Lahir Kembali Di Tubuh Baru

Lahir Kembali Di Tubuh Baru
Terimakasi


__ADS_3

Dira benar benar beristirahat agar bisa memulihkan tenaganya yang sudah dia gunakan untuk membantu Albert sebelumnya.


Saat dia sudah merasa lebih baik, Dira duduk bersandar di tempat tidurnya sambil memikirkan apa yang sudah dia lakukan sebelumnya pada Albert. Dia baru kali ini mencoba kemampuan dia ini dan dia belum bisa mengendalikan atau mengaturnya. Dia harus lebih keras lagi berlajar mengatur tenaganya nanti.


" Aku harus lebih memahami cara agar bisa mengatur tenaga aku yang harus di keluarkan. Karena bila ini terjadi lagi, aku akan bahaya bila melakukannya lagi nanti. "


Dira masih duduk diam saja di dalam kamar itu karena dia malas beranjak dari tempat tidur. Sampai dia mendengar suara ketukan pintu dan wuara Albert dari luar.


" Ra... boleh aku masuk? Kamu masih tidur? "


" Musuk. "


Dira bingung kenapa Albert sampai ingin bertemu dengan dirinya lagi saat ini.


" Ra... kamu sudah bangun ternyata. Aku mau bicara dengan kamu apa bisa? "

__ADS_1


" Duduk saja. Kamu mau bicara apa?"


Albert duduk disofa yang ada di kamar itu dan munynggu Dira yang akan menghampirinya.


" Ada apa? "


" Ra... makasi banyak berkat kamu, aku bisa berdamai dengan masalalu aku sebelumnya. Aku tau kamu tadi berbohong pada om Angga mengenai masalah kamu yang kecapekan. Aku tau kamu membantu aku sebelumnya di alam bawah sadar aku agar aku bisa lebih tenang lagi saat itu. "


Dira hanya menganggukan kepalanya. Dia tidak mau membahas hal ini lagi dengan Albert. Dia merasa itu bukan hal yang penting untuk dia bahas lagi sekarang ini.


" Albert, aku tidak tertarik dengan pembahasan kamu ini. Aku lebih tertarik dengan pembahasan mengenai musuh yang sedang ingin menjatuhkan kamu itu. Apa kamu tau siapa kira kira orangnya? "


Albert cukup terkejut dengan respons Dira yang terkesan biasa saja dengan ucapannya. Dia malah mengalihkan pembicaraan mengenai hal lain. Dia tidak seperti gadis lain yang di puji malah langsung terlena dan berusaha mendekati. Dira berbeda dari yang lainnya. Dira seperti masih menjaga jarak antara mereka saat ini.


" Ra.. kenpa kamu mengalihkan topik penbicaraan? "

__ADS_1


" Apa lagi yang mau di bahas? Kamu mau aku seperti wanita lain yang mencari kesempatan untuk mendekati kamu setelah kamu memuji aku? Terbawa suasana dan menjadi lupa diri? Menurut aku ada hal yang lebih penting lainnya yang harus di bahas. Jadi jangan berharap aku akan berderama di tempat ini. "


Albert merasa lucu melihat tingkah laku Dira yang begitu cuek pada hal hal yang berbau romantis.


" Tak heran banyak yang menyayangi kamu Ra.. kamu sangat berbeda dari yang lainnya. Kamu sangat mudah menarik perhatian orang lain. Dan bahkan aku juga tertarik dengan kepribadian kamu. "


Dira mulai risih dengan pembahasan ini. Dia tidak mau dulu Albert mendekat saat ini. Dia belum siap berkomitmen dalam keadaan yang seperti ini.


" Kamu masih mau membahas hal ini lagi? kalau iya, lebih baik keluar. Aku sungguh sangat tidak nyaman dengan pembahasan kamu ini. "


Albert mengalah dan dia nanti akan membicarakan lagi hal ini pada Dira sampai nanti hati Dira bisa dia luluhkan. Albert akui kalau dia mulai menyukai Dira. Dan ingin menjalin hubungan lebih jauh lagi dengan Dira nanti.


" Oke, orang yang aku curigai adalah Viki, pengusaha baru yang bisnisnya sangat sukses belakangan ini. "


Dira mendengar hal itu langsung menyeringai. Ternyata pelan pelan musuhnya sendiri yang menghampiri dirinya.

__ADS_1


__ADS_2