
Yasmin menggerutu di dalam toilet karena dia lupa diri saat memakan coklat itu. Dira memang memberikan dirinya makan coklat tapi tidak banyak dan tidak berantakan. Namun setiap dia makan coklat yang cair, dia selalu belepotan dan berakhir di marahi oleh Dira.
" Kenapa aku gak bisa makan coklat dengan benar sih.. Dasar Yasmin bodoh.. "
Dira di dapur memberskan segalanya dan setelah itu dia menyusul Yasmin pergi ke kamarnya untuk memastikan Yasmin mandi dengan bersih.
" Kamu sudah menggosok badan kamu dengan benara Yas? "
Pertanyaan Dira tentu di manfaatkan oleh Yasmin untuk mencari perhatian dirinya. Dia tidak mau lama lama di diami oleh Dira. Jadi dia sengaja memilih memanfaatkan keadaan.
" Aku rasa begitu kak. "
Dira masuk kedalam kamar mandi dan mengambil alih sabun sedang di pakai oleh Yasmin. Dira sudah hafal betul dengan perbuatan Yasmin ini. Dia yakin Yasmin akan membujuk dirinya nanti, tapi dia tidak akan terbujuk kali ini. Karena akan sangat merepotkan bila Yasmin sampai sakit gigi di malam hari. Dia akan sangat manja pada Dira dan tidak mau berpisah darinya.
" Kakak.. i am sorry.. "
Dura masih diam saja padahal Yasmin sudah membuat wajah semanis mungkin dan sangat lucu untuk mendapatkan maaf dari Dira. Namun tidak berhasil sama sekali. Dira tetap diam dan membersihkan badannya tanpa bicara dengan dirinya.
" Kakak.. "
" Gosok gigi kamu. Bersihkan sampai benar benar bersih itu gigi. Aku tidak mau nanti malam kamu merengek bilang sakit gigi. "
Yasmin cemberut tapi tetap mengikuti apa yang Dira katakan. Dia berjalan ke wastafel dan mulai menggosok gigi dan berkumur juga dengan obat kumur. Saat di rasa bersih, Yamsin menatap ke arah Dira.
" Sudah kak.. "
" Ayo keluar dan pakai pakaiannya. Setelah itu kamu tidur.."
" Kak untuk besok? "
" Tetap pergi bila kamu tidak sakit gigi. "
Bagaimanapun Dira harus pergi ke rumahnya besok. Walau Yasmin sakit gigi sekalipun dia tetap pergi. Karena nanti disana ada obat sakit gigi yang ampuh untuk Yasmin.
" Tidur Yas.. aku akan bicara dulu dengan daddy kamu untuk masalah besok. Kamu gak apa di tinggalkan? "
__ADS_1
Yasmin hanya mengangguk saja karena dia tau malam ini dia tidak akan mendapatkan pelukan dari Dira karena Dira masih menghukum dirinya.
" Iiissh bila aku hari ini gak sakit gigi, aku yakin besok kakak pasti baik baik aja pada aku. "
Yasmin berusaha tidur saat itu. Sedangkan Dira, dia mencari Albert untuk membicarakan mengenai keaman mereka nanti saat di rumah hutan.
" Al.. kamu sibuk? "
Albert yang sedang berbicara dengan Raka dan juga Angga melihat kedatangan Dira. Dia lalu menggelengkan kepalanya.
" Aku ingin bicara berdua bersama kamu "
Dira dan Albert pergi ke halaman belakang untuk berbicara berdua dan meninggalkan Angga dan Raka dengan pembahasan mereka.
" Ada apa Ra? Kamu ingin memarahi aku mengenai makanan tadi? "
" Bukan.. Aku ingin membicarakan mengenai anak buah kamu. Apa mereka ada yang masih bisa kamu percaya? Aku akan pulang ke rumah besok. Yasmin ingin ikut dengan aku. Sedangkan di rumah kamu tidak aman lagi untuk dia. Jadi besok kita berangkat dari rumah ini saja. "
Albert bingung saat ini. Dia ingin ikut dengan Dira pergi, tapi dia ada meeting penting yang harus dirinya yang menghadirinya. Jadi apa yang harus dia lakukan. Dia tidak bisa percaya orang lainlagi saat ini. Karena takut Dira dan Yasmin kenapa napa saat di rumah hutan nanti.
