Lahir Kembali Di Tubuh Baru

Lahir Kembali Di Tubuh Baru
Albert dan Dunianya


__ADS_3

Tolvar dan anak buahnya berpisah dengan Dira saat sudah sampai di tempat yang aman. Semua tidak ada yang terluka. Jadi tidak ada yang perlu Dira cemaskan lagi.


" Kalian banyak mengalami kemajuan. Aku suka kelincahan kalian kali ini. Aku tidak sia sia sudah memerintahkan Chupa membantu latihan kalian. Akan lebih baik lagi bila kalian bisa meningkatkan cara bertarung kalian lagi."


Mereka semua merasa sangat bahagia karena mendapatkan pujian dari Dira. Mereka tidak menyangka kalau gadis yang selalu berkata pedas pada mereka bisa mengeluarkan perkataan yang sangat manis saat ini.


Lelah yang mereka rasakan karena latihan dan pertempuran barusan menjadi hilang dan di gantikan dengan semangat yang tinggi lagi.


" Tidak usah terlalu senang... kalian itu baru di puji sedikit sudah senyum senyum tidak jelas. Aku mau kalian istirahat saat sampai di rumah. Dan besok mulailah latihan lebih extrem lagi karena kita akan menghadapi keluarga kamu Tolvar. "


Tolvar yang semula tersenyum seketika senyum itu lenyap. Karena Dira menyebutkan keluarganya lagi. Dia tidak tau kenapa Dira menargetkan keluarganya untuk di serang setelah mafia itu.


Tapi Tolvar akan mengikuti saja apa ke inginan Dira. Karena dia tau kalau Dira tidak akan bertindak sembarangan kalau sudah merencanakan sesuatu.


Setelah perpisahan itu, Dira di ajak oleh Albert menuju markasnya. Dia tidak mengantar Dira ke apartemennya lagi karena merasa mereka harus bicara mengenai kejujuran yang ingin Dira dengar dari Albert.

__ADS_1


"Kita ada di mana? "


" Markas ku.. "


" Kau punya temapat seperti ini?"


Dira memeprhatikan kesekelilingnya dan melihat rumah yang terlihat sederhana dengan beberapa blok di dalam lingkuangan kawasan itu. Ini mirip seperti rumah kecil kecil yang di gabung dalam satu wilayah.


" Jadi seperti ini tempat rahasia mu? "


Dira di ajak duduk di ruang tamu yang terlihat cukup layak untuk mereka duduki saat ini. Tapi mata Dira terus memperhatikan sekitarnya.


" Tuan Albert yang terhormat. Aku merasa risih dengan badan aku yang penuh darah begini. Bisakah kita bebersih dulu sebelum bicara lagi? "


Albert menanggapi dengan senyuman. Dia tau Dira ingin melihat lihat lebih dalam lagi tempat ini dulu dan mencari tau sendiri siapa Albert sebenarnya. Tapi Albert tidak ada masalah untuk itu. Dia merasa semua layak untuk di beritahukan kepada Dira saat ini.

__ADS_1


" Aku antarkan kamu kekamar dulu. Nanti pakaianya aku akan taruh di atas tempat tidur. "


" Ada kamar tidur juga? Jadi ini tempat rahasia dan dunia yang tidak ada orang lain ketahui? apa kau pernah tidur di tempat ini? siapa saja yang mengetahui semua ini? kau pernah mengajak istrimu kemari?"


Dira tidak berhenti bertanya dan seolah lupa akan siapa dirinya ajak bicara saat ini. Dia merasa seperti sedang bersama dengan Raka saat bersama Albert. Baru kali ini rasa itu berbeda. Mungkin karena Dira mulai percaya kepada Albert setelah mendengar perkataan Albert sebelumnya.


" Kau ternyata sangat cerewet bila sudah merasa nyaman ya? Aku suka Dira yang seperti ini. Bukan Dira yang dingin dan cuek sepeti biasanya. "


Dira seketika merubah ekspresi wajahnya menjadi datar lagi. Dia lepas kendali sebelumnya dan ingin menormalkannya kembali.


" Tidak usah berekspresi begitu lagi. Kamu terlihat sangat menggemaskan saat sedang cerewet begitu. "


* Bugghh*


Dira memukul Albert tepat di tangan yang patah karena kesal terus di ledek olehnya. Dia sangat malu saat dirinya ternyata lepas kendali begitu saja di depan Albert.

__ADS_1


Setelah memukul Albert dia langsung masuk kedalam kamar yang di tunjukan untuk dia dan menutupnya keras.


__ADS_2