melihat wajah Dira yang sangat mirip dengan Ayu.
" Kamu seharusnya menjadi anak aku dan Ayu.. tetapi laki laki kurang ajar itu merebut Ayu dari aku. "
Pikiran Fredi belum juga bisa lepas dari masalalunya. Ayu selalu menjadi obsesi besar dari Fredi. Tetapi Fredi juga yang menghabisi Ayu dengan tangannya sendiri.
Dengan sadis dia membunuh Ayu yang saat itu menolak bersama dengan dirinya. Ayu masih memilih setia kepada Angga saat dirinya sudah dalam keadaan tidak baik baik saja. Ayu memilih mati dari pada harus menghianati suaminya.
Dan hal itulah yang membuat Fredi lepas kendali dan langsung membunuh Ayu. Fredi membubuhnya dengan cara mencekik leher Ayu dan setelah itu menyetubuhi mayah Ayu.
Sangat kejam perlakuan Fredi kepada mama kandung dari Dira. Dan semua pikiran Fredi itu di ketahui oleh Dira.
Amarah yang sudah dari tadi dia tahan agar tidak meledak, seketika hancur saat tau apa yang di lakukan Fredi kepada ibunya.
__ADS_1
" Kamu sudah mencari kematian kamu dengan cara yang salah. Mungkin bila Dira asli saat ini kamu perlakukan begini, Dia hanya bisa menagis saja. Tetapi saat ini aku yang ada di hadapan kamu. tidak akan ada kata ampun untuk orang bejat seperti kamu disini. "
Dira berpura pura sadar dari pingsannya. Dan mulai melenguh untuk menarik perhatian mereka.
" uuuuhhhhh... "
Fredi langsung menatap Dira dan melihat kalau gadis yang sebelumnya pingsan itu sudah mulai sadarkan diri.
" Kamu sudah sadar manis? "
" Siapa kalian? "
Tipu daya yang ingin Fredi lakukan kepada Dira sudah di ketahui sejak awal oleh Dira.
Dengan sedikit menyunggingkan senyumnya, Dira berkata.
" Apa maumu pak tua? "
__ADS_1
Fredi merasa kaget dengan apa yang dia dengar dari Dira. Tidak ada wajah ketakutan atau merasa tertekan yang di tunjukan oleh Dira kepada dirinya saat ini.
Melainkan wajah tenang dan seperti sudah tau akan situasi yang sedang dia hadapi sekarang. Fredi langsung menatap tajam kepada Bryan.
Dia merasa kecolongan dengan apa yang terjadi saat ini.
" Bodoh, seharusnya aku sudah tau akan hal ini. Angga saat sudah menemukan putrinya, dia tidak akan dengan mudah melepaskan pengawasannya. Dia pasti sudah mengawasi putrinya dengan ketat. Maka dari itu gadis ini bisa sangat santai mengahadapi situasinya. "
Pikiran Fredi sudah kemana mana saat ini. Dan Dira menikmati semua kebodohan yang di pikirkan oleh orang disana. Bukn hanya Fredi. tapi Bryan juga sama.
" Kenapa diam saja? apa yang menjadi maumu pak tua? "
" Gadis bodoh. Kau pikir akan bisa selamat dari tempat ini denga mudah? tidak akan bisa. Kau akan merasakan apa yang dulu ibumu rasakan. Kau sudah salah telah lahir dari pria sialan itu. Seharusnya kau itu menjadi anakku dan Ayu. "
Perkataan Fredi memantik emosi Bryan dia merasa tidak di hargai dalam hal ini. Apapun yang dia lakukan tidak di hargai oleh Fredi. Dan saat ini Fredi malah seolah mengatakan dirinya tidaklah di inginkan oleh Fredi.
" Pak tua, kau mengatakan hal ini seolah kau tidak peduli dengan keadaan anak mu itu. "
__ADS_1
Tepat sasaran perkataan Dira semakin memancing emosi dari Bryan. Dan melihat ayah dan anak berseteru sepertinya sangat bagus untuk Dira.