
"Al, aku tidak bisa berdiam diri begini terus. Aku harus menghadapi mereka lebih dulu dan mencari tau kelemahan mereka. "
Albert menjadi was was akan kegilaan Dira ini. Jangan sampai dia dalam bahaya nantinya.
"Maksud kamu apa? "
"Aku akan menyelinap ketempat mereka. Untuk mencari tau apa rencana mereka selanjutnya. "
Albert langsung berdiri dan menatap tajam Dira. Sebelumnya Dira sudah tau bagaimana cerdik dan liciknya musuh mereka. Jadi Dira seharusnya jangan melakukan hal gila itu.
"Kamu benar benar tidak waras Ra.. kamu tau bagaimana situasinya. Tapi kamu masih mau datang ketempat itu dan menyerahkan diri?"
Kemarahan Albert ini sangat beralasan dan Dira sadar hal itu. Hanya saja, Albert tidak tau kalau isi pikiran Dira sekarang ini adalah keselamatan Yasmin saja. Bila seandainya dia di tangkap oleh mereka berdua, Dira siap dan itu artinya dia bisa berkorban untuk yang lainnya.
Dra menarik tangan Albert tapi aegera di tepisnya. Dia tidak terima pemikiran Dira ini. Bila memang ingin pergi setidaknya, dia akan ikut.
__ADS_1
"Kalau begitu, ayo kita pergi bersama. klKita harus tau tempat musuh sebelum dengan resmi nanti berkunjung. "
Albert hanya diam saja tidak menjawab Albert masih kesal karena perkataan Dira sebelumnua itu. Dira dia mencoba lagi menarik tangan Albert agar dia mau duduk lagi di sebelahnya.
Saat Albert duduk, Dira mencoba mengalihkan pembicaraan dengan Albert dengan membicarakan masalah Angga.
"Al, sebentar lagi papa akan menikah dengan bibi Bulan. Tadi kami sedang membicarakan hal itu sebelum kamu datang. Jadi nanti Alvin akan menjadi saudara aku. Aku harap kamu tidak cemburuan lagi dengan dia. "
"Aku bisa cemburu pada siapa saja yang mendekati kamu Ra.. Kamu tau hal itu dengan baik. Apalagi dia yang belum bisa melupakan kamu. Mana mungkin aku tidak cemburu padanya lagi. "
" Kamu pria tua pencemburu. Aku akan kerepotan nanti bila kamu selalu bertengkar dengan Yasmin untuk memperebutkan aku. "
Suasana hati Albert seketika membaik saat Dira mengatakan hal tersebut. Dia sudah membayangkan bagaimana dirinya dan Dira nanti membina rumah tangga nanti. Keseruan saat mereka bersama setiap hari akan membuat suasana rumah lebih hidup dan ceria lagi.
" Apa harus kita menikah lebih dulu dari papa kamu? "
__ADS_1
" Jangan ngomong sembarangan. Aku mau kita menyelesaikan masalah Viki dulu baru nanti menikah. Aku tidak mau kalau acara pernikahan kita di ganggu oleh mereka nanti. "
Albert sangat senang saat Dira mau membicarakan mengenai pernikahan mereka. Itu artinya Dira sudah menerima dirinya sepenuh hati.
" Ra... bagaimanapun juga, aku akan ikut mendatangi tempat mereka bersama kamu nanti. Aku tidak mau kamu sendirian. "
" Aku paham. Sekarang diamlah. Karena sebentar lagi aku yakin Yasmin tidak akan membiarkan kamu mendekati aku lagi. "
" Anak itu sungguh terlalu. Selalu ingin merebut kamu dari aku. "
" Dia lebih dulu mengenal aku Al. Ingat itu. "
" Dan kamu lebih mencintai dia daripada aku. Bukan begitu Ra? "
Dira hanya tersenyum dalam pelukan Albert. Karena memang seperti itu kenyataannya. Dirinya lebih menyayangi Yasmin di bandingkan Albert. Dan lebih menyayangi Chupa dari pada Albert juga. Jadi Albert mendapat posisi ke 3 di hati Dira saat ini.
__ADS_1
" KAKAK..... "