Lahir Kembali Di Tubuh Baru

Lahir Kembali Di Tubuh Baru
Jangan Remehkan LawanMu


__ADS_3

Raka dan para pengawal yang ada di sekitar tempat itu sudah mulai bersiap untuk menyerang setelah mendapat tanda dari Dira.


Tetapi mereka mendapatkan printah agar menyerang secara perlahan dan jangan buat keributan.


Raka langsung mengikuti perintah Dira. Mereka mulai memasuki tempat itu dengan hati hati agar tidak menimbulkan keributan. Dan mereka menghabisi musuhnya dengan cara diam diam.


Ini seperti kematian yang meneekat kepada semua orang tanpa ada tanda apapun. Mereka berjalan dengan perlahan dan langsung menyeranh tanpa suara.


Dira langsung berdiri setelah menanyakan apa yang di inginkan oleh Fredi. Fredi melihat hal itu mulai bersiap akan menyerang Dira.


" Kau.. "


" Tuan Fredi, kau terlalu meremehkan musuh yang kau hadapi. Sebelum menyerang, seharusnya kau caritau dulu siapa musuh mu. Dan apa saja keahliannya. Tapi penyerangan yang kau lakukan ini seolah olah, semua di lakukan dengan sembrono. Tanpa persiapan apapun dan kalian terlalu terlena dengan kesenangan dan kebahagiaan sesaat kalian. "


Dira mulai berjalan mengitari Fredi, tetapi masih menjaga kewaspadaannya. Dia ingin menjatuhkan mental dari Fredi dulu sebelum menyerangnya.

__ADS_1


" Kau tau tun Fredi yang terhomat? pergerakan anak buah yang kau kirimkan untuk mengikuti papa aku itu, sudah dari awal kami ketahui. Apa kau sungguh berpikir kalau begitu mudah menculik putri Angga ini? tidak adakah rasa curiga sedikit saja di hati kamu saat itu tuan Fredi? "


Apa yang Dira katakan seolah mengingatkan kembali Fredi dengan apa yang mereka lakukan saat itu.


" Sekarang sudah mengerti bukan, siapa yang menari di tangan siapa saat ini. "


Wajah Fredi langsung pias saat itu juga. Dia lalu menatap tajam kepada Bryan. Dan Bryan mengerutkan keningnya. Dia sama sekali tidak menyadari jebakan Dira ini.


Dia merasa di permainkan saat ini. Ternyata rencana mereka di gunakan untuk menjebak diri mereka kembali. Dan Bryan dengan bodohnya merasa bahagia dengan pikiran sudah menangkap Dira.


Fredi mencoba mengalihkan perhatian Dira dengan kata katanya. Tapi Dira tidak ada melepaskan kewaspadaannya. Dia tetap mengawasi semua yang ada di ruangan tersebut dengan teliti.


" Apa mau mu saat ini? "


Lagi lagi Fredi ingin bernegosiasi dengan Dira. Tapi sudah terlambat. Dira sudah cukup lama menahan dirinya dari emosi sebelumnya. Jadi segala hal yang sekarang akan dia lakukan tidak ada yang bisa menghentikannya.

__ADS_1


" Pak tua... kau mengatakan tadi akan membunuh aku dengan cara yang sama seperti yang kau lakukan pada ibu ku kan?"


Dira menatap tajam Fredi, dia sangat marah saat ini. Dan pasukan Raka sudah dekat dengan tempat Dira berada.


* srreeett*


" Akkkkhhhh.. "


Saat pasukan Raka datang, mereka langsung di kejutkan oleh teriakan kesakitan dari Fredi. Dira selesai menanyakan hal itu dia langsung menyayat tangan Fredi yang ingin mengambil senjata.


" Aku bertanya, tapi kau malah ingin melakukan hal bodoh. kau pikir posisi dirimu saat ini sedang aman tuan Fredi? lihatlah kesekeliling Mu... Perhatikan baik baik.... apa kau masih berpikir bisa lari saat ini? "


Fredi lalu melihat kesekelilingnya. Dan benar saja, semua anak buah dia sudah di lumpuhkan oleh orang yang Dira punya. Termasuk anaknya Bryan.


" Tuan Fredi, jangan pernah memprovokasi orang sepertiku... Karena sudah dapat di pastikan kau salah memilih lawan. "

__ADS_1


Kaki Fredi langsung lemas saat menyadari dia tidak bisa melarika diri lagi dan semua sudah berakhir untuk dirinya.


__ADS_2