" Aku harus pergi Al.. kamu lakukan pekerjaan kamu. Aku akan menjaga Yasmin untuk kamu nanti. Aku ada protek besar dengan Tolvar dan yang lainnya. Jadi sepertinya akan lama baru aku bisa kemabali lagi kesini. Untuk itu aku perlu orang yang setia untuk aku "
Albert menganggukan kepalanya dan akan memerintahkan anggota kususnya untuk mengikuti Dira dan Yasmin selama ada di rumah hutan nantinya.
" Ra.. aku minta tolong, ada apapun nanti disana, kamu harus memberitahu aku. Kamu paham? "
" Ya aku tau. Memang kamu berapa lama meetingnya? "
Albert menghela napasnya dulu sebelum menjawab pertanyaan Dira. Karena begitu banyak meeting yang harus dia hadiri saat ini.
" Banyak meeting yang selama ini aku tunda Ra.. banyak juga berkas yang belum aku tanda tangani. Jadi akan memerlukan waktu beberapa hari untuk menyelesaiikan semuanya. "
Dira mengerti itu dan dia paham kalau masalah perkerjaan Albert. Karena dia juga mengalami hal yabg sama sebelumnya, tapi untung Raka yang menangani segalanya. Raka bisa mengnggantikan dia mengambil keputusan yang darurat. Hingga Dira tidak begitu repot dengan urusan perusahaan.
" Kamu selesaikan semua dulu. Aku akan menunggu di rumah disana bersama Yasmin nanti. "
__ADS_1
Dira memang akan sangat sibuk di rumah itu untuk semua percobaan dirinya. Sedangkan Albert, Raka, Angga dan Alvin, mereka sibuk dengan urusan masing masing.
Angga sudah mengerahkan anak buah yang dia punya untuk terus menjaga Dira dan Yasmin. Bahkan anak buah Raka juga ikut menjaga mereka tapi tidak sebanyak anak buah Angga. Karena sebagian anak buah Raka harus berlatih keras karena mereka masih belum mencukupi kemampuannya melawan musuh yang kuat.
Alvin, dia membantu di perusahaan saja karena dia tidak tau harus melakukan apa lagi untuk membantu mereka.
" Ra.. aku pastikan akan secepatnya menemui kamu di rumah itu nanti. "
" Hemm.. "
Dira tidak banyak bicara lagi karena memikirkan banyaknya percobaan yang harus dia lakukan sebelum bisa membuat robot seperti yang dia inginkan. Dia juga perlu beberapa sample darah dan organ manusia untuk percobaannya. Itu yang membuat Dira bingung saat ini.
" Apa yang kamu pikirkan? "
" Aku ingin membuat sesuatu nanti, tapi perlu banyak bahan untuk uji coba. "
" Apa itu? Kalau bisa aku akan carikan. "
Dira mendengar hal itu menatap bingung Albert. Bagaimana dia bisa mendapatkan apa yang dia akan gunakan? Karena hal itu akan sangat sulit mereka dapatkan saat ini.
" Al.. kamu yakin? "
" Hemm.. apa? "
Dira menyebutkan semua yang dia perlukan dan itu tidak membuat Albert terkejut akan rencana Dira. dia malah mengelus kepala Dira dengan lembut.
" Aku akan dapatkan untuk kamu. "
" Bahagimana caranya? "
" Kerjasama dengan rumah sakit. Kita bisa membeli dari sana. Semua legal dan tidak ada menggunakan cara kotor untuk mendapatkan semua yang kita mau.
Dira akhirnya sadar kalau dirinya bisa juga melakukan semua itu. Seharusnya dia terpikirkan hal itu dari sebelumnya, tapi karena otaknya terlalu banyak berpikir, dia sampai lupa kalau ada cara mudah mendapatkan semua bahan uji coba itu.
" Makasi Al.. Aku serahkan semua pada kamu ya.."
__ADS_1
Albert tersenyum sambil menganggukan kepalanya. Dia dan Dira memang saat ini sedang melewati masa sulit. Jadi wajar kalau banyak hal yang seharusnya gampang, mereka rumit memikirkannya.