
Selama Dira berada di dalam rumah itu, dia berbicara banyak dengan Tolvar mengenai pembuatan senjata dan bom yang sebelumnya di minta oleh Dira. Tolvar dan pasukannya semua serius mendengarkan apa yang Dira inginkan dan sedang di bahas.
Tetapi lain halnya dengan Chupa, dia malah sedang asyik bermanja di kaki Dira seolah sedang melepaskan rindu. Padahal baru beberapa hari mereka tidak bertemu.
" Jadi nona, apa saja yang nona rencanakan lagi saat ini? "
" Tidak ada yang penting. aku hanya sedang menunggu saudara kamu datang untuk mencarimu dan yang lainnya disini. "
" Apa? jadi dia sudah tau saya ada di tempat ini nona? "
" Tidak akan tau kalau aku tidak memberitahunya."
" Jadi.. "
" Iya.. aku akan menjebak mereka di tempat ini. Apabila dia tidak mau datang kesini, kita yang akan datang ketempatnya. "
" Nona... itu.. "
" Sudah lah.. Aku ingin jalan jalan dulu... siapa tau ketemu orang bodoh nantinya. "
Mereka yang mendengarnya merasa bingung dengan ucapan Dira. Siapa yang di maksud oleh Dira saat ini.Tapi semua tidak ada bertanya tentang hal itu. Mereka hanya membiarkan Dira berjalan keluar rumah dengan santai dan yang pasti Chupa selalu mengikuti.
__ADS_1
Saat ini pemuda yang di lihat Dira tadi sampai ke pinggir danau dekat dengan tempat Dira tinggal. Dia berencana bunuh diri dengan menenggelamkan dirinya di dalam danau itu.
Yang dia tidak tau adalah danau itu berisi buaya yang sangat banyak. Dan itu semua dipelihara oleh Dira.
Saat kakinya mulai mendekati danau, tiba tiba dia mendengar ada permpuan yang bicara.
" Mau memberikan makanan gratis untuk peliharaan aku disana? "
Seketika pria itu mencari sumber suara yang dia dengar sebelumnya. Dan dia dapat melihat seorang wanita muda yang sangat cantik sedang berdiri santai di bawah pohon dan sedang menatapnya.
Tapi yang membuat dia lebih kaget adalah di sebelah kaki wanita itu ada seekor harimau putih yang sedang menatap dia juga.
" Apa kamu akan memberikan periharaan aku makan hari ini? "
Dira sekali lagi menanyakan pertanyaan yang sama kepadanya. Dengan gugup dia menjawab semua pertanyaan Dira.
" Pe.. pe.. peliharaan apa? "
" Semua buaya yang ada di dalam danau itu peliharaan aku. Kamu mau menenggelamkan diri disana bukan? Itu sama saja kamu memberi mereka makan hari ini. "
*Gluuk*
__ADS_1
Pria itu seketika menelan ludahnya gugup. Dia tidak menyangka kalau di danau yang tenang itu ada binatang buas yang menantinya.
" Kamu masih mau diam disana? "
" Ta.. Ta.. tapi.. i.. itu.. "
"Hemmm.. terserah... dia juga peliharaan aku. Kalau kamu takut ya bukan masalah aku. Aku tinggal dulu. "
Saat Dira ingin pergi, tiba tiba pria itu sudah ada di sebelah Dira dengan memegang tangan Dira tanpa ijin.
Chupa yang melihat itu menggeram kesal. Dia tidak suka Dira di dekati pria lain.
Sedangkan Dira merasa tidak keberatan dengan laki laki itu karena dia sadar laki laki itu sangat takut sekarang dengan chupa.
" Maaf.. aku mau ikut bersama kamu.. tapi bisa tolong jangan dekatkan aku dengan harimau itu? "
" Namanya Chupa. Dia tidak berbahaya sama sekali. Kamu ikutlah dengan aku kalau kamu mau."
Chupa menatap pria itu dengan sinis dan seolah pria itu adalah mangsanya.
Dira tau akan hal itu dan dia hanya mengelus kepala Chupa dengan tangannya untuk menenangkan Chupa saat ini.
__ADS_1