Lahir Kembali Di Tubuh Baru

Lahir Kembali Di Tubuh Baru
Mengadu Domba


__ADS_3

Pandangan Bryan semakin menajam menatap Fredi dia sangat marah dan merasa tidak di hargai oleh Fredi. Bryan juga mengingat kembali semua perlakuan Fredi selama ini kepada dirinya dan ibunya.


Semakinlah emisi Bryan tidak terkendali. Fredi tidak memperdulikan hal itu. Dia merasa Bryan tidaklah saingan yang bagus untuk dirinya.


Karena Fredi dengan mudah membunuh Bryan bila dia mau. Fredi sama sekali tidak mempunyai rasa kasihsayang kepada Bryan dan istrinya.


" Hei... gadis manis... kau tidak usah memprovikasi putraku begitu. Kalau kau pikir aku ini mudah di kalahkan olehnya, kau salah. Aku pemegang peran disini dan tidak akan ada yang berani melawab apa yang aku katakan. "


Fredi mulai menyombongkan dirinya lagi. Dan itu membuat Dira semakin senang. Dira sampai mengirim sinyal tunggu untuk Raka. Dia tidak mau Raka dan yang lain mengganggu kesenangannya saat ini.


" Pak tua... apa sebegitu cintanya kamu denga ibu aku? "

__ADS_1


" Waaahhh ternyata Angga sudah menceritakan segalanya kepada kamu ya... Hebat apa yang dia ceritakan? Apa dia cerita soal dia yang sudah merebut Ayu dari aku? Apa dia cerita bagaimana dia mencuri seluruh perhatian keluarga aku? "


Dira diam dan menyaksikan bagaimana Fredi dengan menggebu gebu menceritakan segala hal yang menurutnya benar. Dia seperti ingin sebuah pembenaran atas apa yang sudah dia lakukan selama ini.


" Pak tua, sebelum kamu menyalahkan apa yang sudah terjadi. Apa kamu juga sudah berlaku adil kepada anak kamu itu? bukankah kamu juga memperlakukannya bagai suruhan kamu selama ini? Kamu sudah bertidak tidak adil kepada dirinya. "


Semua perkataan Dira semakin menyakiti perasaan Bryan dia membenarkan apa yang Dira ucapkan. Bahakan hanya demi sebuah pengakuan yang tak kunjung dia dapatkan, Bryan sampai rela melakukan segala hal jahat demi papanya.


" Kamu mau memprovokasi aku dan anak itu rupanya. Sayang sekali kamu tidak akan bisa. Kamu pikir dia tidak tau kalau kamu itu yang harus dia singkirkan saat ini untuk selalau mendapatkan pengakuan dari aku? "


Dira hanya tersenyum. dia sudah tau sebatas apa kemarahan di dalam hati Bryan saat ini. Dan memang benar kalau terus dia melakukan hal itu, bisa saja Bryan nekad mencelakai dirinya lebih dahulu.

__ADS_1


" Baiklah... sudah cukup tuan Fredi. Sekarang katakan apa mau kamu? "


Dengan wajah yang mulai serius Dira menanyakan hal itu kepada Fredi. Tidak ada lagi wajah santai seperti sebelumnya.


Sekarang di hadapan Fredi seperti orang yang berbeda. Gadis yang sebelumnya di hadapi dia adalah gadis yang terlihat polos. Tetapi saat ini tatapan mata gadis itu tidaklah sepolos itu.


Malah Fredi melihat ada kegelapan di tatapan mata tajamnya.


" Siapa sebenarnya gadis ini. Tatapan matanya tidk sama dengan Angga dan juga Ayu. Dia seperti orang lain saat ini. Bagaimana bisa ada hal seperti ini. Dia telihat tidak sesederhana yang terlihat. Sepertinya ada rahasia besar yang di sembunyikan oleh gadis ini. "


Fredi masih sibuk dengan pemikirannya. Sedangkan Dira sudah berhasil melepaskan ikatan tangannya. Saat ini dia sudah bersiap akan menyerang mereka semua dan menyuruh Raka dan orang orangnya masuk kedalam tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2