
Dira bergerak kaku saat mendengar suara Albert yang terkesan dingin padanya. Dia bahkan tidak menyangka kalau Albert akan mengatakan hal itu saat ini.
Chupa dengan badan yang masih berisi darah ingin masuk ketempat Dira di obati tapi saat akan melewati Albert, Chupa langsung berhenti karena perkataan Albert padanya.
" Kau mau masuk dan menyebarkan kuman di dalam sana? bersihkan badamu dulu sebelum menemui Dira. "
Chupa seperti sebelumnya, dia mau menuruti perintah Albert tanpa bantahan. Dan semua itu di lihat oleh mereka semua. Semua orang kaget karena Chupa bisa di atur oleh orang lain saat Dira sedang sakit. Karena biasanya saat Dira sakit, tidak akan ada yang bisa mengatur chupa. Tapi kali ini berbeda. Albert dengan mudah mengatur binatang buas itu. Mungkin karena aura yang Albert keluarkan sama dengan Dira. Jadi Chupa mau menurutinya.
Alvin, dia tidak berani masuk kedalam sana karena dia merasa bersalah pada Dira saat ini. Dia menyalahkan dirinya karena selalu mereporkan Dira selama dia bersama Dira.
" Aku sekarang sadar kalau seberapa keras pun aku berusaha untuk pantas dengan kamu, aku tidak akan bisa melindungi kamu. Tapi kamu yang melindungi aku. Aku tau hanya Albert yang bisa menjaga kamu. Dan sekarang aku akan ikhlaskan kamu bersama dengan dirinya. Kamu menganggap aku ada saja, sudah aku bahagia. "
Yasmin mendengar itu dan dia mulai mendekati Alvin.
__ADS_1
" Om.. bila om tidak bisa menjaga diri om dengan baik, jangan pernah mereporkan orang lain lagi. Karena aku tidak akan terima bila sampai calon mama aku terluka lagi. "
Tolvar segera meluruskan apa yang di katakan oleh Yasmin. Dia tidak mau Yasmin salah sangaka dan membuat hubungan mereka nanti canggung.
" Nona kecil dengar, nona muda terluka bukan karena Alvin. Tapi dia terluka karena melindungi Chupa yang mau di tembak oleh musuh"
Yamin melotot pada Tolvar. Dia tidak suka di salahkan begitu. Dia beranggapan kalau Alvin tetap salah dalam hal ini.
Alvin hanya tersenyum getir mendengar perkataan Yasmin. Dia juga sadar akan hal itu. Tapi Tolvar menatap dia seolah menyakinkan kalau semua itu tidak benar. Dan Alvin hanya mengangguk saja.
Di dalam ruangan itu, semua mengkerubungi Dira dan meminta dia untuk tetap diam dan beristirahat saja. Bahkan Albert dan Raka sama sama menunjukan wajah yang tidak mengenakan untuk di pandang saat ini.
" Ra... kamu jangan melawan kami dulu saat ini. Ini semua juga demi kamu. Jadi jangan membantah oke? "
__ADS_1
Angga mengatakan hal itu dengan suara lembut tapi terdengar tegas dan tidak bisa terbantahkan.
" Tapi pa... mama Alvin saat ini sedang terkena racun apa.. "
" Dia sudah di obati oleh Syan. Siapa lagi yang ingin kau khawatirkan? Aku tidak mengerti akan dirimu saat ini. Kau lebih peduli pada orang lain daripada keadaan kamu sendir. "
Dira tidak berani menjawab lagi. Albert seolah ingin memakan dia bulat bulat karena masalah ini. Dia hanya bisa menurut dan pasrah saja diam di tempat tidur dan menunggu kesembuhannya.
Tak lama setelah Dira di marahi, Yasmin masuk dengan wajah yang sepertinya menahan amarahnya. Dira otomatis menelan ludahnya susah payah.
" Sekarang giliran anaknya yang akan ceramah. Nasib nasib.... "
Dira hanya bisa menghembuskan napas pasrah saja sekarang ini. Karena sikap posesif semua orang pada dirinya.
__ADS_1