Lahir Kembali Di Tubuh Baru

Lahir Kembali Di Tubuh Baru
Ingin Papa Bahagia


__ADS_3

Dira sudah sampai di dalam kamarnya dan dia menatap keluar jendela. Dia menatap langit malam dengan pandangan menerawang jauh kedepan. Dia masih mengingat apa yang di katakan Raka sebelumnya di dalam mobil.


*Flashback On*


" Ra.. bila seandainya om Angga mau menikah lagi apa kau setuju? "


" Menikah? Dengan siapa? "


" Ini hanya seandainya saja. Apa kau setuju? "


Dira menatap Raka lekat dia ingin tau siapa wanita yang di maksudkan Raka untuk menjadi istri papanya dan ibu sambung untuk dirinya kelak.


" Jangan menatap aku begitu. Aku hanya bertanya apa kamu mengijinkannya? "


" Ya aku ijinkan. Tapi aku harus tau siapa calonnya? "


Raka manatap Dira ragu. Dia takut dugaan dirinya salah dan akhirnya Dira akan marah pada Angga.


" Siapa kak? "


" Aku pikir om Angga mempunyai hubungan dengan ibu Alvin. "


Dira langsung diam. Bukan karena tidak terima kalau nyonya Bulan menjadi ibu sambungnya. Tapi dia takut melukai hati Alvin bila mereka menjadi saudara tiri.

__ADS_1


" Kamu tidak setuju? "


" Aku setuju asal papa bahagia. Aku juga tidak akan bisa menjaga dia sampai dia tua nanti. Dia perlu teman untuk menghabiskan waktunya di saat tua. Tapi yang menjadi kehawatiran aku adalah Alvin. "


" Dia setuju saja. Dia tidak mau ikut campur urusan orang tua lagi. Asal mamanya ada yang menjaga dan menyayanginya, Alvin akan setuju. "


Dira menjadi bingung dengan pembicaraan ini. Jadi tujuan Raka hanya ingin meminta persetujuan dia saja bukan untuk membahas kemungkinan lagi.


" Papa sudah ada hubungan dengan bibi Bulan?"


" Aku tidak tau. Tqpi dari gerak gerik mereka terlihat begitu. Jadi aku membicarakan hal ini pada kamu dan Alvin lebih dulu. Agar kalian bisa mempersiapkan diri untuk kedepannya menjadi saudara. Dan kamu bisa memberikan Albert pengertian tentang hubungan kamu dengan Alvin nanti. Karena dia tidak boleh cemburu sembarangan lagi. "


Dira akhirnya dia saja saat membahas Albert kembali. Ingatan dia kembali ke masalah awal mereka. Mengenai rencana Viki dan Nicolas.


"Tok tok tok. "


" Masuk"


" Ra.. boleh aku masuk? "


" Loh kamu ada di sini? Kenapa belum tidur Vin? "


" Aku tinggal di rumah ini dengan om Angga. rumah yang sebelumnya itu di berikan anak anak panti saja menempatinya. "

__ADS_1


" Oohh lantas ada apa? "


" Kamu sudah bicara dengan om Angga soal pernikahan? "


Dira belum paham kemana alur pembicaraan Alvin ini. Siapa yang akan menikah dan kapan akan menikah. Dira belum tau apapun saat pulang kerumah tersebut.


" Siapa? Maksud kamu apa? "


" Pernikahan om Angga dan mama aku. Lantas pernikahan kamu dan Albert. "


" Kami belum ada membicarakan hal itu. Bila papa mau secepatnya menikahi bibi Bulan. Aku tidak masalah untuk itu. Mereka pantas bahagia dan saling melengkapi di hari tuanya. "


Alvin akhirnya bernapas lega. Dia berpikir Dira akan menolak pernikahan Angga dan mamanya karena perasaan Dia pada Dira. Dia tidak mau sampai menjadi penghalang hubungan Mamanya dengan Angga.


" Kau tidak perlu menghawatirkan pendapat aku. Kau tau aku tidak akan bisa terus bersama papa. Jadi bila dia memang bisa mempunyai teman untuk hidupnya di hari tua nanti, aku setuju saja. "


" Baiklah, kalau begitu aku akan tidur sekarang. Selamat malam Ra.. "


" Hemm"


Alvin kembali kekamarnya dengan perasaan yang campur aduk. Karena sampai saat ini Alvin sejujurnya belum bisa sepenuhnya melupakan Dira. Tapi dia tetap berusaha untuk menghilangkan rasanya itu.


" Dira adalah calon adik aku. Aku harus menghilangkan semua rasa ini. "

__ADS_1


__ADS_2