Lahir Kembali Di Tubuh Baru

Lahir Kembali Di Tubuh Baru
Apa Rencana Mu?


__ADS_3

Seesai menghubungi mereka, Dira langsung mengirimkan data yang telah dia dapatkan pada Tolvar. Di dalam data itu, terdapat cara pembuatan robot yang Dira mau. Hanya Dira tidak bisa merakitnya.


" Ra.. kamu sedang apa? "


Albert datang dan langsung duduk di sebelah Dira. Dia hanya melihat Dira sibuk dengan beberapa berkas di tangannya dan ada laptop yang sedang menyala saat ini.


" Aku baru menghubungi Tolvar. Aku meminta mereka membuatkan aku sesuatu yang penting untuk penjagaan kita nantin"


Albert menatap Dira dengan lekat. Dia tau kalau Dira kurang beristirahat saat ini. Maka dari itu wajah Dira terlihat sangat letih.


" Ra.. apa yang akan kamu lakukan lagi? "


" Aku tidak akan melakukan apapun. Aku mau mereka selesai dulu melakukan apa yang aku minta setelah itu baru aku akan menjalankan langkah selanjutnya. "


Dira melihat tatapan Albert yang terlihat sendu menatap dirinya. Dia tau bahwa pria di hadapan dia saat ini sedang mencemaskan kesehatan dia saat ini. Tapi mau bagaimana lagi kalau memang mereka harus sibuk dulu saat ini demi menjaga keselamatan semua orang.

__ADS_1


" Al.. bisa aku minta tolong sesuatu? "


" Apa itu? "


" Temani Yas disini. Aku akan membuat kue untuk dia. Sekalian akan membuat makan siang untuk kita nanti. "


Dira melihat jam sudah menunjukan pukul 11 siang. Jadi mereka sebentar lagi akan makan bersama. Dia ingin mendekatkan diri juga dengan nyonya Bulan yang sebentar lagi akan menjadi mama sambungnya itu. Karena dia masih melihat kalau Nyonya Bulan terlihat canggung dengan dia sampai saat ini.


" Kamu tidak butuh bantuan aku untuk memasak?"


Albert akhirnya berjalan menuju tempat tidur Yasmin dan ikut merebahkan diri di sebelah Yasmin untuk menjaga anaknya tersebut.


Dira sudah keluar kamar dan menuju dapur rumah papanya. Sesampai disana, benar saja kalau nyonya Bulan sudah ada di dapur untuk menyiapkan makan siang mereka bersama.


" Bi.. ada yang bisa aku bantu? "

__ADS_1


" Oohh Dira.. tidak nak.. tidak ada. Ini biar bibi saja yang buat. "


" Aku kebetulan ingin membuatkan Yas kue, apa bibi ada bahan kue disini? "


Nyonya Bula melihat ke rak untuk memastikan bahan apa saja yang dia punya. Dia sangat gugup bila di dekat Dira sekarang. Karena dia merasa bersalah dan tidak tau diri karena sudah menjalin hubungan dengan papanya Dira. Orang yang sudah membantu dia sembuh dari sakitnya.


" Bi.. apa bibi masih canggung dengan aku? Bukankah dulu bibi bilang aku anak perempuan bibi. Lantas kenapa saat bibi akan menikah dengan lapa, bibi terlihat canggung pada aku? "


" Ra... "


"Jangan begitu bi.. kebahagiaan papa juga kebahagiaan aku. Bibi dan Alvin sudah lama aku kenal dan kalian orang yang baik. Aku setuju dengan pilihan papa untuk bibi menjadi ibu sambung aku. "


Nyonya Bulan tidak bisa berkata apa apa lagi. Dia merasa terharu karena baru kali ini lagi bisa bicara begini dengan Dira. Setelah dia di pindahkan ke tempat lain oleh Dira, dia tidak pernah lagi berkomunikasi dengannya. Jadi ada kecanggungan antara dia dengan Dira saat ini. Tapi semua itu sudah di atasi karena perkataan Dira. Nyonya Bulan tau kalau Dira yang dia kenal dari dulu tidak pernah berubah. Selalu baik padanya dan bisa menyayangi dia dengan tulus.


" Makasi Ra... "

__ADS_1


__ADS_2