Lahir Kembali Di Tubuh Baru

Lahir Kembali Di Tubuh Baru
Penjelasan


__ADS_3

Saat berkendara, Dira ditatap terus oleh Alvin. Dan itu mengganggu Dira. Jadi Dira meminggirkan mobilnya untuk berbicara dengan Alvin.


" Vin, apa selama ini kamu tidak curiga kenapa ibu kamu bisa gila? "


" Maksud kamu apa? "


" Aku tau kamu tidaklah bodoh bodoh amat. Bisakah kamu pikirkan hal ini, Ibu kamu mulai sakit sakitan saat mengetahui ayah kamu selingkuh. Dan dia yang seorang pengusaha wanita, bisa mengalami gangguan jiwa yang berat sedangkan dia sangat menyayangi anaknya. Apa kamu tidak curiga? "


" Dira.. "


" Aku pikir ibu kamu sengaja di racun."


" Jadi... "


" Ini hanya dugaan aku saja. Entah benar atau tidak, kita akan tau nanti saat sudah kita periksa ibu kamu. Jadi saat ini kamu duduk tenang lah. Aku khawatir ibu kamu mengamuk di apartemen aku saat ini. Bukan mengenai barang yang di hancurkan. Tetapi soal keselamatan ibu kamu. Semoga saja tidak melompat dari balkon apartemen. "


Mendengar perkataan Dira, membuat Alvin cemas. Dia ingin segera pulang dan bertemu ibunya. Tetapi dia tidak bisa apa apa karena Dira yang sudah duduk di kursi pengemudi saat ini.

__ADS_1


Dalam perjalanan pulang, Dira beberapa kali menelpon penjaga di apartemennya untuk memastikan keadaan ibu Alvin. Dia tidak berani mengambil resiko untuk nyawa ibu Alvin itu.


Karena orang yang gangguan menatal bisa saja alam bawah sadarnya tiba tiba menyuruh dia sadar walaupun belum saatnya dia sadar karena totokan Dira.


Dengan cepat Dira mengendarai mobilnya dan sampai di apartemennya. Tetapi, saat akan masuk kedalam, Dira melihat di lobby ada ayah kandungnya menunggu.


Seketika dia menghentikan langkahnya. Dan menyuruh Alvin untuk masuk lebih dulu kedalam Apartemen miliknya.


" Vin, kamu periksa ibu kamu dulu di dalam. Aku ada perlu"


Alvin ragu meninggalkan Dira. Tetapi perkataan Dira sebelumnya mengenau ibunya yang bisa melompat dari balkon. Membuat dia meninggalkan Dira sendirian disana bersama om yang pernah Alvin liat dulu.


" Dira... bisa kita bicara nak? "


Dira tau maksud kedatangan ayahnya ini. Dan dia harus menyiapkan mentalnya saat ini juga.


" Haruskah secepat ini? Aku masih ada perlu. Kalau ibu Alvin sadar bagaimana? Dira... kamu membuat aku dalam pilihan yang berat. "

__ADS_1


Sambil mengikuti langkah Angga, Dira menggerutu di dalam hatinya. Dia mau menerima Angga, tetapi tidak secepat ini. Apalagi saat ini di dalam apartemennya ada Ibu Alvin yang membutuhkan dirinya.


" Kamu mau kita bicara dimana? mau sambil makan atau kita ngobrol sambil minum saja di cafe? "


" Om... bisakah kita ngobrol di taman ini saja? Aku ad keperluan penting saat ini.Maaf tetapi sungguh perasaan aku tidak tenang saat ini. "


" Ada apa? ada yang mengganggu kamu? "


" Bukan om.... tapi ibu teman aku sedang ada dj dalam apartemen aku saat ini. Aku takut dia sudah sadar dan nanti mengamuk."


" Sebentar kenapa hal itu terjadi? "


Karena terlalu banyak membuang waktu bagi Dira untuk menjelaskan. Dira lalu mengambil tangan Angga dan menariknya untuk ikut masuk kedalam unit apartemen miliknya.


" Maaf om. Aku gak bisa menjelaskan lebih jauh lagi. Jadi Om ikut saja. Sungguh saat ini aku gak tenang ninggalin dia di dalam apartemen aku. Aku tidak mau ada kenapa kenapa di tempat tinggal aku. "


Angga yang di tarik tangannya oleh Dira dan di ajak berlari merasa sangat senang. Dia seolah sedang di ajak bermain lari larian oleh putrinya.

__ADS_1


" Aku sungguh bahagia bisa sedekat ini dengan kamu sayang, "


__ADS_2