
Kepergian Alvin digantikan oleh anak buahnya yang saat ini datang karena melaporkan sesuatu yang janggal yang terlah terjadi belakangan ini di daerah rumah Dira itu.
" Maaf nona.. saya mengganggu. "
" Bicara lah. "
" Saya ingin menyampaikan kalau belakangan ini saya memperhatikan di sekitar kediaman ini ada beberapa hal yang mencurigakan nona. "
Dira mengerutkan keningnya. Dia tidak paham akan apa yang ingin di laporkan anak buahnya pada dia sekarang,
" Apa yang kamu lihat? "
" Di sekitar kediaman ini sepertinya ada orang yang sedang mengawasi nona. Mereka sepertinya mencari sesuatu saat ini. Saya beberapa kali hampir menangkap mereka karena berusaha mendekati tempat ini. Tapi mereka selalu bisa lolos. Gerakan mereka sangat cepat dan hanya terlihat bayangan saja. "
Dira paham apa yang di maksud dan siapa orang yang di katakan oleh anak buahnya. Jadi Dira hanya diam saja dan mulai memikirkan cara yang tepat untuk menghadapi mereka sekarang.
__ADS_1
" Aku paham apa yang kau katakan. Lanjutkan penjagaan dan buat seketat mungkin penjagaan rumah ini. Jangan sampai ada kebobolan nanti. Untuk orang itu, akan aku pikirkan kembali. "
Anak buah Dira pamit pergi setelah mendengar jawaban Dira. Dia kembali ketempat dia berjaga dan menyampaikan pesan yang di katakan oleh Dira. Kepergian anak buah Dira itu menarik perhatian Albert yang saat itu ingin menemui Dira.
" Siapa dia? "
" Pertanyan yang aneh. "
Dira tidak menyangka kalau pertanyaan Albert bisa sangat tidak masuk akal begitu. Karena Dira pikir Albert setidaknya menanyakan ada masalah apa? bukan siapa yang bicara padanya. Padahal sudah sangat jelas bila yang bicara dengan Dira itu adalah anak buahnya Dira.
" Aku salah bertanya.. Maksudnya ada apa anak buah mu datang kemari? apa ada masalah? "
" Kenapa tidak di jawab? Apa yang membuat kamu melamun begitu? "
" Hemm.. boleh aku minta sesuatu? Aku perlu bantuan kamu saat ini. "
__ADS_1
Albert akhirnya tersenyum. Karena Dira sudah mau meminta bantuan dari dirinya. Yang artinya Albert sudah menjadi bagian dari orang terdekat Dira.
" Jangan tersenyum begitu. Bila kamu tidak mau membantu juga tidak maslah. "
" Heeeiii aku belum menjawab loh.. Kenapa kamu menjadi sensitif begini? "
Dira memutar bola matanya malas. Dia merasa sedang menghadapi orang yang berbeda dari yang dia dengar sebelumnya. Karena dia selama ini mendengar kalau Albert orang yang sangat dingin dan tidak berperasaan saat berhadapan dengan orang lain. Tapi yang dia sering hadapi adalah Albert yang menyebalkan, tidak tau malu dan banyak bicara.
" Lupakan. "
" Apa yang kamu ingin aku lakukan Ra? jangan sensitif begitu. Kamu terlalu sering marah akhir akhir ini. Nanti cepat tua lo.. "
Dira mendelik kesal karena menghadapi Albert. Dia tidak menyangka kalau menghadapi Albert lebih merepotkan dari Yasmin.
" Aku ingin minta bantuan anak buah kamu, apa bisa mereka berjaga di rumah ini membantu anak buah aku yang lain? aku kurang yakin dengan anak buah kak Raka. Karena mereka akan sulit menghadapi musuh kali ini. "
__ADS_1
Mendengar ada bahaya lagi yang datang, membuat Albert meningkatkan kewaspadaannya. Karena saat ini Dira sedang dalam kondisi tidak baik baik saja. Dira masih terluka tapi ada yang ingin mendekati tempat mereka tinggal sekarang.
" Siapa? Ada apa? Kenapa lagi sekarang? "