
Alvin tidak bisa menahan air matanya lagi. Dia langsung menangis dan mendekati Ibunya.
Sedangkan ibu Alvin tidak menyadari anaknya yang sudah menangis di pangkuannya itu.
Ibu Alvin bernama Bulan dia sebenarnya wanita yang cantik dan juga baik. Keluarga ibu Alvin ini adalah keluarga yang kaya dan saat menikahi ayah Alvin, ibu Alvin lah yang menghidupi keluarga itu dengan usaha yang dari muda dia bangun.
Perusahaan yang ayah Alvin saat ini kelola adalah milik ibu Alvin dan sekarang malah di nikmati oleh ayah, ibu tiri dan adik tirinya Alvin.
" Bibik...."
Perkataan Dira menarik perhatian ibu Alvin. Dia menatap Dira tenang dan tidak ada menunjukan tanda akan mengamuk.
Alvin melihat hal itu menjadi terdiam. Dia ingin melihat apa yang akan di lakukan ibunya kepada Dira.
" Bibik, boleh aku duduk di dekat bibi? di sebelah sana aku tidak dapat tempat duduk. "
__ADS_1
"Hemm"
Ibu Alvin merespons lagi.Dan itu adalah hal yang mengejutkan. Dira langsung melihat dengan teliti ibu Alvin ini. Ada yang tidak beres yang Dira rasakan.
" Bi... aku sangat lelah... Dan capek saat ini.. Aku merasa sudah lelah dalam perjalanan hidup aku "
" Kamu lelah? "
Respon demi respon ibu Alvin membuat Alvin semakin kaget. Dia melihat Dira, dan Dira mengangkat tangannya agar Alvin diam.
Tangan ibu Alvin langsung terulur untuk menyentuh wajah Dira. Sentuhan lembut yang sangat hangat dari ibu Alvin Dira dapatkan.
Dan itu di gunakan Dira untuk menyentuh tangan ibu Alvin. Dira muli mengecek nadi ibu Alvin dan mulai memperhatikan hal hal terkecil dari ibu Alvin ini.
Dan fakta mencengangkan di dapatkan Dira. Dira tau, ibu Alvin ini sengaja di buat gila oleh seseorang. Dan dapat di pastikan obat untuk membuat ibu Alvin gila ini masih di berikan seseorang walaupun ibu Alvin di dalam rumah sakit.
__ADS_1
Dira langsung mengepalkan tangannya dia merasa sangat marah tetapi tidak bisa menunjukan langsung di depan ibu Alvin. Karena itu bisa memicu ibu Alvin mengamuk lagi.
" Alvin... "
Pertama kali Alvin mendengar Dira memanggil dia begitu membuat dia termenung sebentar.
" Alvin... jangan melamun. Dengarkan aku. Kamu bayar semua biaya perawatan ibu kamu selama tinggal di tempat ini. Dan kita akan membawa ibu kamu keluar diam diam. Jangan sampai ada yang tau hal ini. Cepat pergi dan jangan buat orang curiga dengan hal ini. "
Alvin sadar ada yang tidak beres dan dari perintah Dira, Alvin tau Ibunya sedang tidak aman berada di tempat ini.
" Dira... aku bergantung kepada kamu. Pertemuan kita sungguh sangat aku syukuri. Aku merasa bisa hidup normal lagi setelah bertemu dengan kamu. Semoga aku bisa selamanya dengan kamu. "
Alvin langsung pergi dan mengurus semua biaya dengan biasa saja. Dia tidak mau menarik perhatian orang disana. Sedangkan Dira, dia mulai menekan titik titik saraf ibu Alvin. Dan ibu membuat Ibu Alvin langsung pingsan.
" Maaf Bi... kalau tidak begini, aku akan sulit untuk membawa bibi pergi tanpa ada yang tau. "
__ADS_1
Dira menyiapkan semua yang di perlukan untuk menipu petugas rumah sakit biar tidak curiga dengan dirinya dan Avin. Setelah semua beres, Dira langsung menggendong tubuh ibu Alvin pelan pelan menuju pintu belakang.