
Mereka terus memasuki jalanan menuju hutan. Dan Albert mulai khawatir dengan keadaan sekitar. Karena di tau betapa gilanya Dira kalau menghadapi musuhnya.
" Dia masih saja mempunyai pikiran buruk tentang aku sampai saat ini. Apa dia belum bis melihat betapa aku perhatiannya pada Yasmin. Mana mungkin aku mencelakakan dirinya. Dasar gila. "
Dira terus mengendarai mobilnya. Dan di kursi belakang Yasmin mendengar semua isi pikiran Daddynya dan Dira. Yasmin hanya bisa geleng geleng kepala saja. Tanpa berani berpikir apapun. Dia takut Dira akan mendengar segalanya.
" Ra... kita akan kemana saat ini? "
" Lihat saja sebentar lagi. Kau akan tau dengan cepat. "
Tidak sampai 5 menit setelah Dira berkata begitu, Albert dan Yasmin melihat kalau di depannya itu ada sebuah jalan yang lumayan besar dan sekarang tempat itu tidak bisa lagi di sebut hutan oleh Albert.
Itu karena sepanjang jalan, mereka di suguhi dengan pemandangan yang indah dan seperti tempat itu sudah di tata dengan baik.
__ADS_1
" Waahh indahnya... ini tempat apa kak? ini kita dimana? rumahnya kayak istana sangat indah. "
Yasmin spontans mengatakan semua isi pikiran dia saat ini pada Dira karena saking senangnya dia melihat segala hal yang indah di luar sana. Apalagi saat ini mereka berhenti di depan rumah yang menjulang tinggu dan sangat besar di hadapan mereka.
Dira turun dari mobil dan di ikuti oleh Albert dan Yasmin. Saat Dira melihat ke arah gerbang, Gerbang itu seketika bisa terbuka dengan sendirinya. kecanggihan teknologi di rumah Albert, belum ada apa apa nya dengan temapat yang dia kunjungi saat ini.
" Aku datang. "
Ucapan Dira yang terdengar sangat pelan itu membuat Albert merasakan sensasi yang tidak biasa dengan tubuhnya. Dira merasa akan ada hal yang mengejutkan lagi nanti saat di bisa masuk kedalam.
" Ra... "
Dira mengabaikannya dan memeluk Chupa yang sudah tepat di hadapannya saat ini.
__ADS_1
" Bagaimana keadaan kamu saat ini hemm? aku merindukan kamu. Apa saat Tolver pergi kau membuat ulah? Bila iya, tunggu saja nanti kau akan aku hukum dengan berat. "
Mereka terlihat berkomunikasi dengan sangat akrab. Dan Albert lagi lagi kaget saat melihat hal ini. Dia akhirnya tau, darimana Dira punya keberanian untuk mendekati Singa dia saat itu. Ternyata Dira punya binatanb peliharaan yang sama menyeramkan nya dari Singa milihnya.
" Ayo masuk. kalian tidak usah khawatir mengenai harimau ini. Dia binatang peliharaan aku dan dia sangat baik dan manis. Yas... apa kamu takut dengan dia? "
Dira menatap Chupa dengan tatapan datarnya. Dia saat ini sedang cemburu pada binatang itu. Karena dia bisa memeluk Dira tadi. Yasmin tidak mau Dira membagi kasih sayangnya pada mahluk lain. Jadi dia menatap Chupa datar saja.
" Chupa... kau jangan bertindak yang tidak tidak. Mereka itu adalah tamu sepercial di tempat ini. "
Yasmin memegang tangan Dira saat akan berjalan di depan sana. Dia tidak mau Dira terus mendekat dengan chupa saja.
" Kau binatang jelek. Jangan coba coba menarik perhatian Kakak Dira oke."
__ADS_1
Sinyal peringatan dari Yasmin untuk Chupa di balas dengan geraman tidak suka dari Chupa sendiri.
" Sudah tidak usah ribut kalian. Silakan masuk. Mari Albert. aku akan memperlihatkan rumah ini pada kalian saat ini. Dan kenangan rumah ini juga apa. Aku akan jelaskan segalanya. "